29 April 2018

Backpackeran ke Lombok, Nggak Perlu Tunggu Low-Season Kalau Ada Bus AKAP

foto:img-o.okeinfo.net

Lombok itu jauh, apalagi dari tempat tinggal gue di Jakarta. Karena alasan ini, gue dan banyak orang yang berpikiran sama, jadi mikir-mikir beribu kali untuk backpacker-an ke Lombok, terutama lewat jalur darat. Karena perjalanan sangat panjang, ditambah dengan dua kali penyeberangan laut yang bakal menguji fisik dan kesabaran. Kamu setuju, kan, perjalanan darat itu melelahkan?

Untuk backpacker sejati, perjalanan jauh bukanlah halangan karena mereka memang terlahir untuk suka menghabiskan waktu menikmati perjalanan. Misalnya, kamu berangkat dari Jakarta menuju Lombok dengan bekal selembar tiket bus di tangan. Mampukah kamu menaklukkannya?

Jarak yang sangat jauh, sekitar 1.300 kilometer, itu bisa ditempuh dalam waktu 1 jam 50 menit dengan pesawat terbang. Namun, untuk backpacking dengan menggunakan bus kota, bersiaplah dengan petualangan duduk lebih dari 30 jam duduk di kursi penumpang bus. Karenanya, butuh lebih dari sekadar niat untuk bisa sampai ke salah satu pusat  kota di Nusa Tenggara Barat yang mempunyai daya tarik wisata eksotis ini. Harus banyak hal-hal yang disiapkan pokoknya.

Berikut ada beberapa tips dalam memilih waktu yang tepat untuk backpacking menuju Lombok dengan menggunakan jalur darat dengan naik bus.


Bukan saat Liburan


foto:trover.com


Satu hal yang wajib dicatat untuk pergi ke Lombok via jalur darat adalah pilih waktu perjalanan di luar musim liburan. Tujuannya biar kamu nggak terjebak macet berjam-jam di jalur-jalur yang rawan kemacetan, yang membuat waktu liburanmu terbuang percuma. Nggak mau, kan, kegiatan liburannya berubah jadi duduk di bus sambil macet-macetan?

Selain itu, kursi bus juga bakal lebih sepi karena nggak banyak "saingan" yang juga ingin pergi ke Lombok. Untuk kemudahan pembelian tiket bus, dan merasakan sensasi beli tiket bus "jaman now" sebaiknya beli online via aplikasi Traveloka aja. Iya, Traveloka kini juga melayani pembelian tiket bus, lho. Dari Jakarta, kamu bisa pilih perjalanan langsung menuju Lombok dengan PO Tiara Mas. Selain itu, beli tiket bus di Traveloka juga lebih menguntungkan karena cara pemesanan dan pembayaran yang mudah, bakal menambah semangatmu untuk backpacking! Kabar baiknya, ke depannya bakal semakin banyak PO yang bergabung. Jadi lebih banyak pilihan deh.


Saat Cuaca Sedang Bagus

foto:banyuwangibagus.com

Apalah artinya kalau perjalanan darat dihabiskan dengan gerimis di musim hujan? Selain nggak bisa lihat pemandangan dengan bebas karena kaca berembun, hawa di luar yang dingin, ditambah dengan angin dari AC bakal bikin temperatur di dalam kabin bis jauh lebih dingin. Wah, nggak asik kalau liburan malah menggigil kedinginan. Makanya, pilih perjalanan di musim kemarau biar petualanganmu lebih ceria dan penuh pengalaman.


Bukan di Akhir Tahun

foto:penamha.blogspot.com

Akhir tahun liburan ke Lombok naik bus? Waduh, sebaiknya lupakan saja kalau kamu nggak bisa menghadapi gelombang yang bikin mabuk laut. Bukan rahasia lagi kalau di setiap akhir tahun perairan di sekitar Bali selalu bergolak. Padahal, kalau naik bus berarti bakal menghadapi dua kali penyeberangan: dari Banyuwangi (Ketapang) ke Bali (Gilimanuk), dilanjut dari Bali (Padang Bai) menuju Lombok (Lembar). Siap nggak perutmu diguncang-guncang oleh ombak?

Liburan ke Lombok dengan bus memang nggak perlu menunggu low season, tapi pertimbangkan banyak hal, seperti faktor cuaca dan ramai-tidaknya kondisi lalu lintas. Pesan tiket bus untuk perjalanan di musim kemarau yang nggak terjebak liburan. Berangkatlah di hari kerja agar perjalanan lancar dan nggak sampai terjebak kemacetan, serta kondisi perairan Bali lebih bersahabat untuk diseberangi.

Selamat mencoba backpacker-an ke Lombok dengan meggunakan bus ya!
28 April 2018

Pemimpin Itu KITA

Sejatinya kita adalah seorang pemimpin; pemimpin untuk banyak orang dan, lebih mendasar lagi, pemimpin untuk diri sendiri. Bila sosok pemimpin masih saja digambarkan sebagai orang-orang yang memangku jabatan di suatu lembaga maupun organisasi, bisa jadi makna pemimpin sebenarnya belum benar-benar kita pahami. Pemimpin yang biasa kita pahami adalah pemimpin secara struktural, bukan secara esensial.

Kepemimpinan sebenarnya bisa tumbuh pada tiap-tiap individu. Karakter-karakter seorang pemimpin akan muncul saat seseorang masuk ke dalam suatu wadah sosial. Sosok pemimpin pastinya memiliki tiga karakter. Pemimpin memiliki sifat kreatif yang mana menjadi modal dalam mengarungi suatu perjalanan. Kreativitas pemimpin akan diuji saat dihadapkan dengan masalah. Ketika dalam menyelesaikan suatu masalah, pemimpin yang kreatif tidak akan kehabisan ide menemukan solusi. Selain dalam menyelesaikan masalah, kreativitas pemimpin juga akan berpengaruh dalam perwujudan impian yang disusun bersama-sama.

Pemimpin juga perlu berinisiatif. Telah banyak contoh yang menunjukkan karakter seorang pemimpin dalam melakukan suatu gebrakan dalam kepemimpinannya saat menghadapi permasalahan. Bagi orang yang memiliki nilai kepemimpinan tinggi, mereka merasa gerah dengan suatu masalah dan masalah itu harus segera diselesaikan. Hatinya bergejolak, raganya tergerak. Dari keresahan tadi, sosok pemimpin perlu memengaruhi orang-orang yang dia pimpin untuk sukarela melakukan hal-hal yang sesuai dengan suatu visi. Cara yang dilakukan adalah mengambil tindakan sebagai percontohan bagi pengikutnya. Maka dari sana diharapkan akan menimbulkan gerakan nurani yang sama dalam hati orang lain.

Pemimpin tidak bisa hanya berdiam diri melihat suatu masalah. Pemimpin dituntut aktif untuk menghampiri permasalahan sekaligus mencari permasalahan. Memang, pemimpin akan sangat akrab dengan permasalahan. Hari-harinya dipenuhi masalah. Setiap jamnya akan dikorbankan untuk memikirkan pencerahan. Pemimpin akan memaksimalkan panca inderanya dalam mengamati masalah hingga tercipta solusi konkret dan optimal.

Permasalahan memang akan terus ada. Tantangan pasti beriringan jalannya dengan langkah-langkah orang berjuang. Akan ditemui orang-orang yang berseberangan dengan usaha yang dilakukan. Ketiga hal tadi dapat diterapkan dalam menyikapi orang-orang yang menentang dan mencegah usaha-usaha dalam berkontribusi.

Bila dilihat lagi seperti apa sejatinya sosok pemimpin itu, dapat dipastikan semua orang akan merasa bahwa dirinya adalah pemimpin. Akan ada hasrat dan gairah untuk berkontribusi. Militansi pun akan terbentuk sebagaimana yang diungkapkan dalam suatu risalah: "Bahkan jikalau keringat, air mata, dan jiwa bisa mencerahkan peradaban negeri ini, maka akan kami antarkan itu semua dengan senyuman yang paling menawan."

PKMF MIPA 1 2018 "Pendidikan Saat Ini"

Assalamu'alaikum.

Hidup mahasiswa!
Hidup rakyat Indonesia!
Hidup pendidikan Indonesia!

Alhamdulillah pada post kali ini saya akan membagikan sedikit gambaran mengenai acara PKMF MIPA 1 2018. Saya hanya dapat memberikan gambaran mengenai jalannya acara karena pada waktu yang bersamaan saya berhalangan hadir. Sebagai referensi dari tulisan ini, saya membaca tulisan milik teman-teman saya.

Acara dilaksanakan pada hari Rabu, 25 April 2018 bertempat di Gedung Dewi Sartika 10.16, Kampus A UNJ. Acara kembali dipandu oleh Kak Mahbub Al-Haqi (Kimia 2016).

Materi II pada hari ini bertemakan "Pendidikan Kontemporer" yang disampaikan oleh Kak Rakha Ramadhana (Kepala Departemen Kominfo BEM UNJ 2018).

Sistem pendidikan Indonesia diatur dalam UU Nomor 20 tahun 2003.  Urgensi dari pendidikan itu sendiri ada beberapa poin yang disampaikan oleh Kak Rakha:
1. Memberikan pengetahuan
Kita dapat mengambil suatu landasan hadits.
"Jika seseorang meninggal dunia, maka terputuslah amalannya, kecuali tiga perkara: sedekah jariyah, ilmu yang dimanfaatkan, atau do’a anak yang sholeh” (HR. Muslim no. 1631)
Allah
2. Karier pekerjaan
Pendidikan yang tinggi memungkinkan seseorang untuk melakukan banyak hal. Tentu dalam hal ini memungkinkan pula untuk memperluas peluang mendapat pekerjaan.
3. Membangun karakter
Dalam proses pendidikan, terjadi interaksi antara siswa dengan pendidik. Di sanalah terbangun karakter-karakter yang diharapkan, baik dari pendidik maupun siswa.
4. Pencerah kehidupan
Pendidikan dipercaya menjadi solusi dalam meningkatkan derajat hidup. Melalui pendidikan, kehidupan seseorang seharusnya lebih bermakna dibanding orang-orang yang tidak tersentuh pendidikan. Karena dalam proses pendidikan banyak sekali pelajaran-pelajaran hidup yang dapat dipetik dan diaplikasikan.
5. Kemajuan bangsa
Setiap bangsa berkembang dan maju melalui pendidikannya. Akar semuanya dari sana; keberhasilan pendidikan. Maka dalam hal ini pendidikan dipercaya sebagai faktor kemajuan suatu bangsa.

Pendidikan di Indonesia saat ini belum bisa dikatakan baik-baik saja. Banyak sekali tantangan yang dihadapi, seperti wilayahnya yang sangat luas, sarana dan prasarana, pemahaman yang kurang, tidak meratanya pendidikan di Indonesia, serta rasa malas.

Pada masa kini, pendidikan sudah sangat beragam media penyampaiannya. Dahulu kita hanya tahu bila ingin belajar kita harus datang ke sekolah atau perpustakaan, kini dapat diakses di mana saja contohnya dengan e-book.

Demikian tulisan singkat saya mengenai PKM FMIPA 1 2018. Kekurangan informasi datangnya dari saya sendiri, mohon maaf bila ada ketidaksesuaian dengan fakta di lapangan.



#PKMFMIPA2018
#FMIPAKITA
#Kreatif_Inisiatif_Aktif
14 April 2018

Pra PKMF MIPA 2018 "Sehari Belajar Urgensi Kaderisasi"

Assalamu'alaykum.



Hidup mahasiswa!
Hidup rakyat Indonesia!
Hidup pendidikan Indonesia!



Pada hari Sabtu, 14 April 2018 saya mengikuti agenda Pra Pelatihan Kepemimpinan Mahasiswa Fakultas (PKMF) MIPA di Gedung KH. Hasyim Asy'ari Kampus A UNJ ruang 203-204. Presensi peserta dibuka pukul 12.36.


Acara ini dipandu oleh Kak Mahbub Al-Haqi (Kimia 2016). PKMF MIPA 2018 memiliki tema "FMIPA KITA: Kreatif, Aktif, dan Inisiatif". Sebagaimana acara-acara di UNJ, yang diplesetkan menjadi Universitas Negeri Jargon, acara PKMF MIPA memiliki jargon: "berpikir kreatif, bergerak aktif, kami pemuda inisiatif." Sebuah kalimat yang cukup menggugah bagi saya.


Acara dibuka dengan mengucap lafaz ta'awuz, basmallah, dan sholawat. Selanjutnya tilawah Quran oleh saya sendiri. Kemudian sambutan dari ketua pelaksana PKMF MIPA 2018 oleh Kak Muhammad Fahry Arrasyid (Kimia 2016). Dalam sambutannya, Kak Fahry berharap pada peserta agar mengikuti seluruh rangkaian agenda PKMF. "Memang awalnya akan terasa berat, tapi akan memberikan manfaat selanjutnya," ujar Kak Fahry.


Sebelum masuk ke acara selanjutnya, Kak Mahbub mengajak peserta berinteraksi dengan menyebutkan apa alasan mengikuti PKMF MIPA 2018. Pada sesi ini saya ikut maju menyampaikan. Saya mengatakan bahwa mengikuti PKM FMIPA adalah kebutuhan.


"Pandangan pertama saya akan PKMF adalah ini bukan acara biasa, tetapi sebuah kebutuhan," ungkap saya bersemangat. Karena saya menyadari, dari acara ini banyak sekali muncul orang-orang yang kelak akan pemegang amanah di kampus. 


Pada Pra PKMF ini, terdapat satu materi bertema "Urgensi Kaderisasi". Materi disampaikan oleh Kak Solin Nurdin (Fakultas Ekonomi UNJ) dan dimoderatori oleh Kak Rifani Susanto (Pendidikan Fisika 2016). Sebelum memulai materi, Kak Nurdin mengajak peserta untuk melakukan icebreaking. Beragam permainan konsentrasi diberikan agar menguji konsentrasi peserta.


Materi dibuka dengan sebuah pertanyaan: "Apa itu kaderisasi?" Hampir semua orang yang berkecimpung di organisasi sepertinya mengetahui kata ini. Beberapa orang menyampaikan pendapat mengenai apa itu kaderisasi.


"Kaderisasi adalah suatu proses, cara, perbuatan mendidik atau membentuk seseorang menjadi kader," jelas Kak Nurdin. "Sedangkan pengertian kader adalah orang-orang yang diharapkan dalam organisasi untuk meneruskan perjuangan."


Landasan dasar dalam kaderisasi adalah surat An-Nisa ayat 9.

"Dan hendaklah takut (kepada Allah) orang-orang yang sekiranya mereka meninggalkan keturunan yang lemah di belakang mereka yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraan)nya. Oleh sebab itu, hendaklah mereka bertakwa kepada Allah, dan hendaklah mereka berbicara dengan tutur kata yang benar."
(QS. An-Nisa' 4: Ayat 9)


Pimpinan yang hebat akan selalu menyiapkan kader untuk meneruskan amanahnya di suatu organisasi. Bukanlah dia yang menginginkan amanah itu digenggam selama mungkin. Melalui pesan ini, dapat disimpulkan bahwa setiap masa memiliki pimpinannya.


Kak Nurdin menyampaikan, tugas kaderisasi di antaranya adalah pembentukan, penjagaan, pengembangan, dan pewarisan.


Pelatihan-pelatihan seperti PKMF pun termasuk dalam kegiatan kaderisasi. Pelatihan seperti ini berfungsi sebagai pewarisan nilai-nilai organisasi, penjamin keberlangsungan organisasi, dan sarana belajar bagi anggota.


Menjelang akhir penyampaian materi, Kak Solin memberikan pesan bahwa setiap kita adalah seorang pengkader. Keberhasilan dalam pengkader adalah berhasil mengajak orang-orang, minimal untuk mengikuti kegiatan pengkaderan seperti PKMF ini. Tingkat keberhasilan selanjutnya adalah, selain mengajak, kita ikut serta dalam kegiatan itu. Naik ke tingkat tertinggi, yaitu ketika kita menjadi pembicara dan benar-benar serius dalam mengkader.


Kaderisasi bukannya tanpa tantangan dan kendala. Kak Nurdin menyebutkan beberapa tantangan dalam kaderisasi, antara lain: pengkaderan yang monoton dan kurang peka terhadap tantangan zaman, beberapa pengkader belum memahami betul apa itu kaderisasi, kuantitas kader yang menipis atau krisis kader, dan kejenuhan dalam kaderisasi.


Kak Nurdin memberikan pesan bahwa pengkader harus memiliki modal ikhlas. Perannya yang tidak muncul ke permukaan harus disadari sejak awal.


Sistem pengkaderan di UNJ diawali saat MPA. Di sanalah mahasiswa baru diperkenalkan dan diberikan pewarisan nilai-nilai dan kultur di UNJ. Selanjutnya ada PKMP (Pelatihan Kepemimpinan Mahasiswa Prodi). Di sini belum dipecah antara materi tentang legislatif dan eksekutif karena badan legislatif tingkat prodi di UNJ belum dimiliki setiap prodi. Maka disepakati bahwa pelatihan legislatif dan eksekutif digabung menjadi satu untuk tingkat prodi.


Untuk tingkat fakultas, konsentrasi antara bidang eksekutif dan legislatif mulai dipecah. Di bidang eksekutif pelatihan pengkaderannya bernama PKMF, sedangkan bidang legislatif disebut PKMF. Untuk tingkat universitas terdapat PKMU dan PLMF.


Kak Nurdin dalam kesempatannya sedikit memberi perbandingan sistem pengkaderan di UNJ dengan beberapa kampus. Misalnya saja, di Kampus X, untuk menjadi anggota BEM tidak perlu melewati tahap pelatihan kepemimpinan. Di Kampus X, pelatihan seperti itu baru didapatkan setelah resmi menjadi anggota BEM.


Kemudian sesi tanya jawab. Salah satu peserta bertanya, "Bagaimana cara menghadapi orang yang apatis?" Kak Nurdin  menjawab, "Dengan menjadi teladan, barulah diberi pencerdasan." Sesi materi telah selesai, acara dijeda sholat Asar.


Setelah selesai sholat  Asar, acara dilanjutkan kembali dengan pembacaan tata tertib selama rangkaian agenda PKMF. Kemudian panitia membagikan kelompok dan memberikan penugasan untuk peserta, baik tugas individu dan kelompok.


Selanjutnya temu kelompok dan pendamping. Saya masuk ke dalam kelompok 5 dengan pendamping Kak Tri Setiyoto (Kimia 2015). Pada sesi temu kelompok ini kami berkenalan dan membahas pemilihan ketua kelompok. Dalam kelompok saya, Sabna Tamara (Pendidikan Fisika 2017) terpilih menjadi ketua kelompok.


Acara diakhiri dengan doa yang dipimpin oleh Gilang Mohammad Iqbal (Kimia 2017).

#PKMFMIPA2018

#FMIPAKITA

#Kreatif_Inisiatif_Aktif