Tidak Kenal Potensi Bukan Lagi Kutukan

Hingga saat ini, setelah lulus SMA, kepala gue masih dihujani pertanyaan: Mau lanjut ke mana setelah ini?

Lulus SMA bukanlah suatu hal yang bisa membuat gue tenang begitu saja. Setiap bangun pagi gue harus mengakrabkan diri pada kejenuhan. Tidak ada lagi uang saku, tidak ada lagi main-main. Semakin sadar bahwa semua tindakan harus dipikirkan matang-matang. Salah satunya adalah perihal pilihan jurusan kuliah.

Kata orang, salah jurusan berarti salah pilihan hidup. Hal itu menjadi salah satu alasan ketakutan bagi anak kelas 12. Bingung mau melangkah ke mana. Mau kerja, tapi nggak punya kemampuan khusus, terutama anak SMA yang memang belum punya keahlian seperti anak SMK. Menjadi anak kelas 12 berarti sering dihadapkan dengan ujian batin.

Pikiran gue mentok saat itu. Dalam pikiran gue, dibumbui rasa frustrasi, hanya orang yang pintar Matematika saja yang bisa sukses. Gue melihat nilai rapor dari semester satu sampai lima, hati gue berbisik, “Astagfirullah...”

Mata pelajaran yang perlu hitung-hitungan menjadi kelemahan. Padahal menurut cerita yang berkembang di masyarakat, sukses tidak melulu harus bisa pelajaran Matematika. Yang paling terpenting kita harus tahu apa potensi diri.

Sayangnya, selama ini gue nggak tahu apa potensi sendiri.

Dalam kondisi seperti ini, biasanya rapor dijadikan acuan. Lima semester di rapor gue, menurut dugaan, adalah hasil dari “nilai kasihan”. Rapor pun tidak memberi pencerahan atas masalah gue.

Sepetinya gue nggak sendirian. Banyak anak kelas 12 yang masih samar-samar akan potensi diri sebelum tahu apa jurusan kuliah pilihannya. Gue curiga, mungkin zaman dulu ada seorang anak SMA pintar, tetapi dia nakal dan suka ngomong kasar, lalu dikutuk Dewa, “Terkutuklah anak-anak kelas 12! Kalian semua akan buta potensi kalian!”

Lalu hingga saat ini, anak-anak kelas 12 lari ke guru BK untuk minta pertolongan.

Alih-alih mendapatkan jawaban atas kegelisahan, guru BK seringkali kurang optimal dalam memfasilitasi siswanya untuk menyelesaikan permasalahan. Alasan paling masuk akal adalah guru BK sudah lebih dahulu terbagi fokusnya. Bayangkan saja, misalnya, satu hari seorang guru BK melayani konsultasi sepuluh siswa. Belum lagi harus naik-turun tangga—kalau sekolahnya tingkat—untuk mengajar di kelas. Akhirnya yang terjadi adalah hilang fokus dan masalah nggak benar-benar terjawab.

Teman sekelas gue, Josua, pernah terkena imbasnya. Waktu itu, menjelang dibukanya jalur undangan masuk perguruan tinggi (SNMPTN), Josua menemui guru BK untuk konsultasi atas kegalauannya. Dia bingung dalam memilih jurusan. Kalau digambarkan secara personal, Josua adalah sosok yang ganteng, pintar, dan digilai banyak cewek. Sekalipun salah pilih jurusan, dia masih punya kesempatan buat jadi selebgram. Dia bingung mau pilih jurusan apa karena “kepinteran”, saking banyaknya pilihan. Kebalikannya dari Josua: gue nggak ganteng, nggak pinter-pinter amat, dan sering dikatain “gila” sama cewek-cewek.

Setelah dari ruang BK, gue tanya ke dia, “Gimana, Jo?” Maksud gue tanya begitu, gue mau tahu apa pilihan terbaik buat dia.

Dengan wajah kecewa, walaupun tetap ganteng, Josua mengadegankan konsultasinya tadi:

Josua: “Bu,” kata Josua, “saya mau konsul jurusan.”
Guru BK: “Iya, silakan.”

Josua cerita panjang lebar mengenai kegalauannya di depan guru BK. Lalu dia kembali pada ceritanya,

Josua: “Jadi, gimana, Bu, pilihannya buat saya?”
Guru BK: “Ya... yang sesuai aja sama kemampuan kamu.”

Sudah cerita panjang lebar hanya ditanggapi seperti itu. Josua mengakhiri ceritanya dengan bilang ke gue, “Nyesel, Rob.” Dia menambahkan, “Bukan itu jawaban yang gue harapkan.”

Gue sepertinya memaklumi guru BK itu. Bisa saja seharian ini dia sudah banyak melayani banyak siswa. Di lain sisi, Josua ingin mendapat jawaban yang cepat karena sebentar lagi pemilihan jurusan SNMPTN akan dimulai.

Kegelisahan akan pilihan jurusan kuliah sering menjadi percakapan seru buat gue dan Anezka, seorang teman blog. Kami sering bertukar pendapat dan cerita mengenai dunia kuliah dan potensi diri lewat WhatsApp. Dia sendiri, bilang, mau kuliah di Universitas Indonesia. Yang dekat-dekat aja, katanya.

Suatu hari, Anez, begitu nama panggilannya, mengenalkan gue pada sebuah website yang tidak pernah gue lupa sampai saat ini. Website yang sangat-sangat berguna bagi gue, dan orang-orang yang sedang bingung mencari potensi diri. Nama website itu adalah Youthmanual.

Youthmanual adalah start up yang bergerak di bidang pendidikan dan karier. Platform ini fokus sebagai konsultan persiapan kuliah dan karier dalam membantu pelajar dalam merencanakan dan merancang masa depan.



Awalnya gue tidak begitu mengerti dengan fitur-fitur yang dimiliki Youthmanual. Hanya berbekal peta perjalanan yang ada di tampilan awal setelah login, gue menelusuri semuanya yang ada di dalam Youthmanual.

Dalam peta perjalanan, terdapat banyak fitur yang tersedia. Kita diharuskan menyelesaikan secara berurutan sesuai nomor.

Kalau hijau artinya sudah dikerjakan. Lihat peta gue. Rajin, kan? Hehehe.

Fitur-fitur yang ada, saking kerennya, lebih baik kamu yang coba sendiri. Hehehe. Gue cuma mau ngejelasin hal-hal keren yang ada di Youthmanual, di antaranya:


1. Modul-modul yang keren
Modul kepribadian
Pada bagian ini, Youthmanual membantu mengenali kepribadianmu. Ini adalah langkah awal untuk Youthmanual mengarahkan kamu dalam perencanaan kuliah dan profesi. Kuncinya, isi modul kepribadian dengan jujur agar hasilnya sesuai dengan kepribadianmu. Bila kamu telah mengisi bagian maka sudah otomatis tersimpan.

Modul minat
Modul ini akan mengarahkan kamu pada minatmu di bidang apa. Kamu hanya perlu mengisi apa-apa saja kegiatan yang dapat kamu lakukan dengan baik, topik apa yang kamu minati, dan profesi yang diminati. Setelah itu kamu juga perlu mengisi modul tentang pelajaran yang dipahami dan sulit dipahami di sekolah.

Tenang, semua soalnya tinggal pilih dan klik. Kamu nggak perlu pusing-pusing mikirin jawaban dan takut bentuk soalnya essay.

Sebagai tambahan, modul minat akan berguna di bagian selanjutnya, seperti ekslplorasi profesi dan jurusan.


Modul kemampuan
Modul ini akan menentukan kecocokan untuk ke fitur Eksplor Jurusan. Sekilas mirip dengan tes-tes psikologi yang ada di sekolah. Namun, yang membedakan adalah modul Youthmanual ini bisa dikerjakan tidak sekaligus. Misalnya, kamu baru saja menyelesaikan modul minat. Kamu tidak harus sekaligus menyelesaikan modul kemampuan juga seperti yang biasanya dilakukan pada psikotes. Bisa dijeda beberapa waktu, asalkan jangan kelamaan. Ya, kalau kelamaan, kapan kamu bisa tahu hasil dari tes ini? Hehehe.



Itu adalah salah satu tes yang terdapat dalam modul kemampuan. Mirip dengan psikotes yang biasanya, kan?

Kunci dari menyelesaikan modul ini adalah dengan mengisi dengan serius dan jujur. Modul ini akan sangat berguna dalam menyarankan jurusan dan profesi apa yang nanti akan kamu pilih. Modul ini hanya dapat diisi sekali.


2. Cari jurusan keren jadi gampang
Mencari informasi tentang jurusan impian bisa lebih mudah dengan fitur Eksplorasi Jurusan. Fitur ini membantu calon mahasiswa dalam memilih jurusan, mengetahui prospek jurusan, dan informasi lainnya seputar jurusan. Di sini ada segudang informasi umum tentang sebuah jurusan.



Selain yang telah disebutkan di gambar, ada pula informasi pada fitur ini, di antaranya:

Karakter terkait: menjelaskan karakter seperti apa yang cocok dalam suatu jurusan
Artikel terkait: berisi artikel-artikel ringan tentang jurusan terkait. Isinya berupa pengalaman, informasi, sampai kiat-kiat.



Kerennya lagi, dalam fitur ini kita akan mendapat saran-saran untuk tetap mengambil suatu jurusan lewat kecocokan sesuai kemampuan, kecocokan sesuai minat, dan kecocokan jurusan sesuai keseluruhan yang isinya kesimpulan dari dua kecocokan sebelumnya. Youthmanual memberi saran tidak asal-asalan. Semuanya berdasarkan pengerjaan pada modul kemampuan.


3. Cari info profesi dengan cara keren
Di fitur Eksplorasi Jurusan kita bisa melihat kecocokan profesi berdasarkan minat dan bakat. Di dalamnya tersedia banyak informasi dari ratusan profesi.


Gue mengambil contoh dari profesi Creative Content Writer.



Youthmanual akan memberikan laporan berupa kecocokan profesi sesuai minat, kecocokan profesi sesuai kemampuan, dan kecocokan profesi secara keseluruhan berdasarkan modul kemampuan. Bagian itu akan menjadi acuan kamu dalam memilih profesi apa kelak.

Dalam fitur ini banyak banget profesi yang tersedia. Kita bisa tahu kecocokan sebuah profesi dengan kepribadian kita hanya dalam satu halaman. Selain itu, kita juga dijelaskan kemampuan, keterampilan, dan pengetahuan yang dibutuhkan dalam suatu profesi. Fitur ini sangat membantu kita dalam proses pencarian kerja dan memulai karier.


4. Jalan-jalan di kampus seluruh Indonesia!
Dari semua fitur yang ada di Youthmanual, gue paling suka fitur Eksplorasi Kampus. Informasinya lengkap dibanding harus googling kampus satu per satu, tanya-tanya orang, atau harus ngedatengin ke kampusnya langsung. Dari Aceh ke Papua. Wow, mahal banget, kan.

Tinggal cari kampus apa yang kita mau.

Karena gue penasaran dengan salah satu kampus, bisa disebut kampus angan-angan, gue langsung kepoin informasi tentang kampus tersebut lewat fitur Eksplor Kampus di Youthmanual.

ITB: Inginku, anganku.

Kemudian ada informasi di dalam kampus.



Kalau kamu pernah merasakan pergi ke sebuah pameran kampus, nah, seperti itu rasanya. Tinggal klak-klik-klak-klik, kita bisa tahu informasi tentang kampus hingga informasi tentang mahasiswa dan alumninya.

Gue pernah punya pengalaman nggak mengenakkan ketika pergi ke sebuah pameran kampus di kota gue. Pada kesempatan itu, gue tidak menemukan kampus incaran gue. Gue tidak melihat stand dengan logo kampus idaman gue di sana. Alhasil, gue kecewa dan akhirnya pergi ke stand kampus lain. Ngambilin suvenir.

Sekarang, nggak perlu lagi jauh-jauh pergi ke pameran. Cukup dengan fitur Eksplorasi Jurusan, semua jurusan tereksplorasi.


5. Tahu gambaran diri
Seperti tes psikologi lainnya, Youthmanual juga memberikan laporan hasil tes-tes kamu dari modul sebelumnya. Dalam Personal value dijelaskan tiga nilai kehidupan yang ada dalam diri kita. Nilai-nilai itu adalah gambaran diri sesuai dari apa yang kita isi pada bagian Personal value. Selain bisa jadi tahu bagaimana gue selama ini, gue jadi punya semangat untuk mempertahankan nilai-nilai hasil analisis tim Youthmanual.



Lalu, ada fitur yang menjelaskan bagaimana gaya belajar yang pas untuk membantu kamu belajar lebih efektif. Fitur ini terdapat pada peta perjalanan yang berikon kotak harta karun. Bila ikon itu diklik maka akan muncul seperti apa gaya belajar yang sesuai dengan karakter kamu.

Bila kamu lihat lagi di peta perjalanan, ada dua ikon yang digembok. Itu bukannya lagi dikunci sama yang punya rumah (ya masa begitu?), tapi itu adalah fitur “Tanya Youthmanual” dan “Keterampilan 21st Century” yang memang belum dirilis. Fitur Tanya Youthmanual adalah fitur yang memungkinkan kita untuk bertanya sepuasnya mengenai persiapan kuliah, sedangkan Keterampilan 21st Century adalah fitur yang mempersiapkan kita menghadapi abad 21—era yang serba dikerjakan oleh robot.

Kabarnya, kedua fitur ini akan hadir bulan Juni 2017. Hanya dengan menggunakan Youthmanual Premium seharga Rp79.000,00, kamu bisa mendapatkan pelayanan terbaik. Rasanya seperti punya konsultan karier pribadi, deh.

Mantap!

Kabar gembira (lagi): kamu bisa mendapatkan potongan harga 10 persen bila memasukkan kode referral KEJARMIMPI10 untuk mendapatkan akses ke paket Explorer. Harganya terjangkau bagi pelajar dan kualitas superkeren bikin Youthmanual nggak diragukan lagi buat ngasih informasi perencanaan kuliahmu. Mengenal diri dan mengejar mimpi jadi terbantu oleh adanya Youthmanual.

Mantap part dua!

Ada hal yang sama pentingnya selain perencanaan kuliah, yaitu persiapan alat tempur dalam dunia perkuliahan. Berdasarkan pengalaman selama SMA, gue merasa sangat terbantu dengan adanya laptop. Apalagi nanti saat masuk dunia perkuliahan, tugas-tugas seperti membuat presentasi, makalah, hingga skripsi harus cepat diselesaikan. Semuanya akan lebih mudah dikerjakan dengan komputer.

Karena komputer nggak bisa dibawa ke mana-mana, pilihan gue jatuh pada notebook atau laptop. Gue dikasih trik dalam membeli produk: pilihlah merek yang sudah banyak penggunanya dan punya kesan bagus. Kayak kenalan sama seseorang, kita jadi semakin nyaman bila sudah banyak omongan “Si itu orangnya baik, lho” tentang orang tersebut. Maka, Acer bisa menjadi pilihan sebagai penunjang kuliah.

Gue sendiri berimpian punya notebook. Alasannya: gue nggak butuh fitur yang ribet-ribet banget. Buat gaming, programming, hacking, rice cooking, dan segala macamnya. Cukup untuk ngetik, bikin presentasi, dan browsing. Lagipula, notebook lebih ringan daripada laptop.

Acer sendiri punya notebook yang keren banget buat anak kuliahan. Namanya Acer Aspire E5-473.



Notebook ini punya desain yang stylish dengan enam pilihan warna, seperti cotton white, charcoal gray, ocean blue, denim blue, coral pink, dan. Selain pilihan warna yang keren-keren, Aspire E5-473 punya performa tangguh buat mendukung aktivitas kuliah hingga hiburan. Dilengkapi prosesor Intel 5th Gen (Broadwell) yang lengkap, mulai dari Core i3, Core i5 dan Core i7.

Gue juga pengin punya notebook yang tangguh untuk keperluan desain. Meskipun gue nggak ngerti desain, tetapi gue butuh software-software untuk membuat gambar pelengkap tulisan di blog. Notebook ini bisa jadi jawaban atas keinginan gue. Karena Acer juga menyematkan NVIDIA GeForce 920M/940M dengan dedicated memory sebesar 2GB DDR3 yang menjadikan desain lebih keren dan mendukung kinerja grafis lebih baik.

Kerennya lagi dari notebook ini adalah adanya Acer Bluelight Shield, yaitu teknologi terbaru dari Acer untuk mengurangi emisi cahaya biru dari layar LCD yang menyebabkan risiko Computer Vision Syndrome, seperti mata cepat lelah dan mata kering. Kini, gue nggak perlu khawatir mata jadi rusak karena kelamaan menatap layar dalam jangka waktu yang lama. Mau ngerjain tugas atau nulis blog lama-lama? Hayuklah!

Acer Aspire E5-473 cocok menjadi senjata andalan menghadapi dunia perkuliahan. Ngerjain tugas sekarang terbantu dengan adanya Acer Aspire E5-473, notebook-nya anak kuliahan. Juga mengenai potensi diri tidak perlu bingung. Tidak kenal potensi bukan lagi kutukan bersama Youthmanual.


27 komentar:

  1. Weeh baru lulus yaa selamat yaaaa btw! Hahaha dulu juga gue gitu tuh awal lulus juga banyak nganggur nya bahkan sampe jadi pengacara (pengangguran banyak acara) huahaha.

    Btw itu semacam aplikasi atau fitur supaya kita tau potensi diri kita ya? Wah canggih ya! Jaman gue baru lulus gak ada tuh fitur kayak gitu ya paling supaya gue bisa tau potensi diri gue kudu meditasi mikir-mikir hal apa yang gue suka yang ada di diri gue hahaha. Keren keren fiturnya. Sukses deh mas rob! :D

    willynana.blogspot.com

    ReplyDelete
    Replies
    1. Zaman dulu pake meditasi? Wah, zaman sekarang masih ada yang pake nggak ya? Hehehe. Thank you, Mbak Nana.

      Delete
  2. Ternyata jawaban dari guru bk kompak ya di tiap daerah

    ReplyDelete
  3. Anjay, mulai bahas Anez nih, yee. Uhuy. :)

    Gue malah nggak tega nanya-nanya sama guru BK. Apalagi yang masih honorer. Gaji nggak seberapa, tapi kayaknya repot banget kalau banyak anak yang bandel atau mau konsultasi. :|

    Jalan-jalan keliling kampus di Indonesia lewat fitur start up. Boleh juga tuh! XD

    Wih, merek laptop gue. Punya gue tapi masih yang Aspire V-5. Hehe jadul. :(

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalau sekolahnya yang doyan tawuran, itu anak-anak kayaknya dikumpulin dalam satu kelas, terus guru BK-nya masuk ngasih penyuluhan... ditemenin polisi.

      Mantap pake Acer. Nggak apa-apa, yang penting bisa mendulang receh dari situ. :))

      Delete
    2. aku kebalikannya Yoga.
      aku males banget nanya-nanya atau berurusan sama guru bk.
      hiih!

      Delete
  4. Pertanyaan gw adalah berapa lama loe bikin postingan ini? Panjang bgttttt. Gw cuma tahan baca sampe ketika loe mulai masuk webset itu gw lambai tangan ke kamera. Hahahaa gudlak buat pilihan jurusan perkuliahannya nanti

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehehe, terima kasih udah baca. Makasih juga buat doanya.

      Delete
  5. telat banget aku tau aplikasi ini. huhuhu T.T nasi udah jadi nasi goreng, tinggal ditambahin bawang goreng doang biar bisa buat sarapan. ini kenapa malah jadi ngomongin makanan deh.

    saking bingungnya aku milih jurusan akhirnya asal aja masuk it.
    aku nggak tau potensiku apa. sedeh. :(

    ReplyDelete
    Replies
    1. Baca ini pas sahur. Nggak ngaruh. Huehehe.

      Delete
  6. Waaa aplikasinya keren. Gue jadi cobain tuh. Keren banget. Daridulu pingin ikutan tes kepribadian ang pake metodenya Myers-Briggs Type Indicator, tapi bingung mau di mana. Kalau klasifikasiin sendiri kurang akurat. Nah ga nyangka ternyata di aplikasi itu pake metode si Myers xDDDD

    Gw INTJ/INTP nih.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mantap! Udah coba, nih. Hehehe. Gue INFJ kalau nggak salah. :))

      Delete
  7. justru semakin tidak kita kenali potensi diri kita sendiri itu menjadi lebih baik dan sangat disarankan agar hidup ini bisa dibawa kemanapun yang kita mau sambil lari kesana kesini nggakpake baju dan celana, teriak...motor....motor....motor....

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mang, saya tau itu sinetron apa yang dimaksud....

      Delete
  8. wahhhh lo baru lulus yaaa,,,selamattt,,, saran gue sih, jangan masuk jurusan cuma karena prospeknya doang krn itu engga cukup, yg penting lo tau dulu tujuan lo gimana jadi baru lo milih jurusan, jadi dengan itu ntar lo bisa survive di jurusan kuliah lo walaupun ternyata jurusan itu sulit,, btw gue lagi ngulik ngulik palikasi si youth ini nih dari tadi wehehe, jadi penasaran sendiri gue

    ReplyDelete
  9. Wah gue malah gak pernah dateng ke guru BK. Anjir anak jaman sekarang emang pada sering ke sana ya? Kalo gue dulu kesannya yang dateng ke sana pasti anak-anak bandel gitu. Muahaha. Semoga dapet yang dipengen Rob! \(w)/

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sekarang juga begitu. Cuma, karena sekolah gue banyak anak baik-baik (cie gitu), yang ke BK orang-orang yang bingung jurusan kuliah. Aamiin. :)

      Delete
  10. jadi youtuber aja, rob. ato ternak lele.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Youtuber yang ternak lele? Bisa. :))

      Delete
  11. Sarannya salam perlu dipertimbangkan demi generasi yang lebih baik.

    itu peta beneran lu yang bikin?gelaaakkk... rajin. enak juga diliatnya. :-d dulu di gue mah pas mau kuliah pilihannya paling nggak guru, ya perawat. syukur2 kalo kuat ongkos atau pinter bisa milih kedokteran. informasi masih kurang. internet belom masuk keseharian. akses jalan ke tempat kuliah (kota) jelek dan muter jauh. sekarang udah pada enak yak... kalo udah begini, harusnya gperlu ada lagi jokes salah jurusan. tau deh kalo salahinzaghi.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Itu saran yang kekinian banget. :D

      Atau milih tempat sekolah yang deket rumah. Gitu juga, bang? Hehehe. Salahinzaghi apaan dah? Orang yang komen di atas ini? :')

      Delete
  12. Waaah. Aku malah datang ke guru BK bukan buat nanya soal cocoknya masuk jurusan apa nanti pas kuliah. Tapi malah curhat masalah lain. Untung Ibu BK-nya baik bet. Udah sering dicurhatin tapi masih aja mau dengerin ceritaku. Dan untungnya pas curhat, "Bu, saya lagi ada masalah sama teman sebangku saya. Saya harus gimana ya?" nggak dijawabin, "Ya, yang sesuai dengan kemampuanmu aja."

    Itu jalan-jalan ke kampus di seluruh Indonesia, jadi ngingetin waktu Yoga pake GPS trus ngebohong dengan bilang kalau dia lagi Samarinda. Huhhuhuhu. Btw Anezka itu selain temen blogger, dia itu siapa, Rob? Bisa kali dijelaskan dalam 3 part...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wehehehe, problema remaja, ya? Di sini kayaknya lebih seneng curhat ke temen, atau ke blog. Hmmm, hmmm.

      Hahaha, tiba-tiba "Hotel, dulu...". Anezka itu, ya... temen watsap. Hahaha.

      Delete
  13. Mungkin Perguruan Tinggi Kedinasan (PTK) dapat dijadikan juga sebagai pilihan melanjutkan setelah SMA. Kalau udah masuk PTK pelajarannya lebih kepada ilmu terapan khas program Diploma (D1/D3/D4), dan beberapa PTK juga masih ada yang biayanya gratis dan ikatan dinas jadi kalo udah lulus nanti lgsg kerja dan pekerjaannya sesuai dgn apa yg dipelajari sesuai kuliah.

    Sekedar share aja sish, supaya menambah pilihan lain selain universitas biasa. Saya sendiri dulu udah lulus SNMPTN disalah satu univ negeri terbesar di jogja, trus lulus juga di salah satu PTK akhirnya milih PTK. 😚

    ReplyDelete
    Replies
    1. Catat ya, Gaes. Hehehe.

      Tapi emang kebanyakan begitu, kok. Udah dapat PTN, dapat PTK juga, yang diambil PTK-nya. Mantap nih, Kak Penikmat Nafas. Salut.

      Delete

Terimakasih sudah membaca. Jangan malu-malu buat komen, karena komentarmu adalah semangat untukku.

Kamu mau, kan, jadi penyemangatku? Silakan berkomentar dengan sopan.