29 May 2015

Halo, temans. Bagaimana dengan kehidupan minggu ini? Masih biasa aja atau ada kemajuan lain.  Misalnya, makan ketoprak lewat kuping atau ngupil pake perut. Sampai saat ini, gue gak bisa melakukan semua hal itu.

Bagi gue, minggu-minggu ini sangat menegangkan karena sebentar lagi gue menghadapi UKK atau Ulangan Kenaikan Kelas. Katanya, UKK adalah penentuan naik atau tidaknya kita ke kelas selanjutnya. Lalu, ulangan harian, ngerjain tugas-tugas dan disetrap di tengah lapangan tiap selesai upacara gak menentukan naik kelas? Tetep menentukan dong. Semua saling melengkapi. Kalau nilai ulangan harian kita rendah, bisa ditolong sama nilai semester. Begitupun sebaliknya.

Gue menyadari kalau ujian semester ini sangatlah penting. Kebetulan minggu ini gue bingung mau nulis apalagi, makanya gue mau ngasih tips (ajaib) persiapan ulangan berdasarkan pengalaman 10 tahun menjadi pelajar.
Sumber: kollshi.com

1. Persiapkan Mental

Jangan takut saat menghadapi wajah pengawas yang bikin tegang dan keringat dingin keluar ngucur deras. Untuk mempersiapkan mental, biasanya gue meningkatkan sedikit adrenalin dengan ngeledek kucing cewek yang lagi PMS. Kalau selamat dari cakaran, kalian hebat dan fantastis.

2. Banyak-banyak ngerjain soal

Ini penting buat orang yang merasa males buat baca materi yang setumpuk dan kadang gak berguna. Maksimalkan semua tugas yang ditemui saat kapanpun. Misalnya, bisa dengan mencoba beli biskuit SLAI AHAI, ituloh biskuit yang ada selainya. Siapa tau ada karyawannya yang salah masukin biskuit malah memasukkan contoh soal. (Coba cek kemasan, apabila ada tulisan dokumen rahasia, kalian beruntung)

Kalau dirasa masih kurang soal yang perlu dipelajari, jangan sekali-kali mengerjakan soal orang lain. Apalagi kalau persoalan rumah tangga presiden Myanmar.

3. Jangan ke Dukun

Dulu, sebelum ada ask.fm, pelajar bakal minta bantuan ke dukun biar dikasih kemudahan saat ulangan dengan berbagai cara. Dengan diberikan pensil yang didoakan, diberi pantangan makan sesuatu, atau dilarang like foto Instagram mantan.  Kalau pelajar sekarang masih ada yang pakai cara itu, itu pelajar payah. Bimbel makin banyak, masih jaman mau ke dukun?? Udah gak jaman coi. Dukun sekarang juga gak terima anak sekolah lagi. Mereka lebih tertarik gosok batu akik daripada ngantor di tempat mistisnya (baca: ngedukun)

4. Jaga Kesehatan

Ini penting menjelang ulangan tiba. Jaga kesehatan banyak caranya. Bisa dengan olahraga. Saat ulangan hari pertama, sebelum berangkat sekolah bisa mencoba olahraga Rugby. Atau olahraga yang lebih ringan, sepertigulat. Bisa dipilih jagoan-jagoan kita, gan, buat tanding gulat.

 Kalo gak kenal dia, bisa coba lawan dia..


Selain olahraga, makanan perlu diperhatikan dalam rangka menjaga kesehatan. Perbanyak makanan hijau. Kalau kalian gak doyan sayur, obat nyamuk bakar bisa jadi alternatif pengganti sayur. Kan yang penting makanan hijau.

Itu hanya sedikit yang bisa gue bagikan. Mudah-mudahan kita semua bisa naik kelas (bagi anak sekolahan) dan bisa naik haji (bagi semua orang). Aamiin.

26 May 2015

Beberapa minggu yang lalu, tepatnya di hari Rabu, di kelas gue ada pelajaran seni musik. Materinya tentang kritik musik. Tapi, sebelum masuk materi, gue dan temen-temen, yang jumlahnya hampir setengah dari siswa di kelas, harus menjalani remedial UTS dahulu. Cukup mengherankan kenapa yang remedial sampe hampir setengah kelas gini. Kalau gue ngadepin remedial, udah kayak rutinitas. Saking seringnya ketemu remedial, gue sampe gak bisa bedain mana remedial mana ulangan harian. Dan juga karena terlalu sering remedial, gue jarang ketemu sama politisi jujur. Asik, pesan moral ngaco.

Setelah selesai remedial, barulah masuk ke materi kritik musik. Kita disuruh mencari kelompok buat mempresentasikan musisi untuk dikritisi karyanya minggu depan. Entah kenapa, gue langsung terpikirkan band metal untuk bahan kelompok gue mengkritisi. Karena band metal dari segi penampilan aja udah unik-unik serem. Gue pun gak terlalu suka dan gak terlalu tau dengan genre musik yang satu ini. Nyanyinya juga kan rada aneh. Satu-satunya penyanyi yang gue anggap sebagai penyanyi metal adalah Alam. Itu tuh penyanyi yang terkenal dengan lagu Mbah Dukun. Oke, gue salah orang.

Gue googling dengan mengetikkan kata kunci 'band metal Indonesia'.Setelah ketemu dengan yang gue inginkan, gue scroll dari atas perlahan-lahan. Gue liat satu per satu nama bandnya. Gak disangka, gue geleng-geleng ngeliat nama bandnya yang superrr absurd. Mungkin niat mereka biar terdengar serem, tapi bagi gue ini terdengar tidak terlalu serem. Malah jadi lucu. Trying to be serem. Abaikan bahasa Inggrisnya.

Gue akan membawa beberapa namanya ke blog gue. Mungkin ini agak kontroversial, tapi gue cuma mau bahas ini dari segi pandang gue untuk buat lelucon.

1. Dajjal



Ini nama band pertama yang membuat gue heran. Namanya dajjal. Gue gak bisa bayangin saat mereka manggung.

"Oke, sudah tidak sabar untuk performer terakhir kita??!" kata MC kepada penonton
"IYAAAA.. GAK SABAR" teriak penonton
"Oke, tanpa berlama-lama lagi, ini diaaaaa.....DAJJAAAAAALL" sambut MC
"Waaaah....KIAMAAAAT SUDAAAAH DEKAAAATTT. DAJJAL SUDAH KELUAAAAR!!!' penonton kocar kacir

2. Anjing Iblis




Ini yang paling sereeeemm, tapi bayangin kalau ini jadi sebuah lelucon masyarakat. Misalnya ada seorang fans garis keras band ini, dia abis nonton konsernya. Sebut saja orang itu bernama Cuy

"Cuy, semalem gue liat lu jalan rame-rame pake baju item. Mau pergi kemana lu?"
"Oh semalem. Gue abis nonton Anjing Iblis"
"Haaah... gue..gak salah denger kan?' temnanya mencoba mencerna kata-kata tadi
"Iya.. gue abis nonton Anjing Iblis" Jack mencoba meyakinkan
"Anjingnya ngapain aja, bro?" temennya makin salah nangkep
si Cuy heran dan berkata 'Kok anjing sih?'
"Kok lu jadi ngatain gue anjing?!"
"......"
Mereka cekcok sampai salah satu diantara mereka baca tulisan gue. Jadi salah paham.

3.Aaarghhh
Tenang, gue bukan lagi marah-marah, tapi itu nama band metal. Band ini yang paling sering bikin fansnya salah paham. Misalnya, ada dua orang yang sedang berbincang tentang band ini.

"Bro, besok ada konser di lapangan. Yang perform siapa aja tuh?"
"Aaarghhh."
"Ditanya malah marah-marah. Gue nanya serius nih. Siapa aja yang perform?"
"Aaarghhh."
"Lu kenapa sih?"
"KAKI GUE LU INJEK."
"Uh..., sorry."

Dan gue yakin, fans yang sesungguhnya dari band yang ini adalah fans yang bener-bener tau berapa jumlah huruf A, R, G, dan H. Kalau masih nyebut dengan kurang satu huruf atau ada yang kelebihan, dipastikan itu adalah fans yang baru kemarin sore.

4. Eksekusi mati
Lagi-lagi dengan nama yang nyentrik bikin gue geleng-geleng kebingungan. Bayangkan sebuah ilustrasi pecakapan berikut.

"Lu abis dari mana?"
"Abis nonton. Ada acara bagus tuh di lapangan."
"Acara apaan tuh?"
"Eksekusi mati."

Pasti deh langsung salah tanggap.
Ini ngeri. Biasanya kalau eksekusi mati diadakan kalau ada tindak kriminal. Nah, sekarang orang gak salah apapun bisa nonton

Pokoknya, orang awam, kayak gue, pasti bakal salah tangkap jika nama band di atas disebutkan. Gue pun begitu sebelum baca sebuah artikel tentang band metal. Dari artikel itulah gue bisa tau nama band di atas.

Tapi gue cukup salut dengan band-band metal yang namanya superrrr gilaa. Gue tercengang melihat namanya.  Semoga industri musik Indonesia makin beragam bentuknya dan semakin berkreasi dalam berkarya sebagai jiwa muda.

23 May 2015

Halo. Bagaimana kabarnya? Sehat, ya. Semoga masih sehat sebelum dan sesudah membaca tulisan gue. Karena gue sedang prihatin dengan kesehatan orang-orang yang gue sayang (Apa banget deh, si Robby). Gue takut kalau mereka udah makan beras plastik. Ituloh, yang lagi trend di berita. Semoga kita semua masih makan beras normal yang beneran beras pada umumnya dan jangan muncul lagi makanan aneh lainnya, misalnya rendang karet.

Kali ini, gue melanjutkan rubrik yang biasanya gue terbitkan hari Selasa yang sudah beberapa minggu vakum. Hantunya Pelajar. Iya, mungkin bagi pembaca lama yang rindu dengan tulisan ini sudah menantikan seraya berkata, "Kapan Barrack Obama jadi presiden Indonesia?" Gak nyambung, kan. Itu sebabnya jarang ada yang ngerti sama isi dari blog gue.

Lanjut lagi menyambung paragraf pertama. Karena kesehatan sangatlah mahal, apalagi beberapa hari ke depan kita, anak sekolah, menghadapi ujian kenaikan kelas.  Sekolah gue baru mulai UKK tanggal 1 Juni nanti. Dan mungkin ada beberapa sekolah yang udah selesai UKK. Sungguh enak sekolah itu.

Dalam setiap momen, ada banyak hal menarik buat diperbincangkan, sekalipun di dalam kondisi menjelang ujian. Pertanyaan yang paling sering diperbincangkan sebelum memulai ujian adalah, "Siapa pengawas ujiannya?" Terbayang dan menebak-nebak wajah para pengawas yang nantinya akan mengawasi jalannya ujian. Apalagi, kalau pengawas itu adalah seorang pengawas ujian yang galak. Pasti langsung buru-buru cuci muka deh biar gak ngebayangin pengawas galak yang bikin panas dingin itu.

Bagi gue, pengawas galak itu hanyalah 'seorang pengawas biasa' dan kerjaannya juga sama kayak pengawas ujian lainnya. Gue gak ngerti siapa yang bikin istilah pengawas ujian galak. Sebenernya, banyak hal yang membuat pengawas bisa dikatakan 'galak.' Dari kesimpulan yang gue hasilkan setelah bersemedi di pojok kelas, gue akan membahas kenapa seorang pengawas dikatakan galak. Yuk, mari~

1. Menang suara
Maksudnya bukan menang suara pemilu, ya. Melainkan karena volume suaranya melebihi volume hape mitto. Manusia paling gak bisa tahan denger suara keras. Denger suara petir aja langsung ngumpet ke bawah kasur. Ngaku deh, yang suka gitu. Apalagi denger bentakan dari pengawas ujian. Kalau ini sih, biasanya jarang, ya. Gak ada pengawas yang niat utamanya adalah ngebentak-bentak peserta ujian sampe peserta ujiannya ngumpet ke bawah meja.

Biasanya sih cuma menang suara, kalau kualitas mengawasnya.... gak tau juga, deh.

2. Memaksa
"Ayo buruan udah 30 menit lagi. 30 menit lagi seluruh lembar jawaban dikumpulkan."

Begitulah kutipan yang dikatakan seorang pengawas galak. 30 menit, men! Masih lama banget. 30 menit setara dengan waktu sarapan gue. Karena gue sarapan sambil nonton acara infotainment yang durasinya setengah jam.

Pengawas kayak gini yang bikin gregetan pengen nyubit pipinya pake stapler. Kita sama-sama tau kalau di ruangan ada jam, dan waktu masih tersisa 30 menit lagi. Masalah dikumpulkan 30 menit lagi juga pasti semua peserta udah tau. Lalu, pengumuman itu buat apa? Cuma gertakan biar peserta panik dan cemas. Ampun, deh~

3. Marah-marah gak jelas
Gue kalau ngeliat pengawas yang suka marah-marah gak jelas, bawaannya gregetan pengen nyubit pipinya pake puntung rokok. Disundut sampe pipinya bolong. Eh, itu bukan nyubit deh.
Ya, maksudnya buat apa coba marah-marah di ruang ujian. Mending kalau masalahnya yang masuk akal, kadang urusan keluarga jadi bikin pengawas selalu beraura negatif. Bawaannya mau marah-marah terus.

4. Muka sangar
Kalau ini, gue setuju kalau dibilang dengan sebutan galak. Gue pun sering takut kalau ngeliat pengawas yang belum mulai ujian udah masang muka judes. Biasanya sih, guru killer yang paling menguasai muka sangar ala antagonis sinetron cengeng yang berperan sebagai ibu tiri.

5. Bawa gayung
Ini bukan termasuk yang galak, tapi nyeremin. Siapa tau dia adalah... nenek gayung. Gak ada yang tau nenek gayung, ya? Coba googling, ya, kawan. Lagian mana ada pengawas ujian yang bawa gayung ke kelas. Nanti dikira mau mandi di kelas bareng peserta ujian.

Segitu aja bahasan tentang pengawas ujian yang galak. Intinya, jangan takut sama pengawas yang galak karena pengawas cuma gitu doang tugasnya. Ngawas sampe bosen. Gak bakal nyabut nyawa lu, kok. Dan sebenernya, pengawas itu gak terlalu penting, Yang penting adalah... belajar. Yo, jelas lah. Mau ujian gak belajar, gimana mau naik kelas.

20 May 2015

Minggu lalu, tepatnya tanggal 14 Mei ada sesuatu yang beda. Kalau kalian bertanya-tanya hal apakah yang membedakan itu, coba cek kalender sekarang! Jangan kalender yang di handphone, ya.
Udah ngecek kalender masing-masing? Apa yang kalian lihat? Benar, itu adalah tanggal merah. Yang gak nemuin tanggal merahnya, silakan cek IG kita~ (Ala tukang baju di Instagram)

Pada malam sebelum tanggal merah, gue sedang mengisi kegiatan dengan hal yang baru. Gue belum pernah melakukan hal ini sebelumnya. Malam itu gue begadang dengan kegiatan ngerjain tugas. Jelas beda dong, biasanya, kan, gue jarang ngerjain pr.


Tugas ini sebenernya tugas remedial pelajaran Agama, mengingat nilai agama gue yang cuma dapat nilai 68. Tugasnya adalah membuat soal sejumlah 90 butir. Gue curiga kalau ini hanyalah strategi guru Agama gue yang gak mau repot-repot bikin soal dan mengingat sebentar lagi mau ada Ujian Kenaikan Kelas. Jadi tinggal nyomot soal yang udah dibikin murid deh.
Sebenarnya, tugas ini paling lambat dikumpulkan Jumat, tapi karena saat itu gue lagi ada acara keluarga, jadinya gue harus buru-buru selesein. 

Nih, kalau gak percaya dengan nilai ulangan Agama gue.


Sebagai orang yang beragama, keagamaan gue dipertanyakan setelah mendapat nilai 68.

Sejak sore, gue udah siapkan rencana dengan matang. Dalam skenario gue, gue memulai ngerjain tugas dari jam 7 dan berakhir sekitar jam 1 atau paling lama jam 2. Tapi, rencana hanya jadi rencana yang tak terlaksanan. Jam 7 malam gue malah masih main henpon. Ngerjain tugas pun ditunda sampai satu jam.

Jam 8 malam gue memulai tugas. Lagi-lagi godaan datang menghampiri gue. Nonton video dulu lah, chatting dulu lah, makan dulu lah, nonton video orang yang lagi chatting sambil makan lah. Harus kuat iman. Pengalaman gue dalam menghadapi remedial diuji malam itu.


Di awal mengerjakan, gue sempet bingung mau bikin soal kayak apa. Karena soal yang dibuat harus buatan sendiri, gak boleh dari buku. Gue sempet googling juga, eh malah jauh dari ekspektasi. Jadinya, gue bikin soal yang bener-bener ngaco. Namanya juga Robby. Kalau gak ngaco, bukan Robby namanya. 

Seandainya soal yang gue buat keluar di UKK



Tugas ini sebenernya tugas remedial mengingat nilai agama gue yang cuma daept nilai 68. Harusnya tugas dikumpulkan Jumat via email, tapi karena hari jumat gue ada acara keluarga dan harus pergi, jadinya gue harus buru-buru selesein

Gue udah siapin rencana matang. Mulai ngerjain jam 7 selesai sekitar jam 1 atau paling lama jam 2. Tapi rencana tinggalah rencana, jam 7 malam gue malah masih main handphone. Ngerjain tugas pun ditunda sampai satu jam.

Semua berjalan dengan ngaco dan lancar tentunya. Sesekali sambil memutar otak dalam membuat soal, gue nyanyi lau-lagu favorit kita dulu. Lagu-lagu yang pernah kita nyanyikan bersama. Sampai akhirnya, kau hilang terbawa banjir. Kau.. MP3 player kesayanganku~


Gak terasa, laptop gue lowbat jam 12 malam. Rasanya aneh gitu tiba-tiba baterai laptop abis tepat jam 12 malam. Gue curiga kalau Drakula sedang melintas dan lari manggil-manggil tukang nasi goreng keliling. 
Gue segera charge laptop biar bisa lanjutin tugas yang belum selesai ini. Jadinya terpaksa deh nunggu baterai laptop penuh. Selama gue menunggu, gue nonton semifinal liga champions yang menyajikan pertandingan sengit antara Juventus vs Real Madrid. Pertandingan berkahir dengan skor 1-1 yang dimenangkan oleh Barcelona~ (Kok, jadi komentator bola gini?)

Untuk mengusir rasa ngantuk, gue bikin segelas kopi hitam. Biasalah, biar dibilang gaul. Sebenernya gue bukan pecandu kopi. Gue pernah punya pengalaman buruk gara-gara minum kopi. Jadi, dulu gue pernah minum kopi hitam segelas. Abis pula. Setelah dua jam gue minum kopi, timbulah berbagai efek samping. Badan gue panas, kepala pusing, tangan merinding, kucing makan beling, ada kobra kawin sama trenggiling.  Ah, dasar sinting.

Kembali lagi ke cerita malam penuh remedial. 

Karena bosen nonton bola yang keduanya bukan jagoan gue, gue memutuskan main handphone. Gue nyalain data seluler, ternyata gak ada notif satupun. Kalau udah begini jadinya, gue main.... Omegle.
Ternyata, orang yang main Omegle jam 2 malam isinya..., cowok nakal semua. Bangke, isinya kebanyakan orang ngajak chat sex. Kalau ada yang ngajak gue main poker malam itu, gue bakal nolak. Gue gak ngerti main poker.

Setelah merasa dikhianati oleh Omegle (karena isinya cowok semua), gue pindah kegiatan menjadi..., nge-stalk. Gue tau rasanya mau nge-stalk tapi ternyata akun kita udah diblokir sama orang yang mau kita stalk. Nyesss banget~

Kesel dengan semua kegiatan malam yang gak ngenakin, gak terasa laptop gue udah full. Dan, jam menunujkkan pukul 3. Wow, sejauh ini gue masih bisa bertahan tanpa ngantuk. Kayaknya gue layak jadi peserta Masih Dunia Lain. Ituloh, acara uji nyali yang tayang tengah malam di tv. Gue lanjutin tugas yang masih menggila. Laptop ini memanggil-manggil seakan berkata, "Yuk, kita habiskan malam ini sampai pagi bersamaku. Cukup aku, kamu, dan autan saja yang tau." Jangan mikir yang aneh-aneh, ya.

Mata gue udah mulai berair dan redup efek dari gak biasa (dan gak bisa) begadang. Mendingan gue tidur sebentar. Dua jam cukup deh, pikir gue. Jam 03.30 gue tidur dengan keadaan laptop masih nyala.

Jam 05.00 dalam keadaan susah payah membuka mata lebar-lebar, gue terbangun. Kampret, tidur kali ini gak nyenyak dihantui oleh bayang-bayang tugas. Ini karena mimpi gue yang gak biasa. Di mimpi gue, gue ketemu sama artis hollywood, sebut saja namanya WKWKWKWK. Gue kenalan sama dia dan gak lama kemudian pacaran. Tiba-tiba, si WKWKWKWK ngasih satu pertanyaan ke gue, "Kamu sering remedial, ya?" Mampus. Gue kebangun dan inget tugas remedial gue belum selesai. Lagi, BELUM SELESAAAAAI. 

(Sebenernya, mimpi gue gak begitu hehehe. Piss~)

Jam 05.00 gue lanjut lagi ngerjain yang bener-bener belum selesai. Segenap jiwa dan raga gue kerahkan demi menjaga semangat pagi yang berkobar. "Ayo, bangunlah jiwa-jiwa korban remedial!" kata gue di depan kaca. Akhirnya, tugas dari jam 8 malam ini selesai pada jam... 07.00. Silakan yang mau bilang "Wih" atau "Woow". Boleh juga bilang "Bego". Saya terima dengan lapang dada.

Dengan ini, gue sukses melakukan kegiatan --entah bisa disebut ekstrim atau bodoh-- dengan lancar dan sukses. Banyak pelajaran yang gue dapat selama bermalam dengan remedial (baca: Remedial Night).  

Pertama. menunggu itu gak enak. Nunggu laptop penuh aja gue sanggup, apalagi nunggu tukang nasi goreng keliling. 
Kedua. Liat aja pesan moral yang ketiga.
Ketiga. Liat deh pesan moral yang keempat
Keempat. Gitu aja terus sampe tak terhingga.
Kelima. Tuh, kan, yang namanya nunggu itu emang gak enak. Makanya, jangan ngegantungin orang kalau gak ngasih kepastian (Nah, ini baru pesan moralnya)

Tapi yang terpenting, mulai saat ini gue kapok begadang dan gak mau lagi main Omegle jam 2 malam.

(Tulisan ini ditulis dalam keadaan Robby sedang masuk angin)

17 May 2015


Tanggal 19 April lalu, setelah gue pulang les, gue memutuskan ke Gramedia Daan Mogot. Gue ke sana bukan mau ngejambret barang belanjaan orang, gue ke sana buat beli buku Relationshit. Gue ke Gramedia setelah pulang les, sekitar jam 11. Karena gue takut terlalu kepagian, seperti pada hari Kamis sebelumnya. Waktu itu, hari Kamis, adalah tanggal merah dan jadwal gue cuma pergi ke sekolah buat ngumpul kegiatan ekskul. Karena kegiatannya gak jadi, ya udah gue ke Gramedia Mal Daan Mogot jam 10 pagi. Ternyata..., belum buka. Sebenernya, sih, udah buka, tapi belum disiap-siapin. Sampe gue diusir satpam, "Eh, mas, belum buka. Nanti aja kesininya, lagi diberesin-beresin." Mungkin satpam ini mikir, "Ini orang pagi-pagi ngapain coba ke toko buku? Tukang nasi uduk aja baru tutup jam segini."

Kok jadi gak fokus gini. Ayo kita serius.

Tau buku Relationshit? Apa?? Kalian gak tau apa itu Relationshit?! Payah.
Kalau sering ke toko buku terus ngeliat buku dengan penampilan di bawah ini, itulah buku Relationshit

Tampilan depan. Buku di atas laptop

Assalamu'alaikum

Belakang, cuy



Gue juga sebelumnya gak tau buku ini. Karena gue lagi berburu buku yang bergenre personal literatur, gue memutuskan beli buku Relationshit karya mas Alitt Susanto. Petuahnya yang ajib membuat gue tertarik. Emang, sih, gue telat banget belinya. Bayangin, buku ini terbit tahun 2014, sedangkan gue beli di tahun 2015, Jelas dong, berapa lama gue telat beli bukunya?

Semua bab gue nikmati. Lembar demi lembar gue balik dengan rasa penasaran "gimana, ya, lanjutan ceritanya". Tiap kata gue resapi, seolah itu adalah cerita yang pernah gue alami. Dan semakin kesini, semakin banyak kata yang terlalu panjang gue ketik. Oke, kita mulai *colok chargeran laptop*

Kita mulai di bab pertama yang berjudul How I Met Your Mother.
Di bab ini menceritakan tentang hubungan mas Alitt dengan wanita bernama Nina. Yang membuat gue ngakak di bab ini adalah kalimat dari ibunya Nina yang selalu diulang-ulang 'MADUPOLIS! OBAT DARI SEGALA OBAT'. Khas iklan-iklan jamu gitu.

"..... Saat kita berani berkomitmen untuk menerima seseorang, kita juga harus berani menerima keluarganya."

Dari petuahnya mas Alitt ini, gue menyadari kalau gue gak pernah bisa berhubungan dengan larva nyamuk. Karena gue gak tau siapa keluarga doi sebenarnya. Penganalogian dari gue yang maksa, mending lanjut ke bab kedua.
Bab kedua berjudul Mencintai Si Jeni
Ini bab yang cukup absurd. Gimana gak absurd coba, kalau...... ah gak enak juga kalau gue ceritain. Biar kalian penasaran dan akhirnya beli deh! Gue ambil petuah singkatnya

"...... Ya, Kadang hal baru itu datang hanya untuk mengingatkan, betapa berharganya hal lama yang sudah kita tinggalkan”

Kalimat yang sangat menyentuh. Mengingatkan gue kepada henpon Sony Ericsson yang jadi henpon pertama gue. Ah sudahlah...
Lanjut lagi, ada bab berjudul Firasat
Isinya tentang cerita mas Alitt dengan temannya di STM yang harus berpisah setelah lulus. Mas Alitt lanjut kuliah di Jogja sedangkan temannya kerja di Batam. Di bab ini, berakhir sangat menyedihkan. Gue langsung terbayang dengan sahabat gue yang udah lost contact Hikssss

"..... Selamat tinggal kawan, pasti kita akan bertemu dalam kesuksesan yang abadi”

Selanjutnya, berjudul  Adik Gue, Jagoan Gue
Dimulai dengan sebuah petuah "Lingkungan itu bisa mengubah kepribadian”gue langsung penasaran dengan apa isi dari bab ini.
Setelah selesai membaca bab ini, gue menyimpulkan ini adalah bab terfavorit buat gue. Bab yang lagi-lagi menyentuh diri gue, tentang hubungan seorang kakak dan adik yang sangat dekat. Saling menyayangi, sampai akhirnya adiknya berubah, gak kayak yang mas Alitt kenal dulu. Tapi, bagaimana kisah selanjutnya? Selanjutnya, beli bukunya aja deh. Gue kasih kata-kata bijaknya

“calon orang sukses adalah orang yang mau menunda kesenangan. Asal yang berat udah bisa kita lewati, hal-hal yang menyenangkan pasti bakal mengikuti”

Kemudian, ada Cinta Tapi Bungkam
Bab yang berisi cerita tentang teman mas Alitt yang bernama Supri, anggep aja begitu namanya, yang mencintai seorang gadis bernama Ningsih. Diceritakan Supri mencintai Ningsih secara diam-diam. Sampai akhirnya mereka berkenalan, dan berakhir dengan penyesalan.
"Sejujurnya secret admirer itu bukan 'pecinta-tanpa-pamrih', tapi 'pecinta-tanpa-nyali',”

Kalimat Ajaib Gita
Kampret! Satu kata yang tepat untuk menggambarkan bab ini. Gimana gak kampret, punya gebetan yang serba ngekang. Apapun kata yang diucapkan Gita, itulah yang membuat mas Alitt bingung mau jawab apa. Aneh lah pokoknya. Padahal belum pacaran, tapi banyak nuntut

"Sebenarnya, partnership bisa dilihat dari sudut pandang sesimpel itu. Kalo kita ngerasa kehilangan saat partner kita nggak ada, artinya kita memang membutuhkan dia. Tapi, kalo saat dia nggak ada, kita ngerasa hidup kita berjalan seperti biasanya, artinya dia nggak sepenting itu buat kita”

Gue Adalah Anak Eyang
Bab yang menceritakan tentang kehidupan mas Alitt yang tumbuh menjadi lelaki mandiri bersama eyangnya. Karena terpisah dari orang tua, mas Alitt harus hidup bersama eyangnya yang menjadikan dirinya mandiri. Banyak pelajarang yang bisa gue dapat dari bab ini. Salah satunya adalah quote berikut:

"Kalo anak lain biasanya malu dengan sebutan 'Anak mami', gue dengan bangga bisa bilang, "Gue adalah anak eyang"

Long Distance Lover
Cerita tentang hubungan mas Alitt dengan bernama Wina. Pertemuaan keduanya terjadi daerah wisata di Jogja. Setelah mereka berkenalan dan semakin dekat, ternyata keduanya harus berpisah. Wina kembali melanjutkan kuliah kedokteran di Medan. Sampai akhirnya mereka jadian, dan mas Alitt melamar Wina di bandara. Romantis

Long Distance Relain-ship
Bab yang berisi lanjutan dari ba sebelumnya masih menceritkana bagaimana kisah LDR mas Alitt dengan Wina. Hubungannya semakin hangat dan terarah. Masalah muncul ketika mas Alitt sedang sibuk-sibuknya mengisi acara di luar kota. Hubungan mereka merenggang. Dan akhirnya... hubungannya berakhir

"Dan hubungan ini, gue menyadari bahwa LDR itu bukan untuk semua orang."

(L)ove In (D)ifferent Religion 
 Ini bab yang paling nampol. Walaupun gue gak pernaha ngerasain, tapi alur ceritanya sangat syahdu. Menceritakan tentang hubungan mas Alitt dengan seorang cewek berbeda kepercayaan bernama Maria. Mereka sama-sama menjaga toleransi beragama. Sampai mas Alitt bingung untuk membawa hubungan ini kemana. Akhirnya, mas Alitt memutuskan untuk selingkuh. Maria sangat mencintai mas Alitt dengan tulus, walaupun telah diselingkuhi.
"Jadi kalo ada pertanyaan, katanya jodoh di tangan Tuhan, tapi bagaimana jika keyakinan kita berbeda?" Jawaban gue adalah, "Ini bukan tentang keyakinan antara manusia dan Tuhan. Ini adalah tentang keyakinan untuk tetap memperjuangkan hubungan atau tidak" 


Buku ini bener-bener enak banget dibaca pas waktu kosong. Cocok buat ngabuburit, apalagi bentar lagi bulan puasa. Menurut gue pribadi, buku ini bernilai 4,7 dari 5. Belilah, selagi masih ada. Jangan kayak gue. Baru beli setelah setahun terbit.