Terima Kasih SMA Negeri 33 Jakarta

Saya selalu punya sekolah impian.

Dulu, ketika lulus SD, saya berkeinginan melanjutkan bersekolah di SMP Negeri 45 RSBI (Rintisan Sekolah Berstandar Internasional). Bisa dibilang itulah impian besar saya setelah lulus. Nilai ujian nasional yang saya peroleh dirasa cukup untuk mendaftar di sekolah tersebut. Saya memberanikan diri untuk menginjakkan kaki di SMP impian saya. Meskipun pada akhirnya saya gagal bersekolah di sana karena saat itu sekolah RSBI masih bayar. Sedih bila mengingat momen itu.

Seorang bapak duduk di sebuah meja pendaftaran. Kakak saya bertanya, “Pak, masih adakah jalur untuk reguler?”

“Jalur reguler tidak ada untuk tahun ini,” jawabnya.

Kakak memberi tahu saya biaya masuk sekolah ini cukup besar. Sedih, ya, sedih. Mau bagaimana lagi. Saya masih sayang orang tua, tidak ingin memberatkan mereka dengan biaya sekolah. Impian saya hampir terwujud meskipun hanya sebatas “pernah masuk SMPN 45”. Cuma sampai meja pendaftaran.

Akhirnya saya bersekolah di SMP negeri yang lain, SMPN 190 Jakarta.

Sekolah ini tidak terlalu buruk seperti yang dikatakan orang-orang. Saya tetap mengenal orang-orang baik di sana. Sekalipun mereka anak-anak yang dicap bandel, mereka semua baik terhadap saya. Di sekolah ini pula, saya memulai mimpi baru saya untuk mewujudkan bersekolah di SMA impian saya: SMA Negeri 33 Jakarta.


Memang, sekolah ini tidak sepopuler SMAN 8 yang menjadi langganan juara umum se-DKI Jakarta. Atau SMAN 70 yang namanya menggema seantero ibukota (belakangan saya ketahui bahwa di sanalah penulis idola saya, Raditya Dika, pernah bersekolah. Juga komedian favorit saya Adriano Qalbi). Namun, SMAN 33 lumayan dikenal sekotamadya di bawah pesaingnya SMAN 78.

Impian itu saya tulis pada sebuah pohon harapan. Bukan hanya saya, teman-teman seangkatan juga menuliskan sekolah impian mereka di kelasnya masing-masing. Kami menulis di sebuah kertas yang berbentuk apel, lalu ditempel di styrofoam berbentuk pohon.

Kami semua percaya impian itu akan terwujud. Maka saya memberanikan diri untuk bermimpi dapat bersekolah di SMAN 33, sekolah impian saya sejak SD.

Mengejutkan. Saya berhasil mendapatkan nilai yang cukup untuk masuk sekolah favorit saya itu. Untuk masuk ke sana, memang dibutuhkan nilai yang tinggi. Saya bersyukur bisa diterima di SMA Negeri 33 Jakarta di jurusan yang saya impikan juga: jurusan IPA.

Kelas XII IPA 2

Langkah kaki saya gemetar sewaktu pendaftaran ulang. Saya terharu bisa datang ke sekolah yang sejak lama saya idamkan. Ternyata begini rasanya mimpi terwujud. Keinginan yang dikabulkan-Nya begitu manis rasanya. Beberapa hari kemudian, saya resmi menjadi siswa SMAN 33 Jakarta.

Perjalanan berat mulai dijalani. Mendapatkan PR setiap hari—pastinya akan saya rindukan kelak, setiap mata pelajaran ada saja tugas kelompok, menghindari guru yang sekiranya menjadi “perusak hari”, dan sebagainya. Semuanya pernah saya jalani. Belum lagi label sebagai “anak IPA” yang tercap di kepala semakin menambah beban. Tahun pertama saya kepikiran pindah ke jurusan IPS atau Bahasa karena tidak sanggup bertahan. Berkat motivasi beberapa orang, saya mencoba berpikir positif. Mungkin bukan tahun ini bertemu jodohnya.

Lalu banyak pengalaman baru yang saya dapatkan selama SMA. Menjadi pemimpin upacara pada awal masuk SMA, menjadi ketua kelas walaupun hanya satu semester, ikut bagian dalam penyelenggaraan acara ekskul, dan lain-lain. Kenangan manis, seru, getir, pahit, hingga tangis pernah saya rasakan di sini. Semuanya membuat saya percaya akan satu hal, yang akan membawa saya pada pembentukan pola pikir. Lebih dewasa.

Teman-teman saya di Kelompok Ilmiah Remaja (KIR)

Bukan seberapa hebat nama sekolah ini, tetapi orang-orang di dalamnya yang membuat saya berdiri seperti ini. Saya menganggap bahwa satu hari pergi ke sekolah sama dengan satu poin pendewasaan bertambah dalam diri saya. Banyak pesan tersirat yang baru didapatkan setelah berkali-kali merenung. Pesan-pesan itu tidak tertulis di buku cetak, melainkan dari cara melihat setiap peristiwa. Saya memang bukanlah siswa hebat di sekolah. Biasa saja. Saya tidak banyak menyumbangkan prestasi bagi sekolah ini. Justru sekolah inilah yang menempa kepribadian saya.

Hari ini, saya telah lulus dari sekolah ini. Sekolah ini sudah mempercayai saya untuk mengejar cita-cita lebih jauh lagi.



Untuk orang-orang di dalamnya: kepala sekolah, guru, karyawan, staf, teman-teman, kakak kelas, adik kelas, dan semuanya yang pernah terlibat dalam kehidupan saya selama SMA, saya mengucapkan terima kasih. Terima kasih pernah menjadi bagian dalam hidup saya. Terima kasih pernah singgah, meramaikan, dan mengisi mimpi saya. Saya yakin, karena mimpi kita masih panjang, kita semua akan mengharumkan nama sekolah kelak. Lalu kita kembali ke tempat ini, suatu saat nanti, tempat yang pernah menjadi “dapur” pengolah sikap dan pola pikir kita, dengan kebahagiaan, kesuksesan, dan kebanggan pernah menjadi bagian dari keluarga besar SMA Negeri 33 Jakarta.

Terima kasih, SMA Negeri 33 Jakarta.

Sepulang dari acara pengumuman kelulusan, saya berdiri di depan pintu. Saya mengenakan cinderamata berupa medali dari sekolah sebelum masuk ke rumah. Saya kalungkan, lalu membuka pintu. Di depan saya ada Mama sedang menyulam. Saya menunjukkan bandul medali tersebut kepada mama saya.
Medali kelulusan
Saya berkata, “Lulus.”

Mama menghampiri dan memeluk saya erat-erat.


29 komentar:

  1. Dulu waktu SD-SMP gak ada punya cita cita pengen sekolah dimana. Cuman pilih sekolah yang paling dekat sama rumah ehehe..

    SMA sekolah di sekolahan keluarga juga. Di perguruan tinggi baru kesampaian masuk di Universitas yang ku inginkan.

    Alhamdulillah udah lulus di sekolah impian yak?! SELAMAT!!

    Jadi terharu waktu mama peluk Robby :')

    JADI MAU KULIAH DIMANA?? ai cieee calon MABA!!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Alhamdulillah. Insya Allah PTN yang ada di Jakarta.

      Delete
  2. Sealamat datang calon maba, mau kapan kakak ospeknya.. haha

    Meluk mama, duh, ikut senang. Karena udah ngerasain gimana senangnya ketika lulus. Harus banyakin bersyukur :)

    Beberapa foto di blog ini pernah di post di IG. Ko aku ngerasa tiba-tiba seperti lulus SMA kembali ya, baca ini. Ahh, sudahlah. Ini cuma nostalgia..he

    Intinya, selamat ya, Rob. Udah lulus, semoga ilmunya bermanfaat. Ikut senang juga karena sudah mengenal blog. Andai disaat aku SMA udah kenal dengan blog. Mungkin banyak cerita yang aku tulisakan diblog. Dulu cuma dalam buku diary.hehe

    Semoga kedepanya selalu dimudahkan ya, Rob. Terutama mau lanjut kuliah. Good Luck :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Waduh, janjian ospek di kolom komentar. :))

      Iya, sengaja dimasukin lagi fotonya ke sini. Hehehe. Makasih, Mas Andi.

      Delete
  3. Baper baca nya kak 😢
    Temen saya yg kemaren nemenin saya jg bilang baper kak

    ReplyDelete
  4. Selamaaaat yaaa dek udah luluus :D Suksess terus kedepanyaa dan bisa masuk ke PTN yg diimpikaaan, aamiin :D

    ReplyDelete
  5. Wah. Selamat bro udah lulus. Semoga kedepan bisa lebih baik lagi sesuai mimpi2 yang pernah lo impikan.

    Masih panjang perjalanan. Mangat!

    *liat rame2 ngomongin kelulusan, gue kangen masa SMA. ^_^

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aamiin. Banyol dulu pernah SMA juga? Hehehe.

      Delete
  6. wiii mantap. selamat yaa udah lulus, semoga lancar kuliahnya/ kegiatan/ rencana selanjutnya aamiin

    ReplyDelete
  7. Masih panjang perjalananmu Brother...

    Masa SMA hanya jadi sebagian kecil dari perjalanan hidup yang sebenarnya...

    ReplyDelete
  8. Selamat ya rob udah lulus SMA. Percalah nak SMA adalah masa yang dirindukan nantinya.

    Duh gue baper baca tulisan lo yang ini. Kangen sekulah lagiiiii.

    Sukses terus ya robby. Semoga keterima di PT yang di cita-citakan.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aamiin. Makasih abang-abang Blogger Jabodetabek yang kece. :)

      Delete
  9. Waaah sudah lulus aja selamat ya masss lanjut terus mimpi-mimpinya setinggi samudra langit awan awan cakrawala biru hahaha :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, Mbak. Nggak terasa udah 3 tahun aja.

      Delete
  10. Terharu bacanyaaaa~ Ulululu~ Kemaren udah baca sih. Tapi nggak sempat ninggalin komen. Huhuhuhu. Selamat lulus ya, adik kecilku. Semoga keterima di universitas yang diimpikaaaaaaan. Hmmmm.... Itu kamu nggak ngucapin terimakasih sama para mantan tiap tahun ajaran baru sama gebetan juga, Rob? IH TEGAAA!

    Btw aku juga punya sekolah impian. SMP impian. SMP 10 Samarinda. Tapi waktu itu nggak kewujud gara-gara disuruh masuk SMP 4 Samarinda aja. Alasannya karena biar samaan kayak kedua kakakku yang alumni SMP situ. Jadi keingat lagi deh sama kesedihan itu gara-gara baca ini. Trus pas lulus SMP, aku disuruh masuk SMA 3. Padahal aku pengen SMK 1. Akhirnya setelah debat sama orangtua, aku dibolehin masuk sekolah sesuai yang aku mau dengan catatan halah catatan, ya dengan catatan aku harus ngurus sendiri. Nggak usah minta temenin kakak atau orang rumah lain. Waktu itu belum bisa naik motor, jadinya naik angkot bareng temen. Untungnya bisa masuk SMK 1. Mama gagal menjerumuskanku ke pilihannya. Huahahaha.

    Taiiiiiik. Kenapa jadi curhat gitu siiiiiik. :(

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sorry-sorry aja, mantanku nggak bantuin aku pas UN. Hehehe. Cnd.

      Wah, parah ngelawan pilihan orang tua. Tapi akhirnya ke SMK, ya. Yang penting udah lulus. Mantap!

      Delete
  11. generasi seperjuangan nih.. selamat gan,sukses di PTN nya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Seperjuangan kita! Aamiin. Sukses juga ya.

      Delete
  12. Kalo 5 tahun yang lalu gue punya blog, kayaknya pas lagi lulus sekolah juga bakalan nulis ini. Jadi kangen masa-masa itu. :')

    Kayaknya ada yang kurang deh, Rob. Terima kasih SMA Negeri 33 Jakarta.

    dan dada 34 B. Gitu deh baru mantap biar jadi bajingan sesungguhnya~

    ReplyDelete
    Replies
    1. Beruntung pernah mengenal blog sejak SMA. :)

      Apaan. Jangan merusak momen ini, yha. :/

      Delete
  13. seneng tapi sedih juga kalo lulus sma
    gak terulang lagi soalnya
    selamat menempuh jalan menjadi "maha" mas

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aamiin, Mas. Semoga tahun ini jadi mahasiswa. :)

      Delete
  14. Maaf Kak mau tanya, nem tertinggi nya berapa tahun ini?

    ReplyDelete
  15. Aduh, biasanya baca tulisan Robby tentang kesehariannya sebagai anak SMA, nanti tentang kesehariannya jadi mahasiswa. Selamat ya buat kelulusannyaaaa! Ikut senang :)

    ReplyDelete

Terimakasih sudah membaca. Jangan malu-malu buat komen, karena komentarmu adalah semangat untukku.

Kamu mau, kan, jadi penyemangatku? Silakan berkomentar dengan sopan.