Masuk Jurusan IPA: Selamat Datang di Dunia Sihir!

thumbnail-cadangan
Kamu kelas 9 SMP ingin melanjutkan pendidikan ke SMA? Kamu mau masuk jurusan IPA?

Bila jawabannya ya, SELAMAT DATANG DI DUNIA SIHIR, SOBAT!

Hal ini baru gue sadari menjelang akhir kelas 11. Setelah dua tahun belajar di SMA di jurusan IPA, gue banyak menemui keajaiban di jurusan ini. Keajaiban-keajaiban yang, mungkin, nggak akan ditemui di SMP. Jadi bagi kamu yang akan melanjutkan ke jurusan IPA, bersiaplah menghadapi keajaiban yang tak tertandingi!

Sebagai seorang siswa yang selalu mengambil hikmah dari segala kegagalan dan remedial, gue akan menjelaskan bagaimana ajaibnya sekolah di jurusan IPA. Mungkin kamu bisa baca jika ingin tau apa itu keajaibannya.

Matematika
Anggaplah Matematika termasuk bagian dalam jurusan IPA, walaupun di IPS pun ada. Karena dalam Kurikulum 2013, anak-anak jurusan IPA mendapat dua pelajaran Matematika, Matematika Wajib dan Matematika Peminatan. Matematika Wajib semua jurusan mendapatkan, sedangkan Matematika Peminatan khusus bagi anak IPA. Istilahnya, Matematika Peminatan belajar lebih mendalam.

Tapi secara keseluruhan, SAMA AJA! Bikin stres. Ya, namanya juga Matematika, pasti bikin kesel kalo udah capek-capek ngitung ternyata hasilnya nggak ada di option. Ibarat udah lama pedekate, terus nembak, "Kamu mau nggak jadi pacar aku?" Dia jawab, "Dipikir-pikir dulu, ya."

WOY! KAMPRET! "DIPIKIR-PIKIR" NGGAK ADA DI OPTION!

Namun, jangan khawatir. Karena akan ada saatnya soal yang ketemu jawabannya bakal dibahas oleh guru. Guru musik. Ya kagaklah!

Saat guru menjelaskan cara yang dipakai dalam mengerjakan soal, kita cuma bisa nepok jidat, sambil mengumpat, "SIALAN! GUE TAU RUMUS INI!" Begitu guru sudah selesai membahas soal di papan tulis, beliau bilang, "Begini jawabannya. Gitu aja gak bisa," diiringi dengan mengetuk spidol di papan tulis. Kalo yang ucapannya sarkas, "Anak saya yang masih TK juga bisa ngerjain soal kayak gitu."

Sedangkan gue, duduk di barisan belakang, cuma bisa tepuk tangan sambil terkagum-kagum. Seperti menonton aksi pertunjukan Joe Sandy.

Fisika
Beda lagi dengan Fisika yang lebih pelan menghanyukan gue dalam teather of mind. Untuk mengerjakan soal-soal Fisika, kita perlu menganalisis kasus, baru memasukkan rumus yang tepat. Membayangkan bila ilustrasi benar-benar ada. Coba baca soal di bawah.

Sebuah apel terjatuh dari ketinggian 10 meter, menimpa kepala Robby. Massa dari apel tersebut sebesar 500 g. Tentukan energi potensial dari buah apel tersebut?


Kita harus pelan-pelan membaca kalimat demi kalimat. Dalam bayangan kita, apel jatuh menimpa kepala. Cari energi potensialnya. Selesai. Ini tingkatannya masih mudah. Bila ketemu soal yang lebih rumit, kamu harus lebih kritis lagi. Coba baca soal yang kedua.

Sebuah apel terjatuh dari ketinggian 10 meter, menimpa kepala Robby lalu Sabina. (Anggap Robby dan Sabina adalah sepasang kekasih yang sedang makan bakso semangkok berdua.) Massa dari apel tersebut sebesar 1 kg. Coba tentukan:
a. energi potensial dari apel
b. berapa selang waktu teriakan antara Robby dan Sabina
c. berapa desibel suara teriakan keduanya
d. berapa peluang mereka untuk baikan, putus, dan balikan.

Fisika: makin rumit ilustrasinya makin sinting ngerjainnya.

Kesalahan paling sering dialami dalam mengerjakan soal Fisika adalah terlalu rumitnya ilustrasi yang ada, kemudian salah menafsirkan ke dalam rumus. Belum lagi pikiran-pikiran kita yang suudzon membuat bayangan tambah rumit.

"Kalo si Robby sama Sabina pake helm harusnya mereka nggak teriak. Tapi sekarang harga helm lagi naik. Terus, harusnya si Robby beli bakso semangkok lagi, biar efek marahannya menurun. Tapi kalo Robby beli bakso, otomatis duitnya abis. Ini yang seringkali menimbulkan kriminalitas. Ini cuma menimbulkan angka kriminalitas yang membengkak."

Oke, sip... pikiran gue kejauhan. Mungkin, sekarang ini gue terlalu termakan omongan "Coba dong berpikir jauh." Nah, saking jauhnya jadi sering mikir kejauhan (baca: suudzon). Hmmm.

Biologi
Sejujurnya gue nggak ngerti di mana bagian sihir dalam pelajaran Biologi. Tapi, bisa dikatakan bahwa Biologi termasuk pelajaran yang paling sulit. Serajin-rajinnya kamu belajar Biologi, untuk mendapat nilai 9 di ulangan akhir akan sangat sulit. Ibarat sihir, ini adalah mata pelajaran sihir tingkat tinggi. Sulit dikuasai. Kalo ada orang yang bisa tuntas ulangan Biologi, mulai sekarang panggil dia master.

Sihir paling sakti dalam pelajaran Biologi adalah sanggup membuat orang tertawa. Terutama saat materi Sistem Reproduksi. Pelajaran mana lagi yang bisa bikin murid ketawa? Cuma materi ini kayaknya.

Tapi sayangnya, selama tiga tahun sekolah, kamu hanya akan ketawa dalam dua-tiga minggu pertemuan. Sistem Reproduksi harus cepet-cepet diselesain. Takutnya ada praktek-praktek liar.


Dibanding Sistem Reproduksi, momen paling seru dalam belajar Biologi adalah saat membedah hewan. Jangan salah, itu juga butuh sihir. Nggak akan bisa kalo nggak ada mantra-mantra sihir. Anehnya, mantra itu harus diucapkan bersama.

"Lu aja."
"Ih, lu aja ah."
"AH, LAMA LU. Sini kasih gue."

KRAUUKK! Nggak sempet dibedah malah dikunyah, ditelen.

Kemudian seisi kelas muntah berjamaah.

Kimia
Kimia. Oh, ini dia pelajaran yang gue suka. Salahdua alasan gue cinta Kimia terdengar konyol. Pertama, karena gue menaruh rasa hormat yang teramat besar pada guru Kimia kelas 10. Kedua, hanya di dalam Kimia reaksi jatuh cinta bisa dijelaskan secara logis. Jatuh cinta itu proses reaksi kimiawi, katanya. Yang gue baca di internet sih gitu. Kalo di buku pelajaran nggak diajarin.

Sihir-sihir dalam reaksi kimia membuat kita takjub. Yang paling membekas semester ini, adalah dalam percobaa titrasi asam-basa. Ketika larutan natrium hidroksida (NaOH) setetes demi setetes merubah warna fenolftalein (PP)--yang dasarnya berwarna bening-- menjadi merah atau merah muda. Ibarat seseorang, bila terus-terusan diberi perhatian maka warna indikatornya berubah. Dari biasa aja kemudian menaruh rasa. Perhatian-perhatian yang menciptakan kebutuhan itu telah mengubah segalanya.

Buset, baper.

Ya, begitulah sekelumit kesan gue terhadap jurusan IPA. Mungkin di jurusan lain ada juga baper-baperannya. Semisal, "Cinta kita nggak akan lapuk meskipun terhempas erosi pantai. Karena ada hutan bakau yang melindunginya."

Yhaaa, itu hati jadi sarang yuyu kalo begitu mah.

Nggak, maksud gue yang memberi daya tarik dalam jurusan tersebut. Coba kalo ada yang punya kesan selama sekolah di jurusan masing-masing, bolehlah berbagi di komentar.


Oh iya, selamat untuk kelas 9 yang akan memasuki jenjang sekolah lebih tinggi. Hidupmu akan lebih berwarna, kawan, dengan tugas-tugas dan waktu sekolah yang lebih lama. Semakin berkuranglah waktu main kalian. Hahaha, sukurin!


28 komentar:

  1. Sumpah ngakak bacanya, pas... saya juga ngerasain... tapi lama2 bljarnya jadi asik dan ngangenin sekarang, apalgi kertas ulangan yg gak pernah lebih dari nilai 60, kan ngangenin :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahaha, kita senasib, sist. Masa-masa suram itu bakal diceritain terus, terus, dan terus. Hahaha.

      Delete
  2. Robby anak IPA? SELAMAT SEBENTAR LAGI TAMPANG ANDA MIRIP JANGKA SORONG!
    Eh, maap rob, suka keceplosan gitu kalau ingat kata ipa mah.
    Btw, duluku juga anak ipa soalnya. Namun, sekarang kapok ketemu angka macam matematika fisika HAHAHA. Jadi sekarang kuliah cari jurusan yang gak ada itu dua sejoli wkwkwk.

    Kimia emang DABEST! Anak kimia nih? TOS!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Busyet, jangka sorong. Hahahaha. Pengennya mah kayak gelas ukur.

      Hahaha, pusing dengan limit, integral, dan diferensial. Fisika sih mending, cuma gak nahan kalo suruh analisis. :'D

      YOI! Kita anak-anak yang hobinya nutup hidung di lab. Hahaha.

      Delete
  3. Lebih seru jaman sekarang kayaknya ya. Udah ada pendalamannya gitu. Matematikanya sampe dua biji. Alhamdulillah, jadi bisa remedial dua kali. Muahahaha. \:p/

    ReplyDelete
    Replies
    1. Weyyy, maksudnya apa, bang, bawa-bawa remedial. :(

      Delete
    2. Karena remedial adalah nama tengahku. :(

      Delete
  4. Sayangnya gue gak masuk jurusan ini pas kelas 11 nanti, karena takut sihir semua mata pelajaran IPA! Hahaha that's why

    Tapi gue gak setuju tentang pendapat Biologi, kalo menurut gue sih Biologi itulah yang lebih mudah dibanding 3 matpel ipa lainnya. Karena apa lagi? Gue suka hafalan :p

    ReplyDelete
    Replies
    1. Tapi seru, lho, sihir IPA. Serius, coba aja, Fif.

      Aduh, muak kalo disuruh ngapalin mentah-mentah buku yang tebelnya bisa buat bantalan tidur. :')

      Delete
  5. Hati-hati jangan salah milih. 3 tahun = 1095 hari.

    1095 hari belajar IPA = BERDARAH.....

    IPS aja IPS. Orang-orang yang belajar Sosiologi mah keren, ganteng, spesial.

    ReplyDelete
    Replies
    1. 1095 hari belajar IPA = bonyok.

      Weeey, guru Sosiologi di sekolah gue cewek. Di mana gantengnya. :(

      Delete
  6. Saya juga anak IPA dulu Rob waktu SMA, yup setuju tuh... Apalagi pelajaran Biologi, saya lemah banget ya, soalnya bahasa-bahasanya aneh-aneh kayak-kayak bahasa kedokteran, nggak kayak pelajaran sejarah... hehehehehe :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yeaaay! Tim Penghindar Biologi nambah satu. Aseeek. Hahaha. Dari ngomong aja susah, apalagi dihapal. :(

      Delete
  7. Tetep masuk ipa itu eñak loh
    Saya contohnya
    Selama di sma dan masuk ipa yg tiap masuk kelas menunya mtk, fisika, kkimia sama biologi
    Alhamdulillah kayak saya hasilya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Oke, bang. Hasilnya gak diragukan lagi. Wohooo!

      Delete
  8. Hahahahahahha. Sabina lagi, Sabina lagi. Kayaknya Sabina resmi jadi perempuan impiannya si Robby nih. Atau jadi tokoh andalan kayak Rani-nya Yoga gitu :D

    Dulu aku SMK, jadi nggak ketemu Fisika, Kimia, dan Biologi. Tapi tetap aja ketemu Matematika bangke. Sialan. Tapi nggak sebangke kamu sih, Rob. Sampe ada dua gitu. Huahahahahahaha.

    Waktu SMP, sekelasan juga pada ketawa-ketawa pas bahas sistem reproduksi. Materi pelajaran yang bikin imajinasi jadi liar. Huahahaha. Dan itu pelajaran Kimia kamu baperin gitu, Rob. Ini anak, kayaknya lagi jatuh cinta deh! Sama gebetan yang dibikinin twit plesetan puisi AADC! BAHAHAHAHA. (Masih aja si Icha bahas itu huhuhu)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahaha, kenapa diprotes, sih? Dia istimewa. :))

      Mantap ya kan, dua kali pusingnya. Huhuhu. Eh, itu twit masih aja diinget. Hahaha. Malu malu deh sekalian. :D

      Delete
  9. HIDUP ANAK IPS!! HIDUP!!
    hahaha rasakan kau jadi anak ipa, pantes Robby mirip sama engsel pintu laboratorium.
    hufft.

    Aku mulai membenci Fisika setelah beusaha keras mikir tapi tetep dapet nilai dibawah KKM untuk semua tugas selama 2 semester. Cuma Biologi satu-satunya pelajaran ipa yang aku suka, bahkan selama menjadi anak ips pun aku tetep belajar biologi, padahal mah buat apa.
    Kimia hhhmmm.. cukup aku nyolotin gurunya dengan pertanyaan ga jelas dan membuat aku jadi bahan suudzonan se ruang guru karna pelajaran ini.a kenot.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Waduh, perang dingin sepertinya. Itu, karatan dong muke gue? Huhuhu, sedih.

      Hwuahaha, Fisika bikin stres. Cukup Bang Hawadis aja yang jago ngomongin Fisika, segala nyerempet ke cinta lagi.

      Delete
  10. wakaaaa sa ae bikin soal tokohnya robi. robi dan sabina ciye...jangan jangan emang beneran ada temenmu yang bernama sabina

    wkwkwk

    ah ipa , jujur sebenarnya hati gue dulu lebih suka bahasa, sayang karena ditakut takutin orang ntar ga ada masa depan akhirnya gue pilih IPA, daaaaaaaaaaaan gue benci ama kimia wkwkw, rante karbon dan lalalanya bikin nyesek di dada hahah
    biologi masi mending la rob ada pelajaran reproduksinya *eh

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bukaaan. Itu hanya khayalan aja. Aamiin deh kalo beneran sama Sabina pemain voil itu hahaha. Ngarep abis.

      Yosssh, anak Bahasa dibilang suram. Gak bisa apa-apa. Nyatanya? BENER. Eh, maap-maap.
      Biologi tetep disukain ya.

      Delete
  11. Akuh anak SMK nggak belajar pelajaran kek begitu euy rob pelajaran ipa paling di pelajari cuma 1 jam doang per minggu :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sungguh menyenangkan hidupmu... beserta program PKL-nya! Hahaha. Emang enak disuruh lembur. :p (ledekan anak SMA ke SMK)

      Delete
  12. Soal fisikanya ya allah. Rumit. Rumit bayangin Robby bisa makan bakso berdua sama Sabina. Nggak kebayang :(

    Kamu suka kimia, By? Whoaaa keren nih. Aku malah gasuka pelajaran yg berhubungan dgn angka. Matematika, fisika, kimia. Lemah banget aku ya hahahaa

    ReplyDelete
    Replies
    1. Biarkan saya menembus batas nalar manusia normal. Ehehehe.

      Iya, baru-baru ini mencintai Kimia, seperti mencintai dia. Woahaha. Segitu mah gak lemah, kok. Kalo gak tahan lebih dari dua jam baru lemah. Belajar maksudnya.

      Delete

Terimakasih sudah membaca. Jangan malu-malu buat komen, karena komentarmu adalah semangat untukku.

Kamu mau, kan, jadi penyemangatku? Silakan berkomentar dengan sopan.