04 January 2019

Always Listening, Always Understanding

Petang itu perut saya terasa menggelitik. Sedari pagi belum ada apa pun yang masuk ke kerongkongan. Botol minum kesayangan lupa diisi dari rumah. Uang... punya, sih. Rasanya capek banget buat ke mana-mana. Jadi males beli makanan atau minuman. Alhamdulillah, berkat air dari seorang teman kuliah kerongkongan saya basah kembali. Tegukan pertama sejak fajar.

Ingin sekali mulut ini mengunyah sesuatu. Kayaknya ini nih, tanda-tanda kalau manusia nggak ada puasnya. Melihat benda-benda sekitar rasanya nggak mungkin ada yang bisa dimakan: karpet, kertas, dan batu. Dua teman saya sedang sibuk menuliskan kalimat di sticky notes warna warni. “Kalian masih punya makanan nggak?” tanya saya.

“Nggak ada,” jawab mereka bersahutan.

“Hmmm oke.”

Saya membayangkan, saya melangkah pergi keluar masjid untuk mencari makanan. Tinggal pilih. Uang lagi cukup-cukupnya. Namun, kok tubuh ini berat untuk melangkah? Mungkin nanti sembari di perjalanan pulang saya bisa beli sedikit makanan, batin saya.

Untuk sementara ini...

“Minta air lagi ya.”

***

“Nih, ada titipan,” teman saya yang lain datang membawa sebungkus gorengan, lalu pamit pergi, “duluan ya.”

Alhamdulillah. Saya adalah orang pertama yang mengambil gorengan tersebut. Saking laparnya. “Eh, makan nih,” kata saya mengajak dua teman yang sedang sibuk menulis.

Salah satu dari mereka ikut mengambil. Berbarengan ketika tangannya menyambar gorengan, saya refleks bilang, “Allah baik banget ya.”

Teman saya tadi cuma tersenyum. “Iya ya.” Sepertinya dia sadar dan tau ke mana arah pembicaraan yang saya maksud. Belum juga bibir saya kering bicara makanan dan tubuh merasa malas bergerak, saat itu juga Allah jawab dengan sebungkus gorengan lewat perantara seorang teman.

Kadang hal-hal seperti ini yang membuat malu. “Allah udah sebaik ini, kita udah ngelakuin apa aja ya?” kata saya. Teman saya hanya mengangguk-angguk, lalu menggigit Masih merasa belum pantes dikasih. Tapi, kalau udah begini, udah terus-terusan dikasih...

mungkin inilah saatnya untuk mikir, dan berubah.
31 December 2018

Katakan pada Dunia, Inilah Resolusi 2019-ku!

Seperti biasanya, setiap tahun baru di kepala saya banyak muncul keinginan yang ingin dicapai. Agak bingung juga kenapa harus sampai di momen pergantian tahun keinginan itu menggebu untuk tercapai. Mungkin lebih tepat dikatakan bila momen pergantian tahun sebagai momen untuk membuat daftar keinginan. Menata lagi mana yang penting untuk ditunaikan. Tidak masalah sepertinya. Lebih baik seperti ini ketimbang bingung harus apa. Setidaknya dengan adanya tujuan, arah gerak saya menjadi lebih teratur.

Menjelang pergantian tahun saya sudah melihat beberapa teman membuat daftar harapannya. Ada yang benar-benar mempublikasikannya di media sosial. Keren. Semua orang bisa lihat itu. Dari situ, bisa jadi orang-orang yang melihat tulisannya ikut berperan untuk membantu orang itu mewujudkannya. Berbeda dengan saya. Kali ini, untuk daftar-daftar semacamnya biar menjadi rahasia saya (sebenarnya belum dibuat versi rapi dan tersusunnya juga, sih). Namun, bukan berarti keinginan itu menjadi satu hal yang akan terus-menerus saya pendam. Ada kalanya saya ceritakan ke teman terdekat.

Mungkin, di antara banyaknya keinginan, satu hal yang benar-benar bisa saya katakan pada dunia untuk 2019—bahkan seterusnya, adalah keinginan untuk terus bermanfaat bagi sesama. Hal ini saya sempat dengungkan sewaktu pencalonan ketua BEM Prodi beberapa waktu lalu. Saya menggunakan tagline “Konsisten Bermanfaat”. Kalimat itu semata-mata menjadi doa agar jiwa dan raga ini selalu memberikan sesuatu yang bermanfaat bagi sekitar.

Ya, semoga ke depannya semakin banyak karya-karya yang bisa kita berikan untuk kebermanfaatan sesama. 
24 December 2018

Langkah Kecil untuk Senyum Mereka

Satu dari sekian banyak keuntungan yang saya rasakan saat menjadi mahasiswa adalah banyaknya kesempatan untuk berbuat kebaikan. Bukan berarti selama menjadi siswa saya tidak pernah melakukan hal baik, tetapi yang dilakukan di kampus skalanya lebih besar. Itu mungkin yang saya rasakan.

Contoh kecilnya adalah setiap kali ada bencana alam, pihak sekolah akan menggalang dana ke setiap siswa di kelas-kelas melalui ketua kelas. Siswa digerakkan oleh guru-guru untuk mengumpulkan uang atau bahan makanan. Beda ketika setelah saya menjadi mahasiswa. Saya benar-benar merasakan kesempatan untuk menjadi penggerak. Skala terkecil, saya mengajak beberapa teman-teman saya di kelas untuk ikut menggalang dana.

Bila saya tidak menjadi penggerak pun kesempatan dalam membantu sangat terbuka. Penyalur bantuan sudah banyak dan menjamur. Andaikata saya cuma berniat untuk berdonasi, penyalur bantuan akan terus hadir.

Mungkin ini hanya langkah kecil. Raga kami tidak ada untuk mereka. Setiap orang bisa melakukannya. Namun, bila setiap langkah ini ditempuh oleh tiap-tiap orang, bisa dibayangkan seberapa besar bantuan yang terhimpun? Kecil, kecil, kecil, lalu membesar menjadi besar layaknya bola salju yang terus bergulir.

Saya percaya hal itu. Langkah kecil adalah awal dari langkah-langkah besar. 
15 December 2018

Untuk Kesekian Kalinya...

Untuk kesekian kalinya, saya pengin ngeblog lagi. Alhamdulillah, akhirnya bisa punya kesempatan ngisi tulisan di blog tersayang sejak SMA kelas 10 ini. 

Salah satu faktor penguat niat mengisi blog ini adalah domain. Sering kali kepikiran tentang hal yang sama: bayar domain mahal kalau nggak diisi buat apa blognya? Belum lagi harga domain setelah diperpanjang jadi mahal banget. Namun, hal itu nggak jadi terasa memberatkan. Rasanya seperti lebih berat ninggalin robbyharyanto.com dibanding bayar lebih untuk sewa domain setahun. Demi sebuah branding.  Selanjutnya, tinggal memaksimalkan domain yang diperpanjang.

Faktor lain yang jadi pendorong untuk saya mengisi blog kembali adalah faktor lingkungan. Entah kenapa, saya seperti “dipaksa” melihat hal-hal keren akhir-akhir ini. Maksudnya, orang-orang di sekitar saya kok bisa ya punya sesuatu yang mereka kerjakan selain bergelut dengan kesibukan utamanya? Dalam hal ini, saya melihat contoh teman sesama mahasiswa yang produktif. Jadi gregetan sendiri rasanya. Dulu mungkin saya pernah merasa sangat produktif di samping menyeimbangkan urusan akademik saat SMA. Kenapa sekarang nggak bisa. Itu yang harus saya renungi.

Namun, saya pun sedang berpikir, produktif seperti apa yang akan saya perjuangkan. Mengingat masa muda adalah masa yang penuh dengan gemerlap impian, saya akan memilah mana yang layak untuk diperjuangkan dan mana yang seharusnya ditinggalkan.

Mungkin 1,5 tahun ini saya belum bisa menemukan ritme menulis itu kembali. Membandingkan dengan usaha Haruki Murakami dalam mempersiapkan marathon, usaha saya untuk fit dalam menulis berusaha saya rintis kembali. Ya, untuk kesekian kalinya saya bilang begini.

16 September 2018

5 Keunggulan Sertifikat SSL yang Kamu Harus Tahu


Keamanan adalah salah satu faktor paling penting saat kita surfing di internet. Dari dulu hingga sekarang dunia internet bagaikan pisau bermata dua karena banyak hal positif yang bisa didapatkan melalui internet. Namun, tidak sedikit pula hal negatif bisa didapatkan dari surfing di internet, contohnya yang paling sederhana adalah perangkat terkena virus karena mengunjungi website. Oleh karena itu sangat penting bagi kita untuk berhati-hati ketika berada di internet. Tapi di masa kini anda bisa sedikit santai dalam menanggapi hal ini karena sertifikat SSL hadir menyingkiran masalah tersebut. Dan di artikel ini kami akan membahas lebih lanjut keunggulan sertifikat SSL yang kerap melindungi anda saat berada di internet. Namun sebelumnya, kita akan membahas tentang apa itu sertifikat SSL.

Sertifikat SSL atau singkatan dari Secure Socket Layer merupakan suatu sistem keamanan standar global yang menggunakan enkripsi modern untuk menerima atau mengirim informasi penting di internet, SSL memungkinkan komunikasi anda terenkripsi antara browser dan server web sehingga anda akan terlindungi ketika mengunjungi website tertentu. Informasi seperti apa pun yang melalui jaringan ini dienkripsi di satu end dan didekripsi setelah diterima di end lainnya. Dengan demikian, tidak ada gunanya seorang pengguna menyimpan informasi tersebut karena telah dienkripsi.

Jika anda seorang pemilik website, anda bisa mengaktifkan sertifikat SSL dengan membeli atau mengakusisinya. Dan anda bisa mempelajari cara install sertifikat SSL di sini. Browser web kini mampu mendeteksi sertifikat SSL ini untuk mengenkripsi koneksi tertentu. Pengguna pun bisa mengetahui dengan mudah apakah suatu website menggunakan sertifikat SSL atau tidak dengan melihat gembok kecil yang terletak di sebelah kiri URL nama website. Selain itu, nama website yang menggunakan sertifikat SSL juga akan teridentifikasi menggunakan protokol HTTPS bukan HTTP.

Website yang menggunakan SSL akan berubah dari HTTP menjadi HTTPS
Kini sudah sangat banyak website umum maupun belanja online yang menggunakan sertifikat SSL sebagai pelindung website mereka untuk mengurangi risiko bocornya berbagai informasi sensitif seperti nomor kartu kredit, kata sandi, nomor ponsel, alamat rumah ,email, nomor telepon dan sebagainya. Bahkan menggunakan SSL, kini seperti sebuah hal wajib yang harus dimiliki sebuah website agar mendapat kepercayaan dari pengunjung. Contoh website yang menggunakan sertifikat SSL adalah IDwebhost.

Oleh karena peran dan fungsi yang sangat penting dari sertifikat SSL bagi suatu website, berikut ini akan kami jelaskan keunggulan sertifikat SSL serta alasan mengapa anda harus menggunakan protokol ini.

Keunggulan Sertifikat SSL dan Alasan Mengapa Anda Harus Menggunakanya

1. Dengan SSL, tampilan website Anda akan menjadi terlihat lebih professional
Hampir seluruh website populer di dunia baik lokal maupun internasional, seperti Facebook, Google, Youtube dan website populer lainnya memakai lambang ikonik dari sertifikat SSL yaitu gambar gembok kecil di samping kiri URL website. Bisa kah anda menyebutkan salah satu website populer yang tidak menggunakan lambang sertifikat SSL ini?

Well, para pelaku bisnis dan pemilik website saat ini sudah mengetahui apa yang menjadi kekhawatiran pengunjung website ketika hal tersebut berkaitan dengan privasi digital atau keamanan. Oleh karena itu, dengan memasang sertifikat SSL mereka membuktikan hal tersebut bukanlah masalah dan mereka ingin para pengunjung website merasa terlindungi. Selain fungsi utama untuk melindungi tersebut, sertifikat SSL juga memberikan kesan tampilan website yang professional sehingga pengunjung akan percaya akan kredibilitas website.

Bagi website yang memiliki tipe bisnis seperti E-commerce, keberadaan sertifikat SSL sangat penting. Karena sertifikat SSL akan melindungi berbagai informasi penting dan sensitif seperti rincian kartu kredit. Payment Card Industry (PCI) standard memiliki peraturan bahwa pembayaran online yang melalui sertifikat SSL harus memiliki setidaknya 128 bit enkripsi. Enkripsi ini sebaik mungkin dugunakan untuk mengamankan transaksi online samapi iklan yang sangat baik untuk merek bisnis anda.

2. Enkripsi dan Transmisi informasi akan lebih aman
Keunggulan sertifikat SSL selanjutnya adalah keamanan berlapis sehingga enkripsi dan transmisi informasi dapat dijalankan dengan lebih aman. Alasan utama mengapa menggunakan sertifikat SSL direkomendasikan adalah sertfikat SSL menjamin bahwa setiap paket data yang ditukar antara pengguna browser dengan website yang memiliki sertifikat SSL akan dilindungi dengan teknik enksripsi yang paling canggih. Hal ini bertujuan untuk mencegah tindakan pencurian data yang mungkin dilakukan oleh pihak tak bertanggung jawab. Informasi yang berguna tidak akan terbaca karena teknik canggih enkripsi ini. Oleh sebab itu, pengguna dijamin akan merasa lebih aman saat mengunjungi website yang memiliki sertifikat SSL.


Dengan SSL, kemamanan akan semakin terjamin

3. SEO friendly
Selanjutnya keunggulan sertifikat SSL yang ketiga adalah SEO friendly. Ya tanpa disadari, banyak website perusahaan yang berusaha menjadi nomor 1 perihal SEO (Search Engine Optimization) dengan mengandalkan konten yang mereka buat. Namun ternyata selain faktor konten tersebut, sertifikat SSL ternyata juga memiliki peran penting untuk mencapai SEO. Mengapa bisa begitu? Hal ini berkaitan dengan keunggulan sertifikat SSL nomor 4 berikut.

4. Google sangat suka dengan website yang menggunakan sertifikat SSL
Ya, inilah alasan utama mengapa sertifikat SSL bisa mendukung SEO atau SEO friendly. Sudah sejak dua tahun lalu, Google menyatakan bahwa mendukung penuh sertifikat SSL dan akan memprioritaskan website yang memiliki sertifikat SSL untuk mengatur ranking di halaman hasil pencarian.

Sertifikat SSL akan meningkatkan traffic website anda

Oleh karena itu, sekarang ini akan cukup percuma jika konten yang ada di website anda bagus namun belum memasang sertifikat SSL karena Google akan menaruh website anda pada ranking atau urutan yang cukup belakang pada halaman hasil mesin pencarian. Dengan semakin banyak traffic yang anda dapatkan, anda juga akan meningkatkan peringkat anda di halaman pertama hasil pencarian. Dengan proses yang berkelanjutan dan berputar seperti ini, menggunakan SSL di website anda dapat menjadi awal mula yang efektif karena selain melindungi pengunjung SSL juga akan membuat website anda semakin ramai pengunjung.

5. Mencegah disisipkan iklan oleh ISP
Selanjutnya, keunggulan sertifikat SSL adalah mampu mencegah iklan yang disisipkan oleh ISP. Mungkin anda pernah mengalami hal ini, yaitu ketika sedang browsing dan membuka suatu website tiba-tiba muncul iklan dari provider anda. Well, iklan ini merupakan sisipan dari ISP (Internet Service Provider) yang pastinya sangat merugikan bagi anda kan. Oleh karena itu, keberadaan sertifikat SSL sangat penting dan dibutuhkan karena SSL mampu menghentikan sisipan iklan tersebut dan mengganti protokol anda dari HTTP menjadi HTTPS. Sangat mudah bukan?

Well, itu dia 5 keunggulan sertifikat SSL. Bagaimana apakah sudah tertarik memasang sertifikat SSL?
Dan bagi anda pemilik usaha yang ingin membeli sertifikat SSL namun belum memiliki domain, bisa membeli di IDwebhostcom yang menyediakan berbagai jenis domain murah yang kemudian bisa Anda pasangkan sertifikat SSL.
09 September 2018

Obat yang Ditawarkan Senja

Apa yang mampu mengobati lelah setelah seharian beraktivitas?
Saya pernah mendengar jawaban: "menikmati senja". Tidak ada cara tertentu untuk menikmati senja. Boleh memotret langit, melipir ke tukang buah untuk makan nanas di pinggiran fly over--seperti yang biasa teman saya ceritakan pada saya, atau bahkan semudah menatap langit jingga. Senja adalah waktu yang sibuk bagi orang-orang untuk pulang.

Hari itu saya pulang dari Kebun Raya Bogor (KRB) dalam acara bersama teman-teman. Saya dibonceng seorang teman menggunakan sepeda motor. Kami meninggalkan KRB sekitar pukul 5 sore. Sebelumnya kami harus mengalami "drama parkir motor" selama 30 menit. Gara-gara teman saya parkir bukan di tempat semestinya dan bikin geger penjaga KRB, terpaksa kami pulang lebih sore daripada teman-teman lainnya.

Suara azan Magrib mengangkasa. Teman saya sesering mungkin melihat ke kiri jalan untuk mencari masjid terdekat. Saya merasa aman dan bersyukur dibonceng dia. Teman saya mengerti bahwa secepatnya kita memang harus berhenti dan segera bersujud. Teman saya menyalakan lampu sein kiri tepat di depan sebuah pondok pesantren.

Di akhir sholat berjamaah, saya dibuat terpukau sekaligus terpukul. Mendengar rapinya para jamaah--yang mayoritas diisi oleh santri--berzikir. Mereka tidak terburu-buru. Sangat jauh berbeda dengan saya yang lebih sering ingin keluar lebih cepat setelah shalat.

Tertampar. Itulah kata yang pas menggambarkan perasaan saya saat itu. Terlalu sering saya meminta hal untuk buru-buru diwujudkan, tetapi waktu yang diluangkan untuk mengingat-Nya hanya sedikit. Merasa nggak tau malu juga ketika datang ke rumah-Nya hanya karena ada maunya. Setelah diberi, sudah, selesai semua. Sore itu spontan air mata saya mengalir. Mengingat bagaimana kurang ajarnya saya dalam berhubungan dengan-Nya. Saya sepertinya sedang 'sakit' sehingga kejadian sore itu menjadi obat buat saya. 

Saya jadi rindu wisata-wisata seperti ini. Pergi ke tempat tak terduga yang menjadi obat hati saya untuk selalu mengingat-Nya.

"Maka ingatlah kepada-Ku, Aku pun akan ingat kepadamu. Bersyukurlah kepada-Ku dan janganlah kamu ingkar kepada-Ku."
(QS. Al-Baqarah 2: Ayat 152)