16 September 2018

5 Keunggulan Sertifikat SSL yang Kamu Harus Tahu


Keamanan adalah salah satu faktor paling penting saat kita surfing di internet. Dari dulu hingga sekarang dunia internet bagaikan pisau bermata dua karena banyak hal positif yang bisa didapatkan melalui internet. Namun, tidak sedikit pula hal negatif bisa didapatkan dari surfing di internet, contohnya yang paling sederhana adalah perangkat terkena virus karena mengunjungi website. Oleh karena itu sangat penting bagi kita untuk berhati-hati ketika berada di internet. Tapi di masa kini anda bisa sedikit santai dalam menanggapi hal ini karena sertifikat SSL hadir menyingkiran masalah tersebut. Dan di artikel ini kami akan membahas lebih lanjut keunggulan sertifikat SSL yang kerap melindungi anda saat berada di internet. Namun sebelumnya, kita akan membahas tentang apa itu sertifikat SSL.

Sertifikat SSL atau singkatan dari Secure Socket Layer merupakan suatu sistem keamanan standar global yang menggunakan enkripsi modern untuk menerima atau mengirim informasi penting di internet, SSL memungkinkan komunikasi anda terenkripsi antara browser dan server web sehingga anda akan terlindungi ketika mengunjungi website tertentu. Informasi seperti apa pun yang melalui jaringan ini dienkripsi di satu end dan didekripsi setelah diterima di end lainnya. Dengan demikian, tidak ada gunanya seorang pengguna menyimpan informasi tersebut karena telah dienkripsi.

Jika anda seorang pemilik website, anda bisa mengaktifkan sertifikat SSL dengan membeli atau mengakusisinya. Dan anda bisa mempelajari cara install sertifikat SSL di sini. Browser web kini mampu mendeteksi sertifikat SSL ini untuk mengenkripsi koneksi tertentu. Pengguna pun bisa mengetahui dengan mudah apakah suatu website menggunakan sertifikat SSL atau tidak dengan melihat gembok kecil yang terletak di sebelah kiri URL nama website. Selain itu, nama website yang menggunakan sertifikat SSL juga akan teridentifikasi menggunakan protokol HTTPS bukan HTTP.

Website yang menggunakan SSL akan berubah dari HTTP menjadi HTTPS
Kini sudah sangat banyak website umum maupun belanja online yang menggunakan sertifikat SSL sebagai pelindung website mereka untuk mengurangi risiko bocornya berbagai informasi sensitif seperti nomor kartu kredit, kata sandi, nomor ponsel, alamat rumah ,email, nomor telepon dan sebagainya. Bahkan menggunakan SSL, kini seperti sebuah hal wajib yang harus dimiliki sebuah website agar mendapat kepercayaan dari pengunjung. Contoh website yang menggunakan sertifikat SSL adalah IDwebhost.

Oleh karena peran dan fungsi yang sangat penting dari sertifikat SSL bagi suatu website, berikut ini akan kami jelaskan keunggulan sertifikat SSL serta alasan mengapa anda harus menggunakan protokol ini.

Keunggulan Sertifikat SSL dan Alasan Mengapa Anda Harus Menggunakanya

1. Dengan SSL, tampilan website Anda akan menjadi terlihat lebih professional
Hampir seluruh website populer di dunia baik lokal maupun internasional, seperti Facebook, Google, Youtube dan website populer lainnya memakai lambang ikonik dari sertifikat SSL yaitu gambar gembok kecil di samping kiri URL website. Bisa kah anda menyebutkan salah satu website populer yang tidak menggunakan lambang sertifikat SSL ini?

Well, para pelaku bisnis dan pemilik website saat ini sudah mengetahui apa yang menjadi kekhawatiran pengunjung website ketika hal tersebut berkaitan dengan privasi digital atau keamanan. Oleh karena itu, dengan memasang sertifikat SSL mereka membuktikan hal tersebut bukanlah masalah dan mereka ingin para pengunjung website merasa terlindungi. Selain fungsi utama untuk melindungi tersebut, sertifikat SSL juga memberikan kesan tampilan website yang professional sehingga pengunjung akan percaya akan kredibilitas website.

Bagi website yang memiliki tipe bisnis seperti E-commerce, keberadaan sertifikat SSL sangat penting. Karena sertifikat SSL akan melindungi berbagai informasi penting dan sensitif seperti rincian kartu kredit. Payment Card Industry (PCI) standard memiliki peraturan bahwa pembayaran online yang melalui sertifikat SSL harus memiliki setidaknya 128 bit enkripsi. Enkripsi ini sebaik mungkin dugunakan untuk mengamankan transaksi online samapi iklan yang sangat baik untuk merek bisnis anda.

2. Enkripsi dan Transmisi informasi akan lebih aman
Keunggulan sertifikat SSL selanjutnya adalah keamanan berlapis sehingga enkripsi dan transmisi informasi dapat dijalankan dengan lebih aman. Alasan utama mengapa menggunakan sertifikat SSL direkomendasikan adalah sertfikat SSL menjamin bahwa setiap paket data yang ditukar antara pengguna browser dengan website yang memiliki sertifikat SSL akan dilindungi dengan teknik enksripsi yang paling canggih. Hal ini bertujuan untuk mencegah tindakan pencurian data yang mungkin dilakukan oleh pihak tak bertanggung jawab. Informasi yang berguna tidak akan terbaca karena teknik canggih enkripsi ini. Oleh sebab itu, pengguna dijamin akan merasa lebih aman saat mengunjungi website yang memiliki sertifikat SSL.


Dengan SSL, kemamanan akan semakin terjamin

3. SEO friendly
Selanjutnya keunggulan sertifikat SSL yang ketiga adalah SEO friendly. Ya tanpa disadari, banyak website perusahaan yang berusaha menjadi nomor 1 perihal SEO (Search Engine Optimization) dengan mengandalkan konten yang mereka buat. Namun ternyata selain faktor konten tersebut, sertifikat SSL ternyata juga memiliki peran penting untuk mencapai SEO. Mengapa bisa begitu? Hal ini berkaitan dengan keunggulan sertifikat SSL nomor 4 berikut.

4. Google sangat suka dengan website yang menggunakan sertifikat SSL
Ya, inilah alasan utama mengapa sertifikat SSL bisa mendukung SEO atau SEO friendly. Sudah sejak dua tahun lalu, Google menyatakan bahwa mendukung penuh sertifikat SSL dan akan memprioritaskan website yang memiliki sertifikat SSL untuk mengatur ranking di halaman hasil pencarian.

Sertifikat SSL akan meningkatkan traffic website anda

Oleh karena itu, sekarang ini akan cukup percuma jika konten yang ada di website anda bagus namun belum memasang sertifikat SSL karena Google akan menaruh website anda pada ranking atau urutan yang cukup belakang pada halaman hasil mesin pencarian. Dengan semakin banyak traffic yang anda dapatkan, anda juga akan meningkatkan peringkat anda di halaman pertama hasil pencarian. Dengan proses yang berkelanjutan dan berputar seperti ini, menggunakan SSL di website anda dapat menjadi awal mula yang efektif karena selain melindungi pengunjung SSL juga akan membuat website anda semakin ramai pengunjung.

5. Mencegah disisipkan iklan oleh ISP
Selanjutnya, keunggulan sertifikat SSL adalah mampu mencegah iklan yang disisipkan oleh ISP. Mungkin anda pernah mengalami hal ini, yaitu ketika sedang browsing dan membuka suatu website tiba-tiba muncul iklan dari provider anda. Well, iklan ini merupakan sisipan dari ISP (Internet Service Provider) yang pastinya sangat merugikan bagi anda kan. Oleh karena itu, keberadaan sertifikat SSL sangat penting dan dibutuhkan karena SSL mampu menghentikan sisipan iklan tersebut dan mengganti protokol anda dari HTTP menjadi HTTPS. Sangat mudah bukan?

Well, itu dia 5 keunggulan sertifikat SSL. Bagaimana apakah sudah tertarik memasang sertifikat SSL?
Dan bagi anda pemilik usaha yang ingin membeli sertifikat SSL namun belum memiliki domain, bisa membeli di IDwebhostcom yang menyediakan berbagai jenis domain murah yang kemudian bisa Anda pasangkan sertifikat SSL.
09 September 2018

Obat yang Ditawarkan Senja

Apa yang mampu mengobati lelah setelah seharian beraktivitas?
Saya pernah mendengar jawaban: "menikmati senja". Tidak ada cara tertentu untuk menikmati senja. Boleh memotret langit, melipir ke tukang buah untuk makan nanas di pinggiran fly over--seperti yang biasa teman saya ceritakan pada saya, atau bahkan semudah menatap langit jingga. Senja adalah waktu yang sibuk bagi orang-orang untuk pulang.

Hari itu saya pulang dari Kebun Raya Bogor (KRB) dalam acara bersama teman-teman. Saya dibonceng seorang teman menggunakan sepeda motor. Kami meninggalkan KRB sekitar pukul 5 sore. Sebelumnya kami harus mengalami "drama parkir motor" selama 30 menit. Gara-gara teman saya parkir bukan di tempat semestinya dan bikin geger penjaga KRB, terpaksa kami pulang lebih sore daripada teman-teman lainnya.

Suara azan Magrib mengangkasa. Teman saya sesering mungkin melihat ke kiri jalan untuk mencari masjid terdekat. Saya merasa aman dan bersyukur dibonceng dia. Teman saya mengerti bahwa secepatnya kita memang harus berhenti dan segera bersujud. Teman saya menyalakan lampu sein kiri tepat di depan sebuah pondok pesantren.

Di akhir sholat berjamaah, saya dibuat terpukau sekaligus terpukul. Mendengar rapinya para jamaah--yang mayoritas diisi oleh santri--berzikir. Mereka tidak terburu-buru. Sangat jauh berbeda dengan saya yang lebih sering ingin keluar lebih cepat setelah shalat.

Tertampar. Itulah kata yang pas menggambarkan perasaan saya saat itu. Terlalu sering saya meminta hal untuk buru-buru diwujudkan, tetapi waktu yang diluangkan untuk mengingat-Nya hanya sedikit. Merasa nggak tau malu juga ketika datang ke rumah-Nya hanya karena ada maunya. Setelah diberi, sudah, selesai semua. Sore itu spontan air mata saya mengalir. Mengingat bagaimana kurang ajarnya saya dalam berhubungan dengan-Nya. Saya sepertinya sedang 'sakit' sehingga kejadian sore itu menjadi obat buat saya. 

Saya jadi rindu wisata-wisata seperti ini. Pergi ke tempat tak terduga yang menjadi obat hati saya untuk selalu mengingat-Nya.

"Maka ingatlah kepada-Ku, Aku pun akan ingat kepadamu. Bersyukurlah kepada-Ku dan janganlah kamu ingkar kepada-Ku."
(QS. Al-Baqarah 2: Ayat 152)

02 August 2018

Menata Diri Lewat Blog

Libur semester kadang membuat saya bingung. Terbiasa di kampus disibukkan dengan segudang aktivitas, sesampainya pada liburan malah kebingungan. True story, pada liburan semester sebelumnya saya sempat sakit karena ... liburan. Tekanan yang sudah terbiasa diterima di kampus menghilang ketika liburan. 

Untuk mengisi liburan, saya ikut beberapa kepanitiaan di kampus. Hal ini cukup membuat saya beberapa kali ke kampus. Saya nggak peduli ada teman saya yang bilang, "Ngapain sih, udah liburan masih aja ke kampus?" Ya, kalau boleh saya jawab, saya belajar dari pengalaman. Hitung-hitung mencegah sakit dan tetap membuat tubuh selalu fit. Halah.

Kebetulan saya hari ini tidak ke kampus. Saya berpikir untuk mencari kesibukan lain. Di rumah, saya bisa bantu-bantu orang tua dan main bareng keponakan yang sekarang berumur 2 tahun. Namun, kangen juga rasanya liburan begini untuk ngeblog. Saya pergi ke warnet dan kembali menulis. Maklum, laptop saya sudah pensiun alias rusak.

Mungkin, hal ini penting saya tulis. 

Ada banyak hal yang mulai saya sadari, yang bagi saya selama ini baik, ternyata tidak.

Pertama, saya mulai menyadari bahwa penting untuk memberikan jamuan terbaik kepada tamu. Saya sudah lama menganggap blog ini sebagai rumah dan pembaca saya adalah teman yang sedang bertamu. Saya mulai berpikir, apakah selama ini jamuan saya sudah baik? Saya nggak tahu jawaban pastinya. Namun, sebuah nasihat pernah saya dapat, yaitu kamu tidak pernah bisa membuat semua orang puas atas apa yang kamu kerjakan. Hal itu yang membuat saya cukup tenang sebenarnya. Suka atau tidak suka, saya tetap akan mengerjakan apa yang saya suka. Bedanya, ke depannya saya akan membuat sedikit, atau bisa dibilang perubahan besar, mengenai konten yang akan saya tulis.

Satu hal yang membuat saya ingin mengubah konten adalah karena saya merasa tiga tahun slengean banget dalam menulis. Pada suatu malam, saya baca ulang tulisan saya periode 2014 sampai 2017 awal. Rasanya ... kok serem banget ya? Serem maksud saya adalah bagaimana ketika tulisan ini dibaca siswa saya kelak. Saya dengan pede bilang 'siswa' karena minimal saya akan mengikuti Praktik Keterampilan Mengajar (PKM) ke sekolah. Sekalipun saya nggak jadi seorang guru, saya akan ketemu siswa kelak.
Kedua, berkaitan dengan poin pertama, saya akan menghapus atau mengedit beberapa tulisan lama. Entah dihapus atau dijadikan kembali ke draf, intinya ada beberapa tulisan yang akan menghilang. Saya mohon maaf bila di dalam tulisan tersebut ternyata banyak menyakiti hati kalian. Karena dengan cara ini, saya berikhtiar untuk menata diri lewat blog.

Ketiga, saya mohon doa dari teman-teman untuk ikhtiar saya ini. Agar nantinya tulisan yang saya buat di blog ini dapat membawa manfaat. 

Terima kasih, teman-teman. Semoga kita selalu menjadi orang yang berkesempatan untuk membenahi diri.
01 August 2018

Membuat Blog Semakin Keren

Blog yang dulu saya kenal ternyata berbeda dengan sekarang. Dulu, saya hanya berpikir sederhana soal ngeblog: tulis aja apa yang mau ditulis. Hal sederhana itu ternyata yang tetap membuat saya tetap ngeblog sampai sekarang—meskipun sekarang semakin sedikit jumlah tulisan yang saya buat. Saya nggak ada beban untuk menulis seperti apa dan bagaimana memulainya. Asalkan aman, saya lanjut terus. Kemudian dihapus dan ditambahkan dalam pengeditan, memastikan layak baca. Sesederhana itu.

Seiring berjalannya waktu, saya menemukan tips dan trik dalam membuat blog yang semakin keren. Hal ini saya ketahui dari pengalaman, rekomendasi teman, dan sedikit baca-baca artikel di internet. Bisa jadi, hal ini adalah langkah awal untuk membuat blog ramai pengunjung, sebelum membahas hal-hal yang lebih jauh.

Ramah pengunjung

Anggap saja kita sedang bertamu ke rumah seorang teman. Kita tahu seperti apa teman kita tersebut. Lalu, sesampai di rumahnya, adik teman kita menjitak kepala kita dari belakang sambil menampilkan wajah judes. Apa respons kita? Mungkin, besok-besok kita jadi ragu untuk main lagi ke rumah teman kita.

Mungkin itu analogi yang ekstrem. Namun, hal yang sama pasti akan terjadi ketika kita mengunjungi sebuah blog atau website yang memperlakukan kurang baik. Kita kurang nyaman. Memang, sih, blog nggak bisa menampilkan wajah judes sambil ngejitak kepala kita, tetapi ada saatnya penampilan blog membuat kita jadi berpikir dua kali untuk kembali ke blognya.

Contohnya, ketika blog terlalu dipenuhi iklan. Bagi saya, blog seperti itu kurang ramah pengunjung. Saya pribadi kalau ketemu blog atau website seperti itu langsung saya close tab. Takut ada hal-hal nggak enak bakal terjadi di handphone atau laptop saya. Toh, informasi nggak cuma dari sana saja. Masih banyak informasi bertebaran di tempat lain.


Kekayaan konten
sumber: Indoim

Konten adalah raja. Begitulah menurut ahli-ahli blogger. Saya sendiri setuju dengan kalimat tersebut. Karena konten akan memengaruhi kepuasaan pengunjung. Namun, sebenarnya seperti apa konten yang dapat memuaskan pengunjung?

Menurut saya, jawabannya dapat berbeda-beda.

Orang yang lebih suka atau lebih dulu menulis konten dengan banyak teks, lebih cepat membuat puas pembaca yang menyukai banyak teks. Begitu juga dengan blogger yang lebih memperkaya kontennya dengan gambar cenderung disukai orang-orang yang menyukai keindahan visual. Kita nggak pernah bisa memuaskan semua jenis pengunjung.

Saya termasuk jenis orang yang pertama. Sah-sah saja bila ada orang yang kurang menyukai blog saya karena kurang cakep penampilannya. (Ya, bebas deh, mau penampilan blog atau penulisnya)

Hosting

Bila bingung dengan apa itu hosting, anggapan sederhananya, menurut Hostinger Indonesia, adalah menganggap nama domain sebagai alamat dan web hosting adalah bangunan fisiknya. By the way, Hostinger sendiri adalah salah satu jasa penyedia hosting di Indonesia.

web hosting murah Hostinger
Hostinger

Fungsi hosting sendiri adalah menyimpan data-data dari blog. Kita semacam punya tanah sendiri atas rumah yang kita bangun. Berbeda dengan ketika kita menumpang di blogspot, misalnya. Apa yang telah kita bangun, nasibnya akan tergantung pada tempat kita bernaung. Sedih pasti ketika apa yang sudah lama kita bangun, tiba-tiba menghilang atau dihapus.

Agar lebih optimal fungsinya, sesuatu hal biasanya membutuhkan modal. Kebanyakan jasa penyedia hosting dengan kualitas oke sudah mematok harga tertentu. Hostinger punya harga yang relatif terjangkau dan kualitas benar-benar oke. Terbukti dari 29 juta lebih klien sudah mempercayai Hostinger sebagai jasa penyedia hosting mereka.

paket web hostinger



Lebih dari itu, tips dan trik tadi bisa saja berbeda versi bagi setiap orang. Kembali ke tujuan awal ngeblog, atau bahkan tujuan menulis itu sendiri: Menulis untuk berbagi. Selamat membuat blogmu semakin keren!



19 July 2018

Jembatan Antara Cemas dan Tenang

Perasaan ini semakin menguat. Baru kali ini saya merasa secampur aduk ini.

Tentang rindu. Membuat saya bingung, cemas, sedih.

"Emang nggak kangen?" ujar wanita itu pada suatu malam.
"Kangen sih, tapi gimana lagi ya." Saya cuma senyum, berusaha mengobati momen-momen yang hilang di antara kami.

Bukan hal yang biasa bagi kami. Sudah terlalu lama kami tidak bertukar senyum. Saya hampir lupa rasanya deg-degan untuk mengawali cerita atau berkeluh kesah sejenak. Untuk hal sesederhana minum teh bareng, kami pun tak sempat. Terlalu sering saya meninggalkannya dengan senyum. Entah, rasanya seperti senyum yang berat karena harus menahan suatu beban.

Wanita itu adalah ibu saya.

Mungkin, kalau saya boleh membandingkan, lebih kangen lagi teman-teman saya yang berasal dari luar kota, yang jaraknya lebih jauh dari saya. Jarak rumah saya ke tempat menimba ilmu ini hanya 25 km. Naik bus Transjakarta, transit sekali, dilanjut naik angkot, jalan sebentar, sampai. Terbayang teman-teman saya yang asalnya dari luar Jawa. Harus menunggu berbulan-bulan untuk menginjakkan kaki di tanah kelahirannya. Saya, bahkan bisa setiap hari nginjek-nginjek tanah depan kontrakan.

Pertanyaannya, bagaimana mereka bisa sekuat itu menahan rindu?

Malam tak pernah sanggup memberi ruangnya untuk saya menuntaskan rindu. Selalu saja berakhir di kasur, tertidur, lalu paginya--hal yang sangat memberatkan--harus berangkat lagi.

Seorang kakak di kampus pernah berkata kepada saya, "Kalau kondisinya kita lagi jarang di rumah, pastiin kita tetap yakin. Allah yang jaga mereka (keluarga)."

Saya sedikit tenang. Apalagi setelah saya tahu, berkabar adalah obat dari rasa cemas itu sendiri. Saya akan dengan mudah bercerita tentang apa saja kesibukan di kampus dan beberapa kesulitannya. Alhamdulillah, dukungan dari mereka selalu menemani saya.

"Intinya, kamu yakin aja. Inget Allah. Jangan tinggalin salat. Kepercayaan ini jangan disalahgunakan buat melakukan hal-hal gak bermanfaat," nasihat ibu saya.


***

(Dalam rangka ingin mengisi blog sambil menumpangi bus Transjakarta rute TUGAS - Grogol)

16 June 2018

Akrab dengan Kimia

Saya menyukai kimia.

Mungkin sebelum melanjutkan bacaan hingga kata terakhir, ada baiknya saya mengatakan, bahwa postingan ini tetap bisa dinikmati semua orang. Bukan hanya untuk orang-orang yang sedang dan/atau pernah mempelajari ilmu kimia.

Bagi saya, kimia adalah mata pelajaran yang cara mendapatkan nilai bagus bisa diraih relatif mudah. Bayangkan, 60 persen soal berupa hitungan sederhana. Tinggal masuk ke rumus, voila, hasilnya ketemu. Bahkan ada soal hitungan yang nggak perlu pake rumus! Menyenangkan bukan?

Bagaimana dengan 40 persennya? Sisanya cuma berupa hafalan kok. Pahit-pahitnya, bisa pake cara "ngitung kancing". Soal pilihan ganda mempermudah segalanya.

Namun, semuanya berubah sejak saya masuk perkuliahan. Jangan harap ada soal pilihan ganda. Soal yang bermodalkan hafalan juga jarang. Lagipula berat kalau mau ngafalin semua materi sebuku. Soal hitungan sedikit banget. Sekalinya ada, angkanya nggak ada yang sebagus soal kimia SMA.

Hal ini cukup bikin saya resah.

Saya curhat ke seorang teman di kantin kampus. Saya khawatir. Kelak ketika saya menjadi guru, saya takut menyampaikan ilmu yang salah. Teman saya sudah mulai ngajar sebagai guru privat. Setidaknya dia punya satu langkah di depan saya yang belum punya pengalaman mengajar. Dari jawabannya, saya menangkap satu poin penting: semuanya bisa kalau sudah terbiasa. Sambil belajar terus tentunya.
"Menurut lu, gue cocok jadi guru apa?" tanya saya, usil. Pertanyaan nggak penting sebenarnya.
"Guru SD!" jawab dia cepat.

Lagi galau di jurusan sendiri, dikasih jawaban kayak gitu. Malah memunculkan niat buat pindah jurusan. Lagi pula anak SD belum dapat pelajaran kimia. Yang ada, kalau ditanya apa itu atom, nanti jawabannya, "Itu jenis kacang?"

Pada suatu siang di tengah libur lebaran, saya tergelitik dengan satu judul artikel di blog Pak Urip. Beliau adalah guru kimia yang... punya blog. Apa bedanya dengan guru kimia yang punya blog lainnya? Nggak tau! Saya nggak pandai mendeskripsikan seseorang.

Judulnya adalah "Membumikan Kimia". Sebagai mahasiswa yang sering terlibat dalam istilah-istilah kimia, saya penasaran pastinya dengan judul tersebut. Apanya yang dibumikan? Atau kimia lebih baik dikebumikan karena... Oke, nggak perlu dilanjutkan.

Bicara soal judul post tersebut, saya jadi ingat satu sesi kuliah kimia. Dosen saya bingung melihat fakta tentang kimia yang berkembang di masyarakat. Intinya, menurut beliau, kimia masih terlalu dianggap ilmu yang melangit. 

Yang ada di pikiran banyak orang, kimia... ya cuma bahan pembuat bom. Teman-teman saya pernah bercerita, sering kedapatan percakapan seperti ini:
"Kuliah jurusan apa?"
"Kimia."
"Oh, berarti bisa bikin bom dong?"

Saya nggak tau itu jenis tanggapan yang bercanda atau bukan. Kalau itu bercanda, saya juga punya tanggapan bercanda. Seandainya saya berada dalam percakapan yang sama....
"Kuliah di jurusan apa?"
"Pendidikan Kimia."
"Oh, berarti bisa bikin bom dong?"
"Bukan saya yang bikin. Saya cuma ngajarin."

Ah, nanti malah keciduk. Hehehe.

Kembali ke topik. Sebenarnya dunia kimia sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari. Saat mandi, kita pakai sabun, pasta gigi, sampo. Itu semua melibatkan bahan kimia. Ketika lapar, asam lambung terasa naik ke kerongkongan. Bayangkan, asam lambung adanya di tubuh kita. Lalu, kenapa kita masih jauh-jauh mikir kimia adalah bom?

Di kalangan anak sekolah kejadiannya mirip. Kalau anak sekolah ditanya "apa saja contoh garam?", anak sekolah, bahkan mahasiswa, kebanyakan jawab natrium klorida (NaCl) atau garam dapur. Padahal, masih banyak contoh-contoh garam yang ada di kehidupan sehari-hari. Kapur termasuk garam. Sabun pun termasuk garam. Ada lelucon yang dosen saya sampaikan. "Orang-orang kimia bisa-bisa darah tinggi karena contoh garam yang dia tahu cuma garam dapur." Rupanya, selain kekurangan stok garam, kita juga kekurangan contoh garam.

Mengutip tulisan tersebut, "Karena siswa sendiri tidak diakrabkan dengan dunia nyata dalam pelajaran kimia itu sendiri." Kalau diingat-ingat lagi zaman SMA, apa yang saya pelajari tentang kimia adalah hal-hal yang sifatnya abstrak. Nah, bisa jadi, teman-teman saya yang menganggap kimia sebagai mata pelajaran paling nyebelin adalah karena terasa kurang aplikatif di kehidupan sehari-hari. Untuk apa belajar teori atom sampai pusing membayangkan teorinya Rutherford bila dia bercita-cita sebagai seorang ekonom? Dosen saya sempat menyinggung hal ini. "Lebih baik kita kenalkan tentang manfaat serta bahaya-bahaya bahan kimia. Semua orang nggak perlu tau soal teori atom, kok, dan semua orang nggak mau jadi ahli kimia. Kalau kita kenalkan kimia tentang hal-hal tadi, mau dia bekerja sebagai akuntan atau pengacara, ilmu kimia jadi lebih aplikatif." Hal itu yang sepertinya menjadi PR untuk para guru, termasuk saya seorang calon guru kimia.

Tambahnya lagi, "Anak SMA kalau udah bisa hitung-hitungan kimia, udah deh, merasa jadi ahli kimia." Saya ketawa ngakak dalam hati. Saya nggak berani ketawa secara langsung karena saya duduk persis di depannya. Saya cuma tersenyum. Saya kayak lagi dihadapkan dengan cermin besar. Ini saya banget!
"Yang paling penting itu konsep. Hitung-hitungan cuma dipakai sebagai metode pengambilan keputusan," tambahnya. Kemudian saya tulis kalimat tadi di binder saya. Segala keputusan butuh perhitungan. Siap.

Saya jadi sedih setelah mengetahui hal yang sudah terjadi (contoh terdekat: diri saya sendiri). Kasihan juga anak-anak SMA yang semangat belajar kimia hanya karena merasa mendapat kemudahan dari hitung-hitungan kimia, tetapi melupakan konsep. Apalagi konsep kimia di SMA menurut dosen-dosen saya ada banyak kekeliruan. Nah, jadi serba salah ya.

Lagi-lagi itu saya sadari setelah saya belajar kimia di perkuliahan. Konsep-konsep yang sudah saya pahami sejak SMA buyar begitu saja ketika diberikan konsep yang lebih masuk akal. Rupanya, guru-guru SMA seringkali salah tangkap mengenai konsep dan salah juga penyampaiannya. Atau bisa juga terjadi seperti ini: konsep dan penyampaian dari guru sudah oke, tetapi siswa salah mengartikan. Kalau nggak salah, hal ini disebut miskonsepsi.

Rasanya, benar kata teman saya. Kita harus terbiasa. Terbiasa sekaligus membiasakan dunia kimia akrab dalam kehidupan sehari-hari. Bukan berarti biar tahu suatu larutan termasuk asam atau basa kita selalu bawa kertas lakmus ke mana-mana.

Di malam takbiran, saya sejenak keluar rumah. Letupan kembang api mengangkasa dan ledakannya bersahutan. Saya takjub dan kembali teringat sesi perkuliahan, pada sebuah pertanyaan.

"Petasan itu terbuat dari apa?"

Apa yang selanjutnya terjadi?

Sunyi.

Memang, sepertinya kita butuh lebih kenal dunia agar kimia terasa lebih dekat. Peringatan juga untuk saya agar terus belajar dan meningkatkan pemahaman.

(Tambahan: saat saya sedang kepikiran menulis tulisan ini, saya menemukan sebungkus deterjen. Barangkali itulah satu-satunya "bom" yang saya tahu. Ya, merek deterjen.)