26 March 2019

Bincang Malam dengan Anggota Tubuh

sumber: Pixabay

Kenapa ya, akhir-akhir ini mata jauh lebih peka daripada telinga?

Bukan karena saya tipe orang yang belajar dominan melalui visual, tapi entah kenapa mata seolah punya bahasanya sendiri dalam menghadapi sebuah peristiwa.

Misalnya, nggak jauh dari saya berdiri saat itu, ada orang yang sedang kesusahan dengan barang bawaannya. Jatuh berserakan tanpa dipedulikan sekitar. Dalam hal ini, mata tampaknya lebih cekatan untuk akhirnya menyampaikan sinyal ke otak untuk diteruskan ke kaki dan tangan; menjemput orang tersebut dan menolongnya. Ajaib. Dari mata turun ke hati. Apakah kejadian ini yang lebih layak dikatakan dengan ungkapan tersebut?

Bukan bermaksud membuat telinga cemburu, tetapi pada momen tertentu mata memang lebih cepat menyampaikan.

Namun, terkadang telinga bisa menjadi yang paling lembut dan sabar menangkap informasi tertentu.
Telinga akhirnya yang mampu menenangkan sahabat di kala berkeluh. Di kala mata malah tidak fokus entah ke mana, telinga sudah siap di kanan dan kiri untuk menampung resah saudara. Telinga mampu membawa pesan untuk mengetuk nurani.Bahkan sering pula telingalah yang akhirnya membuat mata menjadi menangis karena mendengar kisah haru lagi menggetarkan.

Dua anugerah ini yang siap membuat pribadi perlahan menjadi lebih baik. Keduanya berkolaborasi, menyampaikan pesan kebaikan kepada otak, dan mohon izinkanlah, tangan dan kaki selalu menjadi eksekutor karya kebaikan.


sumber gambar: https://pixabay.com/id/photos/kota-tempat-parkir-orang-pria-1487891/

2 comments:

  1. Lalu mulut, tepatnya lidah, kayaknya yang paling bahaya. Berapa kali bagian tubuh itu menyakiti orang lain?

    Membisu itu anugerah. -Banda Neira, Hujan di Mimpi.

    ReplyDelete

Terimakasih sudah membaca. Jangan malu-malu buat komen, karena komentarmu adalah semangat untukku.

Kamu mau, kan, jadi penyemangatku? Silakan berkomentar dengan sopan.