09 July 2017

Q&A: Question & APAAN-NEH

Kata Milea di novel Dilan 1990, “Cewek itu nggak suka ditanya.” Gue setuju sama doi. Apalagi kalau ada cewek yang kita nggak kenal, terus kita tanya, “Mbak, suaminya ada berapa?” Dijamin ditinggal kabur.

Tapi, kenapa selebask—sebutan untuk artis Ask.fm—yang gue kenal kebanyakan cewek? Awkarin contohnya. Awkarin sedikit memberi dorongan gue untuk main Ask.fm. Selain bisa kepoin orang-orang yang menarik, alasan gue main Ask.fm adalah biar ditanya-tanyain. Waktu itu, “ditanya-tanyain” adalah sebuah obsesi.

Tiga tahun punya Ask.fm nggak membuat gue jadi selebask. Abisnya nggak ada yang nanya-nanya gue. Syukurlah sekarang Ask.fm udah sepi, jadinya nggak sedih-sedih amat.

Sekarang gue jarang main Ask.fm. Namun, sampai sekarang masih tetep ada yang nanyain gue, tapi bukan di Ask.fm. Bukan pertanyaan seperti “Kalau ke Roxy lewat mana ya, Mas?”, tetapi pertanyaannya lebih seru.



Gue dapat pertanyaan dari empat orang yang berbeda.

Setelah tahu mendapat pertanyaan itu, gue meminta saran ke temen-temen di grup blogger WIRDY agar enaknya diapain pertanyaan itu. Maklum, udah lama nggak dapat pertanyaan, jadinya kaget. Mau dilempar ke regu lawan, nanti gue rugi. Harusnya gue yang dapat poin.

Inti dari saran mereka: jawab aja.

Siap.

Pertanyaan ini bukan gue sendiri yang nanya. Serius. Asli. Ada empat orang yang secara kompak nanyain gue tanpa mau disebut namanya. Mereka juga sepakat kalau pertanyaan dan jawaban itu dimasukin ke blog gue. Berhubung lagi nyantai dan nggak ada bahan buat posting, gue iyain aja deh.

Di bawah ini yang bercetak tebal adalah pertanyaan kiriman. Di bawahnya langsung gue jawab.


Pernah kepikiran buat pacaran sama blogger nggak, Kak? Kalau iya, alasannya apa? Kalau enggak, kenapa? Dan siapa blogger yang bakal kamu pacari seandainya kamu perempuan?

Pertanyaan balik: kenapa harus ngebayangin gue jadi perempuan?

Gini aja deh. Dalam keadaan gue yang sekarang, berjenis kelamin laki-laki, gue tetap bisa kepikiran untuk pacaran sama blogger—cewek. Gue kenal banyak, kok, blogger cewek yang cantik. Coba gue inget-inget dulu blogger cewek yang gue blogwalking-in akhir-akhir ini.

Hmmmm.

Semuanya ibu-ibu.

Okey, sip. Mending kembali ke pertanyaan awal. Sampai mana tadi?

Untuk kepikiran pacaran sama blogger, gue, sih, nggak terlalu mikirin dia blogger atau bukan. Gimana ya? Mungkin saat kenal sama cewek, mau dia blogger atau petani gandum, gue menganggap dia sebagai cewek biasa. Cewek pada umumnya. Nggak melihat dia sebagai inilah-itulah.

Lagian, pacaran sama blogger emang enak, ya? Belum pernah ngerasain soalnya. Dalam bayangan gue, pacaran sama blogger pasti yang sering diomongin soal blog juga, seperti SEO, kode html, peringkat Alexa, dan pamer-pameran statistik views. Ngambek-ngambeknya paling karena abis nge-date, terus nggak diceritain di blog. Akhirnya nggak dapet backlink.

Kalau gue perempuan dan mau pacaran sama blogger, gue bakal pacarin... Robby Haryanto. Hehehe.



Mau nanya, masa lalu paling kelam seumur hidup kamu apaan rob? Yang mungkin sampai saat ini tiba-tiba teringat, trus jd nyesal.
Apa tujuan kamu ngeblog selain curhat dan bisa kenal banyak temen, Rob? Agar pejwan? Menghasilkan receh. Dan, apa keseruan tersendiri yang kamu dapat dari ngeblog?

Pertanyaannya banyak. Kalau penanya ini seorang guru, mungkin dia dibenci sama muridnya karena punya pertanyaan beranak. Ternak, kok, soal. Kambing tuh diternakin.

Masa-masa paling kelam seumur hidup gue adalah ketika gagal lolos jatah 50 persen jalur undangan PTN (SNMPTN). Itu baru seleksi awalnya, lho. Bikin gue nyesel sampai sekarang: kenapa dulu gue jarang belajar serius. Menjelang UN gue semakin sadar, dulu itu gue sangat malas belajar. Belajar kalau mau ada ulangan doang. Biar nggak sedih-sedih amat, kebetulan waktu itu ada Rocket Rockers ke sekolah, gue nyanyi teriak-teriakan dan loncat-loncatan.

Lalu, tujuan gue ngeblog, selain curhat, hmm... apa lagi, ya? Nggak ada. Hehehe. Tujuan ngeblog hampir semuanya murni untuk curhat.

Ada satu tujuan lebih yang baru kepikiran saat enam bulan pertama ngeblog.

Dulu, tuh, gue lagi ngerasain nggak punya identitas di SMA. Masuk SMA bikin gue pengin dikenal semua orang di sekolah. Jadi pintar susah, jadi berandal nggak mampu. Gue bingung, di sekolah ini mau dikenal jadi apa.

Yang gue tonton di film-film, anak SMA itu mesti banget punya identitas biar dikenal. Anak yang jago basket bisa terkenal dengan sebutan “anak basket”-nya. Anak yang sering ke masjid pasti dikira anak Rohis. (Gue sendiri pernah dibilang anak Rohis, padahal kalau ke masjid gue lebih sering tidur.) Gue sendiri nggak tahu mau mencirikan gue sebagai apa. Karena kebetulan punya blog, yaudah gue pake aja identitas “blogger” di sekolah.

Iya, iya. Busuk.

Kenyataannya, identitas yang berusaha gue bangun malah nggak ngangkat. Sampai lulus.

Yaudah, sejak saat itu gue nggak punya tujuan banyak soal ngeblog. Sempet tujuannya ke uang, tapi udah jauh-jauh aja deh dari tujuan itu. Sekarang lebih lepas aja, sih, ngeblognya. Kalau mau nulis cerpen, gue jadi tahu ke mana harus publikasikan. Nggak harus nungguin guru Bahasa Indonesia ngasih tugas. Nggak harus nungguin cerpen gue nampang di mading biar ada yang baca.

Kalau keseruannya sendiri, BANYAK BANGET.

Alasan yang paling keren, dan baru gue sadari setelah baca buku Juru Bicara karya Pandji Pragiwaksono, adalah dengan memiliki blog dan aktif menulis di sana membuat kita belajar menjadi seorang produsen. Nggak nyangka, lho, walaupun cuma sekadar iseng ngeblog berupa curhatan dan cerita sehari-hari, asalkan disiplin, itu bisa ngelatih alam bawah sadar kita menjadi seorang pembuat.

Nggak nyangka ngeblog bisa segitunya. Fyi, gue aja ngetik ini sambil manggut-manggut. Kebetulan sambil dengerin lagu Young Lex.



Masih pengin nerbitin buku nggak? Atau pakai skala deh, dari angka 1-10 berapa kemauan lu? Seandainya kesampaian nerbitin, tapi kurang peminatnya. Lu ke depannya bakal tetep nerbitin?

Keinginan menerbitkan buku pernah jadi keinginan terbesar gue selain masuk perguruan tinggi negeri. Tapi, cuma pernah aja. Sekarang lebih pengin bisa sering-sering nulis di blog ini. Jadi, untuk saat ini blog adalah salah satu media menyalurkan tulisan selain WC umum.

Skalanya berapa? Mungkin lima. Lima skala richter. Nggak pengin-pengin amat sekarang setelah naskah gue dinilai belum layak terbit. Masih perlu banyak belajar dan belum siap nulis buku yang panjaaaang prosesnya. Nulis blog lebih enak, lebih bebas, dan lebih cepat selesainya. Hehehe.

Untuk pertanyaan terakhir... gue tetep mau nerbitin. Hehehe. Selagi dikasih kesempatan buat memulai apa yang gue inginkan, bahkan gue impikan, lebih baik gue jalani aja. Sekalian belajar bagaimana rasanya menjadi penulis buku sungguhan dan belajar penjualannya.

EH, LU JANGAN SOK IYE DEH, ROB!


Sebagai mantan siswa IPA, saya mau tanya tentang anatomi tubuh manusia. Fungsinya pusar/udel pada perut itu untuk apa?

Ini Ibu yang nanya, ya? Bu, tolong, Bu. Saya belum belajar buat pertanyaan ini, Bu. Tunda dulu, Bu!

Oh iya, latar belakang itu sepertinya kurang lengkap. Seharusnya: sebagai mantan siswa IPA yang sering tidur saat belajar Biologi.

Satu hal yang membuat gue heran adalah kenapa banyak yang minta gue membahas puser. Di Ask.fm gue pernah dapat ask begini:


((Bikin blog tentang seputar puser))

Yang harus digarisbawahi adalah bikin blog, bukan bikin entri atau post. Ini orang gokil juga permintaannya. Ngebayangin ada blog tentang puser, yang pertama kali gue tangkap adalah banner blognya, tentu saja, bergambar puser. Masuk ke niche-nya: misalkan dia beauty blogger, paling sering membahas cotton bud apa yang cocok buat ngebersihin puser.

Sekarang dapet pertanyaan tentang puser. Mumpung gue tahu jawabannya, gue jawab aja di sini.

Kalau ditinjau dari letaknya dalam anatomi tubuh manusia, letak pusar berada di perut. Seperti hidung, jumlah pusar hanya ada satu. Namun, pusar dapat berdiri sendiri di antara luasnya perut. Hal ini yang menjadi inspirasi lain dalam dunia pemasaran. Banyak di antara kita mengenal Blue Ocean Strategy, yaitu strategi dalam dunia pemasaran yang menantang pengusaha untuk menciptakan ruang baru yang belum ada pesaingnya.

Ini yang belum terpikirkan para pemasar. Melihat letaknya yang sendirian di atas perut mengilhami gue untuk menemukan strategi pemasaran serupa Blue Ocean Strategy, yaitu Magnetic Puser Strategy. Sebuah strategi pemasaran yang terinspirasi dari sebuah puser yang dapat menarik perhatian (magnetic) para konsumen.

Bagaimana ini tercetus?

Perut diibaratkan sebuah pasar yang luas. Di sana segala macam produk ada dan tumpah ruah. Kita harus menjadi pusar yang menarik para konsumen. Kita harus menjadi “menggemaskan” agar pusar kita lebih menonjol dibanding pusar orang lain. Langkah awalnya adalah...

Ini jangan diseriusin, ya. Nanti gue digampar pakar pemasaran. Lagian, siapa, sih, yang nanyain kayak ginian? Puser tuh paling enak buat dibersihin pas nonton TV. Sambil nonton iklan, ngebersihin puser, lalu kotorannya di-.... (masukkan kata kerja sesuka kamu di sini).

^^^

Empat pertanyaan sudah terjawab. Sekarang giliran gue yang nanya ke kamu yang baca entri ini.

“Kalau kamu guru, berapa nilai dari soal-soal yang gue jawab dalam entri ini? Skor maksimal untuk satu soal 25”.

Asik, kan? Kasih nilai saya dong, Pak/Bu Guruuuu....

Temen-temen WIRDY juga dapat pertanyaan-pertanyaan yang seru. Kayak apa, ya, mereka jawabnya? Coba deh baca blog mereka masing-masing:
- blognya Yoga Akbar
- blognya Wulan,
- blognya Bung Darma, dan
- blognya Icha.

Gue mau nyontek dulu ah ke blog mereka.

30 comments:

  1. Cewek itu gak sukak ditanya, tapi kalok cowok gak nanya, "Kamu kenapa?" pasti jawabannya, "Pikir aja ndiri!"

    Sungguh mengerikan makhluk satu ini. ._.

    Masik mending lah, disuruh bikin blog seputar udel. Daripada seputar.. Endonesiah..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Oke, Kak. Ampun, Kak.

      Hmmm... hmmmm... jadi... yang dimaksud... Seputar Indonesia? Acara berita RCTI itu?

      Delete
  2. Hahahahahahha edan. 😂😂😂😂

    Fokus aku pecah pas ngomongin pusar. Apalagi ada yang ask ke kamu kek gitu. Ah gileeee :'D

    Btw dirimu bener-bener pelajar yang bener-bener baik ya 😂 tapi alhamdulillah lan dapet masuk PTN mah :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Banyak orang mempertanyakan puser di dunia ini. :D

      Alhamdulillah. Selama jadi siswa cuma tiga kali titip absen. Selebihnya lupa.

      Delete
  3. Nilainya 90, Rob. :)

    Bukannya lu emang lebih doyan ibu-ibu terus yang janda kaya gitu ya, Rob? Hmm. Percaya dirimu tinggi sekali, Nak. Kalau jadi perempuan bakalan macarin diri sendiri. Mantap. Gue juga, sih. Gue kalau jadi cewek tentu bakalan jatuh cinta sama Yoga Akbar. Meski blognya yang sekarang sepi, dia tetep nulis tuh. Uwuwuw~

    Yang nanya puser taek bener dah. Anjir-anjir. Kesel sendiri gue. XD

    ReplyDelete
    Replies
    1. Anjay. Nggak remed. :))

      Eh, itu enggak ya. Cuma mereka aja yang (kayaknya) seneng sama gue. Huahaha. Tadinya mau gue jawab Yoga Akbar Sholihin. Dia sering nganterin sampe halte Grogol soalnya.

      Meskipun anak IPA, kalau ditanyain puser gue juga bingung mau jawab apa. Gak masuk materi pencernaan, ekskresi, atau pernapasan. Makanya nggak tau. xD

      Delete
  4. Kalo kata guru2 milenial, Rob, jangan mengejar nilai, kejarlah ilmu yg lebih banyak.. jadi gaperlu dinilai. tapi kao mau ilmu ada nih. kamehameha....

    tulisannya makin rapi ini Rob, mantep. perkembanganmu sungguh luar biasa. itu naskah yg tertolak kayaknya nggak bakal lama ngendapnya kalo digarap kayak begini.

    itu yang nanyain udel, bisa ditanyain balik buat jadi bahan penelitian/postingan kagak? sapatau bisa ngejadiin udelnya dia contoh udel yg terbaik.

    ReplyDelete
    Replies
    1. WHOAAAAAAAAA. *ceritanya mental*

      Aamiin. Kayaknya mending buku tanya jawab aja deh biar bisa kayak gini. :))

      Enaknya disuruh bikin makalah, sih. Lumayan biar banyak yang download di Slideshare.

      Delete
  5. Taeq ih. Banyak kalimat yang ngeselin. Asli aku gedek baca ini. Kalimat "Pertanyaan kiriman," bikin aku jadi keingat Laurentius Rando pas jawabin Q & A. Terus "Nggak ngangkat," itu kesannya lucu-lucu ngenes. Dan... "Sendirian di atas perut," itu paling taeq sih. Aku ngakak. Hahaha. Receh bet yak.

    ITU TOLONG NARSISNYA DIKONDISIKAN... MOSO MAU MACARIN DIRI SENDIRI... HADEEEEH.....

    Itu khas banget ya yang ngasih pertanyaan borongan. Kayaknya aku tau deh itu siapa. HAHAHAHA. Terus yang puser, kampret bener dah. Kayaknya gara-gara kamu pernah share foto cewek puseran udelan ya makanya belio nanya gitu ke kamu. Hahahahaahaha.

    Btw, dengan pengetahuan dan background kamu seputar puser, mungkin suatu saat kamu bakal nerbitin buku yang berhubungan sama puser, Rob. Aminin jangan?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kayaknya anaknya bakat ngartis deh. Huahaha. :D

      Bukannya penasaran ke nama malah nanyain pusernya. Padahal kan kalau mau tau namanya bisa aja ya. Huhuhu.

      JANGAN. Belum siap risetnya karena harus ngadepin banyak puser. :(

      Delete
  6. Karna bukan ahli puser, jadi sulit untuk menilai, ehm...

    Btw, question nomor satu menginspirasi buat cari jodoh seorang blogger (questionnya bukan answernya) wkwk

    ReplyDelete
    Replies
    1. Jawabannya jangan dipercaya. xD

      Hmmm, kalau mau bilang answernya nggak apa-apa, kok. Beneran deh.

      Delete
  7. Anak-anak WIRDY lagi pada buat tulisan Q&A ya.

    ReplyDelete
  8. #TimPenyukaBuibu

    Sebagai seorang yg kurang gaul, gue belu pernah nyobain yg namanya ask.fm. Ya alhamdulillah sekarang sudah tidak ramai lagi.

    pacaran sama blogger? gue juga sempet mikir sih, tapi ngbelog aja belum lama, jadi ya bingung mikrin sama siapa, sama Awkarin? dia kan bukan blogger.

    *INI KENAPA JADI GUE YG NGERASA DITANYA!!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Cari di Jogja, bg. Banyak ibu-ibu di sana.

      Beruntung tidak pernah mengenal Ask.fm. Nggak seru lagi sekarang mah. xD

      Awkarin termasuk blogger kok. Kalau dia ngeblog.

      Delete
  9. Hmmm di postingan ini aku mendapat ilmu baru tentang puser. Tengs, By.
    Ini pasti Darma deh yg nanya puser. Hahahahaa

    Jawaban yang mengagumkan. Jika jd perempuan, blogger yg mau dipacari adalah robby haryanto. Hmmmm

    ReplyDelete
    Replies
    1. Itu pembahasan lintas bidang. IPA ke pemasaran. :')

      Ya iyalah. Ini termasuk nolong diri sendiri, mengubah nasib. xD

      Delete
  10. lama juga gak main ask.fm heeeee ...

    ReplyDelete
  11. sepertinya emak-emak sudah menginvasi dunia per-bloggeran indonesia, karena saya juga mengalami hal yang saya. pas tak inget-inget lagi, list mbak-mbak yang habis tak BW kebanyakan juga ibuk-ibuk :D

    tak kasih nilai 95 lah ya. poin tertinggi tak kasih ke jawaban tentang puser, bikin ngakak & pengen buru-buru mbersihin puser pas nonton TV haha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Huehehe, kebetulan mungkin lagi bw ke sana. Masih banyak juga kok yang mudaan. :))

      Asiiik. Ah, padahal dikit lagi cepek. xD

      Delete
  12. trmksih bnyk bro infonya sangat bermanfaat sekali. bolehlah mampir ke tempat aq heheheh

    ReplyDelete
  13. Ibu ibu juga dulunya pernah gadis Rob! 😂

    Abis baca "Jatuh cinta sendirian" ini Robby pengen pacaran sama diri sendiri. 😂😂

    Udel itu aku taunya buat objek misuh, "ngomong seenak udelmu" 😂😂

    Buat soal yang udah di jawab nilainya 88, angka yang lucu 😁😁

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wahaha, iya itu pasti, jelas. Tapi kan yang sekarang. :))

      Nah iya itu, selain "seenak jidat". Lho, angkanya nanggung nih. Tambah dua jadi 90 padahal. :')

      Delete
  14. Dari 4 prtnyaan dn jwban, favorit gue itu no 2 dan jg 4.

    Pdhal gue udh ngangguk2 loh itu yg jwbn lu no 2, lu blg buat mencirikan diri lu dan pgn di sekolah dikenal dgn sbutan "blogger" gue kira emg bener lu dikenal sbgai blogger seantero skolah, melihat dri rajinnya lu mempromosikan blog dan postingan2 lu di sosmed... Itu rajin bgt, beda ma gue:') ehtapi trnyataa... Ampe lulus identitas itu ga ngangkat. Gue agak gak nyangka sih. Wkwk

    Dan itu yg puser apa2an njirrr... Bsa ajee nyatu2innyq jadi teori pmasaran gtu. Heran gua mah. Yauda, Rob.. Mending lu bneran bkin POSTINGAN khusus seputar puser dahh.. Spertinya menarikk... Lebih seru klo dijelasin di 1 postingan. Lah kok gue malah dmen yak? Hahaha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hidup ini keras, Kak. Paling banter terkenal seantero barisan tempat duduk. Itu mikro banget. Sekelas juga belum tentu tau. :')

      Kagak mau, ah. Risetnya susah kalau cuma ngandelin puser sendiri. xD

      Delete

Terimakasih sudah membaca. Jangan malu-malu buat komen, karena komentarmu adalah semangat untukku.

Kamu mau, kan, jadi penyemangatku? Silakan berkomentar dengan sopan.