15 June 2017

Entri Ini Mengisi Dasbor Kamu

Benar. Kalau kamu follow blog gue, entri ini akan ada di dasbor Blogger kamu.

Ngomong-ngomong soal blog ini, tepat pada tanggal 30 Juni nanti blog robbyharyanto.com akan berulang tahun yang ketiga. Perasaan gue benar-benar bahagia hingga sekarang masih bisa ngeblog. Walaupun cuma buat media senang-senang, gue merasa beruntung pernah mengenal blog; seperti yang gue tulis di hampir semua media sosial milik gue.

Seputar blog lagi. Nggak nyangka followers blog ini sudah mencapai 100. Gue senang dengan jumlah-jumlah bulat seperti ini, seperti membentuk tahap demi tahap dalam kehidupan bermedia sosial. Contohnya, perasaan mendapat sepuluh followers pertama: senang. Seratus kemudian: bahagia banget. Seribu selanjutnya: songong, sok nyeleb, nyuruh followers selfie ala “bidadari kacamata”.
Hehehe. Sejauh ini belum ada yang sampai seribu. Teman di Facebook aja belum segitu.

Langsung ke poinnya aja. Sepertinya entri ini akan menjadi penutup di bulan Juni 2017 sekaligus penutup di tahun ketiga blog ini berada. Gue akan kembali ngeblog setelah lebaran atau masa-masa kuliah dimulai. Oh iya, kabar gue dalam menuju universitas negeri sangat membahagiakan. Berkat doa dari orang tua, guru, teman-teman dunia nyata maupun dunia maya, alhamdulillah, gue lolos SBMPTN. Sekarang lagi sibuk nyiapin berkas-berkas untuk persiapan masuk. Doakan semoga semuanya lancar, ya!

Gue menulis entri hanya karena ingin mengeluarkan apa yang sedang rame di kepala. Gue seperti mengusir mereka dari kepala gue dengan menulis. Kalau pikiran gue bisa teriak, dia mungkin bakal bilang, “HEI, MINGGIR DULU. KASIH TEMPAT UNTUK TAMU KITA YANG BERNAMA MASA DEPAN UNTUK TINGGAL DI SINI!”

Yeah. Gara-gara lolos SBMPTN, gue jadi gelisah karena mikirin hal-hal remeh. Takutnya malah mengganggu dan merusak hari yang seharusnya bisa dijalani dengan bahagia. Anehnya, pikiran tentang itu malah muncul terus. Yaudah, jadinya gue punya bahan buat ditulis. Hehehe.

1
Gue pernah baca, entah dari mana, ada sebuah kalimat begini: “Bacalah apa yang orang lain tidak baca dan kamu bisa berpikir beda dari orang lain.” Kayaknya itu jadi tepat setelah tahu kebiasaan gue seneng bacain kemasan makanan sejak kecil. Nggak tahu kenapa, setiap selesai makan ciki gue selalu membalik bungkus, lalu bacain komposisinya. Dari kebiasaan itu, gue jadi tahu kalau ciki atau makanan dalam kemasan selalu punya zat pengawet yang namanya natrium benzoat. Beda dengan formalin yang mana merupakan pengawet mayat.

(Hampir-hampir pikiran gue rusak karena pengawet mayat. Jangan-jangan, mayatnya setelah dikasih pengawet, disamain kayak ciki. Dimasukin kemasan, terus dikubur)  

Awas, jangan ketuker.

Takutnya, karena terlalu sering nonton Reportase Investigasi, seorang anak malah lebih tahu formalin sebagai bahan pengawet makanan daripada pengawet mayat. Siapa tahu, profesi dia nantinya menjadi pengusaha kolang-kaling, lalu terinspirasi dari acara tersebut. Nanti kolang-kalingnya dipakein formalin karena dia tahu, penjual makanan yang sering masuk TV adalah penjual (curang) yang masukin formalin ke makanannya.

Hati-hati.


2
Gue jadi takut banget sama petasan. Tahun ini menjadi masa paling kelam antara gue dengan petasan.
Di lingkungan tempat tinggal gue sebelumnya, bocah banyak yang main petasan, tapi jaraknya jauh-jauh dari keramaian. Main di lapangan atau lahan kosong. Sekarang nggak. Di depan gue, di jalan dengan penuh pejalan kaki, anak-anak nyalain petasan dengan bahagia tanpa dosa. Mana megangnya lama banget. Gue khawatir petasannya meledak di tangan.

Terus, ada satu bocah lari-lari nyalain petasan, terus dia lempar ke temennya. Udah gila kali ini anak, pikir gue. Atau, memang begitu caranya main petasan? Maklum, gue dulu nggak berani main petasan. Sampai sekarang, gue masih takut megang kembang api. Serius.


3
Masih tentang petasan. Ada beberapa jenis petasan yang nggak layak disebut petasan: petasan banting, petasan kentut, dan petasan tulis. Petasan tulis yang menurut gue paling layak di dunia perpetasanan. Ini petasan paling aman, sekaligus bikin produktif. Bentuknya panjang, dibakar ujungnya, terus disedot asepnya. Iya, ITU ROKOK.

Setelah ujungnya dibakar, nanti si pemegang petasan (tentunya pemegang saham terbesar karena dia yang modalin) bakal nyoret-nyoret ke tembok atau aspal. Biasanya dulu temen gue nulis namanya sendiri. Katanya, sih, nanti ada bekas tulisannya gitu. Nggak tau deh bener atau nggak. Gara-gara di depan rumah gue ada bocah nyalain petasan tulis, gue jadi pengin nantang diri dengan ikutan main. Nanti gue nulis, nulis, nulis, jadi deh satu draf novel.


4
Baru aja ngerasain sensasi makan ayam di sebuah restoran cepat saji. Sebut saja nama tempatnya “Pabrik kayakeju” bila diterjemahkan. 

Sore itu, gue sedang berada dalam acara buka puasa bersama teman-teman dan adik kelas ekskul KIR. Pemilihan tempat di sini agaknya cukup membuat sebagian orang mengkhawatirkan kesehatan pencernaannya. Sebaliknya, gue malah penasaran dan memang nggak ada tempat lagi. Kata orang-orang, Pabrik Kayakeju ini tempat paling oke... buat nangisin orang. Pedes banget ayamnya.

Dan ini yang menurut gue lucu. Gue diberikan sekotak nasi dan ayam yang entah bumbu apa itu di atasnya. Kayak kecap, tapi kok gue ragu rasanya bakal manis. Seorang teman memberi tahu, “Ini level 3.”

Level? Makanan berlevel? Biar apa?

Setengah perjalanan gue menghabisi ayam dan nasi, muka gue penuh keringat. Banjir. Seperti habis senam pukul 12 siang. Gue menggelengkan kepala, keringatnya muncrat ke mana-mana. Teman-teman gue yang lain nunjukin muka yang sama. Sama-sama kepedesan.
Bisik-bisik gue mendengar, “Si Robby level berapa, tuh?” Gue langsung memperhatikan lama teman-teman gue, lalu salah satu dari mereka nanya, “Rob, lu level berapa itu dah?”

“Hah?”

Mendadak budek.

“Si Robby, makan pedes malah budek,” katanya sambil tertawa. “Punya lu itu level berapa?”

“Hah? Nggak tau deh,” kata gue megap-megap, “katanya level 3.”  Gue menghela napas, “Gue nggak ngerti ginian, level-levelan. Gue mau makan bukan main game.”

Akhirnya, setelah malam itu, gue kepikiran satu hal: Kalau gue berhasil ngabisin level 3, gue boleh naik ke level selanjutnya dong? Abis itu lawan raja terakhir. Kalau nggak kuat? Game over pencernaan.

---

Masih banyak sebenernya yang mau gue tulis, seperti perjalanan gue selama persiapan SBMPTN mau banget gue tulis. Paling tidak, gue bakal baca lagi ketika suatu saat nanti gue sedang down di dunia perkuliahan, gue bisa berkaca kepada tulisan sendiri. Tapi, nantilah kapan-kapan. Rencananya mau gue bikin ke dalam bagian-bagian terpisah. Kalau sekalian ditulis dalam satu entri, bakalan capek bacanya. Demi kebaikan gue juga.

Terakhir, gue mengucapkan selamat Hari Raya Idul Fitri. Semoga tahun depan bisa bertemu kembali dengan Ramadan dan tahun ini ibadah Ramadan kita diterima Allah swt. Aamiin.

21 comments:

  1. Hmmm. Bidadari kacamata. Itu yang sering diusung sama Zarry Hendrik bukan sih, Rob? Kamu memang kehendrik-hendrikan, ya.

    Anjir lah. Aku baru tau jenis-jenis petasan. Dan untungnya sekarang anak-anak di deket rumahku udah jarang main petasan lagi. Hobinya main petisi. Untuk meminta keadilan ke pemerintah. Eh. Enggak gitu.

    Huahahahaha. Aku ngakak pas baca makan-ayam-bukan-main-game. Terus aku jadi ingat Kak Ira yang engas banget pas tau kalau Pabrik Kayakeju bakal dibuka di Samarinda. Emang pedes banget ya? Yaudah lah. Makan samyang aja sambil disayang~

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hendrik adalah nama tengahku.

      Mainan apaan itu? Anak sekarang mainannya keren-keren. :))

      Itu lebih pedes daripada samyang. Pedesnya nggak pake sayang-sayangan lagi. Langsung nonjok dan ngiris-ngiris organ pencernaan. :(

      Delete
  2. Congrats SBMPTN-nnya! Uyeaaay! \(w)/Semoga langcar cuuy. Selamat lebaran dan sampai ketemu lagi! Hohoho.

    ReplyDelete
  3. Mantap, Rob. selamat menempuh label yang diberikan teman2 kepadamu~ agar tidak hanya diangap bermuka mahasiswa semester lima, tapi juga bisa mewujudkannya.

    selamat berakhir ramadan dan lebaran jugaaaa...

    Petasan tulis itu aku belom pernah nemu.. sebagai anak kecil yg dulu mainnya petasan, aku ngerasa ledakanku kurang jauh..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Petasan tulis nggak pantes disebut petasan. Apaan, nggak ada ledakannya sama sekali dan cuma ngotorin jalanan aja itu pas coret-coret. :(

      Delete
    2. Bang Haw: Makasih, Bang. Muka ini udah berlabel anak kuliahan duluan. Akhirnya badannya nyusul.

      Bang Yogs: Lebih layak... kapur yang dibakar.

      Delete
  4. Alhamdulilah mau ulang tahu yang ketiga ya, Rob. Blogku sendiri sangat mudah diingat, karena waktu beli domain aja bertepatan dengan hari dimana malam itu pergantian tahun..hehe

    Sama sih, aku juga senang bisa mengenal blog. Dan akan lebih senang jika aku bisa mengnalnya disaat duduk di bangku sekolah sepertimu, dulu cuma sekedar tahu, tapi tak tahu cara gunainnya. Dan agak susah juga akses internet di tempatku..

    Tapi semuanya tak ada yang perlu di sesali dan yang pasti tak ada kata terlambat untuk mengenal blog. Termasuk tak ada kata terlambat untuk selalu bertaubat :)

    Alhamdulilah, ikut senang dengarnya Rob, semoga disaat kuliah nanti bisa menemukan apa yang kamu inginkan, termasuk untaian doa yang sering dipanjatkan, hingga cita-citanya semoga tercapai satu persatu..aamiin..

    Biasanya semakin banyak kegiatan yang dilakukan, semakin banyak juga ide yang muncul di kepala. Jangankan beraktiftias, diem aja suka banyak ide yang jalan-jalan diatas kepala..hehe. Dan, satu hal yang selalu membuatku kurang, menceritakannya. Ya, menceritakannya di blog ini seperti ini..

    Sampai saat ini aku juga tak kenal lagi dengan petasan, alias tak menyentuh lagi. Betul tuh, kadang aku juga suka bilang gila sama orang yang maenan sama petasan. Bahkan sempat aku lihat depan mataku sendiri, orang yang memasukan petasan ke kantong baju temannya.

    Meskipun petasan kecil, tapi tetap berbahaya. Suka kesel kadang. Dan suka pamer gitu kalau dia bisa pegang petasan, terus bertahan agak lama baru dilempar. Dan alhasil sempat terjadi jarinya putus kena petasan. Kalau udah gitu mau gimana lagi coba :(

    Ini blog yang aku komen sebelum istirahat. Nanggung rasanya soalnya udah ada di daftar blog yang tayang, dan udah aku buka sedari siang. Tapi karena tadi ada kegiatan, jadi baru sempat malam bacanya.

    Sekali lagi, selamat ya, Rob. Good Luck :)

    Aamiin, semoga kita semua bertemu lagi dengan ramadhan berikutnya. Sampai bertemu dengan cerita idul fitrinya :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wih, ulang tahunnya malah dimerahin kalender ya. Enak bener. :)

      Aamiin. Makin banyak kegiatannya, makin sering ide itu muncul. Hehehe.

      Mas Andi paling top komennya. Jos!

      Delete
  5. Pas 100 udah niat kalo 1.000 bakal jadi seleb blog terus minta foto bidadari. Hmm, nggak nyangka gue. Woi, ayo follow Robby! Gue juga mau lihat bidadari pake kacamata. :3

    Proses susahnya masuk PTN emang bisa jadi pengingat buat nanti masa-masa malesnya kuliah. Hehe. Sok tau dah gue. Gue aja gak ngerasain PTN. XD

    Anyway, selamat atas lolos SBM dan selamat Idulfitri buat nanti. Sampai jumpa bulan Juli~

    ReplyDelete
    Replies
    1. Eh, ini bercanda. Jangan diseriusin. Tapi boleh deh kalau serius mau follow.

      Iya. Ngurus ini-itu juga panjang banget ternyata. Vakum dulu sebulan.

      Makasih, Pak Penggagas. Bulan Juli gue ultah, lho. :p

      Delete
  6. ehh muncul di dasbor blog mana dah, kok di tempat ku tampilan blognya kan udah terbaru, gak kek dulu lagi nah... jadi pas login di blogger(dot)com langsung masuk ke blog kitaaa kan, gak masuk ke halaman dashbor blog, gak kek dulu ngeklik dulu trus nanti pilih blog mana yang mau dimasukin, dashbor manaaaa ak tidak menemukannya :(

    ReplyDelete
  7. Uwuwuwuuw
    Selamat masuk ke dunia perkuliahan yang kejam ini adik robby!!! Alhamdulillah lolos sbmptn emang rasanya gitu kok, kaya lolos ujian seleksi bersama perguruan tinggi negeri. Mantaaap adik robby hebat.

    Tetap semangat ngeblog, jangan seperti aku yg berenti ngeblog karna kenyang tugas dan kegiatan kuliah. Huhuhu

    ReplyDelete
    Replies
    1. YA ITU APA BEDANYA! Hehehe, makasih, Kakak Dibah. Ceritamu lolos SBMPTN lumayan memotivasi~

      Masih nyalin Iqro?

      Delete
  8. Ih, lulus, congrats yah Rob. Mudah2an nanti juga aku lancar~

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aamiin. Sukses Rahul buat kelas 12-nya!

      Delete
  9. Yeayyy akhirnya masuk ptn juga
    Slamaaat
    Dimn rob? #kepoow gue

    Hmmm ricis faktori ya, gue blom pernah nyoba sih, gue pikir spesialnya cuma disirem keju yg setipe ricis nabati, taunya ada level levelan

    ReplyDelete
    Replies
    1. Selanjutnya bakal ditulis di blog, Mbak. :p

      Adaaa. Mantap, Mbak. Pokoknya wajib coba! Biar bibir serasa dikerokin. Panas. :))

      Delete
  10. Wah kapan nih kira-kira lu posting perjalanan persiapan SBMPTN? gak sabar pengen baca nih.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nggak lama lagi bakal diposting berkala. :)

      Delete

Terimakasih sudah membaca. Jangan malu-malu buat komen, karena komentarmu adalah semangat untukku.

Kamu mau, kan, jadi penyemangatku? Silakan berkomentar dengan sopan.