07 January 2017

Efek Nonton Descendants of the Sun


Jujur saja, selama ini gue punya pandangan buruk mengenai serial drama Korea; menye-menye, banyakan nangis, dan muka pemainnya mirip semua. Tapi setelah gue renungi, jenis film atau tontonan apa lagi selain yang kayak begitu (drama) yang pernah (dan sanggup) gue tonton? Nonton film thriller nggak berani. Film horor apalagi. Paling cuma komedi. Itu juga yang pernah tayang di televisi nggak semuanya gue tonton. Film Spiderman yang langganan tayang di Trans TV juga nggak pernah nonton sampai abis.

Drama adalah jenis tontonan paling aman buat gue. Eh, apa mungkin itu alasan mengapa gue nonton video nangis-nangisnya Awkarin? Tapi, emang beneran sedih, sih, videonya. Coba deh.

Suatu hari, gue bilang ke Fahrul, teman gue, “Tontonan gue cemen banget.”

“Nggak papa,” katanya santai. Kemudian kakinya menginjak persneling. “Namanya selera, kan. Gue juga lebih suka genre-genre begitu.”

Sebuah obrolan jujur baru saja terjadi di atas motor. Tapi, kalau videonya Awkarin kayaknya dia nggak suka deh.

Sebelumnya, di dua post bulan Desember 2016, gue pernah bilang punya file enam belas episode Descendants of the Sun. Liburan kemarin, sering banget gue duduk di depan laptop, bingung mau ngapain. Gue mencoba nonton.



Episode satu: “Nggak terlalu buruk.”

Episode dua: “Lumayan.”

Episode tiga. “BESOK HARUS NONTON LAGI!”

Ketagihan.

Ya, ya, gue telat baru nonton DOTS. Di saat teman-teman gue udah nonton di RCTI, gue malah baru dapat file-nya.

Sedikit gambaran mengenai serialnya, mengisahkan seorang tentara bernama Kapten Yoo Si Jin (diperankan oleh Song Joong-ki) yang bertemu seorang dokter di rumah sakit bernama Kang Mo Yeon (Song Hye-kyo). Mereka saling jatuh cinta.

Untungnya, ini drama korea. Kalau ini FTV, akan bisa diperkirakan begini adegannya:

Kang Mo Yeon pergi ke pasar beli es dawet. Di perjalanan pulang, dia ditabrak tank-nya Kapten Yoo Si Jin. Dokter Kang berdarah-darah sekarat, Kapten Yoo malah hormat. Judulnya: “Cenat-cenut Ketabrak Tank”.

Kisah itu terus berlanjut hingga keduanya ditugaskan di tempat yang sama, sampai akhirnya sang dokter HAMIL DI LUAR NIKAH! WAHAHAHA. Nggak ding. Daripada penasaran kayak gimana sebenarnya, coba tonton aja.

Setelah menonton sampai 10 episode, ada sedikit dorongan yang memengaruhi gue. Tapi jangan salah tangkap, gue nggak pengin operasi plastik kayak orang Korea kebanyakan. Beberapa hal yang memengaruhi gue setelah menonton Descendants of the Sun.


1. Pengin megang senjata

Nonton Descendants of the Sun sudah pasti akan melihat adegan tembak-tembakan. Bukan, maksudnya bukan tembak kayak di acara Katakan Cinta. Itu nembak yang beda lagi.

Keluar peluru. Dari senjata. Begitu.

Gue kira, karena ini serial drama Korea—yang sudah identik dengan menye-menye—para tentara saat nembak senjata, ternyata yang keluar... unek-unek.

“Dengarkan saya. Serahkan senjatamu,” tentara menodongkan pistol di sisi kepala. “Sebenernya sejak lama aku suka sama kamu. Karena kenapa? Pikirkan!”

Hal yang membuat gue kepengin megang senjata adalah sewaktu adegan Kapten Yoo Si Jin membidik sniper, saat pengawasan senjata, ke arah Doker Kang, dengan maksud ngintipin dia lagi cuci muka. Bisaan aja dah. Meskipun jadinya kurang kerjaan.

Kalau gue mau melakukan hal yang sama, satu-satunya cara adalah beli teropong. Siapa tau gue bisa ngeliat alien di bulan lagi nyuci ufo.



2. Ngebayangin jadi tentara


Gue sejak kecil, bahkan sampai sekarang, nggak pernah punya niat untuk menjadi tentara. Tentara yang dalam bayangan anak-anak sangatlah keren: ke mana-mana bawa senjata, tiarap, dan mengabdi pada negara.

Sewaktu nonton DOTS, gue membayangkan bagaimana bila gue jadi tentara. Ah, tentunya nggak akan asyik. Tentara pasti bakal kesulitan jadi personal blogger. Paling, mereka bikin aliran baru: army blogger. Paling gampang jadi blogger tutorial, salah satu tulisannya "Cara Jadi Tentara Tanpa Tes, 100 Juta Langsung masuk. Asal Punya Orang Dalem".

Atau, ternyata tentara jadi kontributor Hipwee. Bikin judul artikel yang superpanjang: “Beginilah Kehidupan Tentara. Pasti Kamu Menyesal Telah Melecehkan Lagu Kebangsaan karena Mengganti Liriknya dengan Kata Kotor. Baca Biar Kamu Nggak Menyesal”.

Itu ngebayangin jadi tentara.

Dulu banget, gue udah dikasih gambaran yang nggak enak tentang tes jadi tentara.

Secara postur, kata banyak orang, gue cocok kalau jadi tentara. Apalagi sekarang gue botak (cie gitu). Tapi, gue ngeri banget ada yang pernah cerita begini: “Tes masuk tentara itu serem. Ditonjokin dan digebukin. SAMPE. MATI.”

Pertanyaannya: Ya kalo udah mati, gimana caranya jadi tentara? Nanti... siapa yang jadi kontributor Hipwee?


3. Sok tegap dan kokoh


Kalau ngebayangin jadi tentara, jauh sebelum nonton Descendants of the Sun gue udah pernah ngalamin. Sewaktu SMP, pada pelajaran Penjaskes, ada materi baris-berbaris. Heran. Gue malah baru tahu ada baris-berbaris di mata pelajaran Penjaskes.

Waktu itu gue nggak ngerti apa-apa soal baris. Alhasil cara jalan gue sewaktu baris jadi kayak robot. Mengetahui anak muridnya melakukan kesalahan, guru gue menghampiri. Dari belakang dia ngeplak gue.

Sadis.

Zaman SMA kelas 10, gue sempat (terpaksa) masuk Paskibra seminggu karena sistemnya perekrutan anggota. Sialnya, gue kepilih, dan langsung dilatih jadi pemimpin upacara. Beuh, keren nggak tuh!

Pas nonton Descendants of the Sun, semangat Paskibra gue kembali membara. Tiba-tiba kepengin lagi setiap hari teriak-teriak, push up, lari-lari, ditonjokin senior. Yang terakhir bohong.
Paskibra seru kok... pada awalnya. Muehehe. Gue nggak sempet diperlakukan secara keras karena cuma seminggu langsung keluar. Itu pun buat pasukan 17 Agustus.

Setelah kelas 12, gue jarang latihan fisik lagi seperti sewaktu di Paskibra. Berbekal nonton DOTS, sewaktu naik Transjakarta, gue sok kuat untuk berdiri sambil memegang pegangan. Baru lewat dua halte, orang yang duduk di depan gue keluar. Tentu saja gue duduk. Lemes.


4. Sedikit tahu bahasa Korea
Bahasa Korea juga sebelumnya sering diucap teman-teman gue yang menyukai budaya Korea. Beda dengan gue, yang lebih suka ngirup lem korea, yang nggak tau apa-apa soal Korea. Gue cuma tau beberapa pemain sepak bola dari Korea, seperti Ahn Jung Hwan, Park Ji Sung, Changhong, Lin Dan, dan Xiao Mi.

Kata-kata yang gue tahu setelah nonton DOTS adalah daebak dan aigoo. Kalau nggak salah, daebak artinya kayak amazing, wow, mantap, keren-banget-anjir, dan semacamnya yang menunjukkan kekaguman. Sementara aigoo, artinya menunjukkan kekecewaan.

Selebihnya gue nggak tau lagi.


5. Muncul soundtrack


Pernah ngerasain nggak, di suatu momen tertentu, kamu ngerasa ada lagu yang tiba-tiba bernyanyi di kepala? Biasanya lagu-lagu yang muter adalah lagu yang sering didengar atau erat kaitannya dengan kenangan bersama lagu tersebut. Misalnya, lagi makan teringat lagunya Duo Maia: “Aku mau makan, kuingat kamu”. Lagi bosen, ada temen mau duduk bangkunya dikasih tip-ex biar nempel di celananya, tiba-tiba di kepala muncul lagu Opick.

“Bagaimanakah bila saatnya....”

Ini juga terjadi pada kebiasaan nonton DOTS. Lagu yang biasanya tiba-tiba muter di kepala gue, bagusnya, adalah lagu-lagu romantis. Kayak waktu itu, gue lagi di suatu tempat tatap-tatapan sama cewek. Tiba-tiba di kepala gue mengalun lagu yang biasa gue dengar. “I love youu, deutgo issnayooo....”

Selain lagu yang judulnya Always – Yoon Mi Rae tadi, lagu lainnya juga sempat tiba-tiba terngiang.

Siang itu, di dalam bus Transjakarta jurusan Harmoni – Kalideres gue dan Alvin mendapat tempat duduk. Sangatlah beruntung mengingat selama jalan-jalan di Kota Tua kita nonstop jalan kaki. Nggak lama setelah duduk, gue bangun dari kursi bus meihat seorang ibu dengan bawaan yang banyak. Gue persilakan dia untuk duduk.

Alvin, seolah nggak mau kalah, ikut-ikutan memersilakan wanita umur 20-an tahun. Wanita itu dengan senang hati menerima kursi dari Alvin. Belum sempat duduk, wanita itu hilang keseimbangan. Tangannya bergerak kacau berusaha menggapai apa pun di dekatnya. Sampailah tangan kanan dia menyasar pada lengan gue yang sedang menggantung di hand grip.

Jeda cukup panjang di antara kami, seiring dengan cengkramannya yang makin menguat. Mata kami menyapa, membuatnya tersenyum kecil. Giginya gingsul mirip Nabilah JKT48, namun versi orang kantoran. Gue bisa merasakan soundtrack DOTS mengalun pelan...

“You are my everything....”



Malah bikin FTV sendiri di Transjakarta.


6. Kesel sendiri
Di zaman serba visual ini, cewek (dan cowok) malah lebih tertarik sama hal-hal yang hampir nggak mungkin dia wujudkan, seperti: “Gue mau nikah sama Sasuke”, “Mau main bola bareng Tsubasa”, “Mau jajan pecel bareng karakter hentai”, dan lain-lain.

Kapten Yoo Si Jin digambarkan sebagai lelaki yang tangguh, pelindung wanita dan orang tua, penolong, ganteng, dan humoris. Ini adalah ketamakan! Jarang banget ditemukan hal begini di kehidupan nyata. Semua tipe cowok favorit ada dalam karakternya. Ya, jelas aja cewek-cewek langsung kesemsem.

Untung cuma di film. Kalau ada benerannya langsung diculik dan dibuang ke Nusa Kambangan.

Ah, ini mah paling sindrom awal cowok-cowok suka nonton serial Korea: dengki sama pemeran cowok yang lebih ganteng daripada dia.

Mungkin cuma itu efek setelah nonton Descendants of the Sun. Sebenarnya ada banyak adegan menarik. Misalnya: adegan ciuman di atas truk di episode 9. Terus, masa efeknya bikin gue pengin ciuman. Nggak dong. Paling celana jadi sempit.

Oh iya, gue pake celana zaman SD.

Kalau kamu, gimana efeknya setelah baca post ini? Eh, maksudnya setelah nonton Descendants of the Sun. Kalau udah nonton, bagi-bagi pengalamannya di kolom komentar dong.

--

Sumber gambar:
- Screenshot adegan
- http://www.atimes.com/article/koreas-descendants-of-the-sun-tv-series-rakes-in-chinese-japanese-cash/
- https://www.dramafever.com/drama/4627/Descendants_of_the_Sun/
- https://www.soompi.com/2016/04/07/descendants-of-the-sun-to-be-made-as-a-movie/
- http://officiallykmusic.com/11-reasons-to-start-watching-descendants-of-the-sun-now/

55 comments:

  1. Muahahahaha baru aja gue mau bikin post ini. :))
    Ribetnya jadi tentara itu apa2 kudu lapor. 'Lapor komandan, saya abis mandi, tapi lupa beol. Laporan selesai komandan.'

    ReplyDelete
    Replies
    1. Padahal lu udah selesai, ya. Gue belom nih. :')

      Laporan diterima. Balik ke tempat. *balik kanan*

      Delete
  2. Gue rencana mau nonton sih. Kebetulan teman2 cewek gue suka korea gitu. Tapi, belim ada waktu. :(

    ReplyDelete
    Replies
    1. Jangan cuma rencana, Anak Muda! Proyek jalan tol hanya akan jadi rencana bila tidak dikerjakan. Indonesia butuh jalan tol. Ini Indonesia, Brother! *sewot*

      Delete
  3. Gue suka drama romance,tapi ga pernah mau nnton yang serial,pasti moovie
    alasanya apa ya,karena episode nya banyak,gue takut di pertengahan episode feelnya gdapet karena kepanjangan
    dan alasan yang lain takut dibilangin cemen juga si kalau ketahuan ama temen

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bisa diakalin dengan maraton. Tapi 16 episode kalo dimaratonin sekaligus, wow, manusia macam apa itu? :')

      Wah, saya malah terang-terangan. Dibilang cemen sudah biasa. Kebal. :'D

      Delete
  4. Hah
    Robi mau nikah sama sasuke?
    Kapan rob?
    Semoga terwujud y

    ReplyDelete
    Replies
    1. Niki katanya udah pacaran sama bolanya Tsubasa? Benarkah?

      Delete
  5. Belum nonton. Gak terlalu suka serial sih. Ini serial kan ya?

    Setuju. Itu poin nomer 4 dan 5 suka saya rasain juga cees. Bukan pas nonton drama korea tapi.... Nonton anime jepang.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, cees.. Serial koko crunch.

      Jadi tahu bahasa Jepang? Nggak cuma ikkeh-ikkeh kimochi doang, kan?

      Delete
  6. Lho. Aku baru nemu ada cowok yang ngaku habis nonton DOTS. Besok-besok nonton Goblin, Rob!
    Ih, itu judul artikel ala-ala hipwee pasti nyindir awkarin deh :pp

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalo dikasih file-nya bakal kutonton. Percayalah. Hehehe.

      Oh yang itu? Hahaha. Hehehe. Bukan aku yang ngomong, lho.

      Delete
  7. Bhahaha gusti nu agung :'D
    Aku belum sempat menonton semuanya. Tapi kata salah satu temen kantorku, film ini emang the best. Tapi da kalo bawaannya kurang suka nonton berbau korea, ya... jadi nggak ngefek.

    Tapi yang poin 5 aduh itu ngakak banget.
    Bisaan ngebayangin soundtrack segala di busway :'D

    Tapi ini kebanyakan ambil dari sudut pandang pria doang nih. Yang dari ceweknya nggak mau di-efek-in juga?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahaha, beneran bagus kok. Kalo lagi beneran nggak tau mau ngapain, ngitung akuntansi nggak balance dan stres, coba aja tonton. :))

      Hmmm, belum sempat riset ke cewek. Pasti lebih banyaaaaak efeknya.

      Delete
  8. Sebagai pengakuan, DoTS ini satu-satunya K-drama yang selesai kutonton. Muahaha. Drama lain nggak tertarik, nggak selesai, dan nggak ada Song Hye-kyo.

    Soal lagu soundtrak DoTS memang bagus-bagus semua. Selain Always, lagu lain yang enak:
    Everytime - Chen EXO & Punch
    You are My Everything - Gummy
    Talk Love - K.wil

    Salam,
    Song Joong-Ki

    ReplyDelete
    Replies
    1. Dokter Kang alias Song Hye-kyo memang terbaik!

      Hahaha, selama ini nggak pernah segitunya niat nyari tau judul soundtrack. Yang penting pas adegan uhui, ada soundtracknya. Btw, makasih Kang Rido atas judul-judulnya.

      *hormat*

      Delete
  9. Soundtracknya enakk~ Belom nonton sama sekali tapi udah tau lagunya. Banyak banget yang cover di IG..

    Malah gua ngebayangin, enak juga ya kalo kehidupan nyata punya soundtrack ya~

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yuk coba deh. Sering-sering denger lagunya Opick biar punya soundtrack kehidupan. :)

      Delete
  10. beberapa kali nonton drama korea, itupun kepaksa karena tipi dijajah oleh adik aku yg suka nonton. semakin kesini drama korea itu pun sebenarnya patut diacungi jempol, dalam hal ini adalah alur cerita yang "kaya" dan susah ditebak. gak kayak sinetron di indonesia. tapi efek yg sedikit ngaco adalah kebanyakan cewek ini membawa drama korea yg mereka tonton ke dlam hidupnua. kalo gini kan susah jadinya -__-

    ReplyDelete
    Replies
    1. Lho, jangankan cewek. Kadang, aku pun begitu. :((

      Iya, salut bener sama drama korea. Nggak pernah ada yang nyangka ada orang ciuman di atas truk. Hmmm.

      Delete
  11. Sama sekali gapernah nonton DOTS. Hahahaaa

    Yawlaa judul tutorialnya, MANTAP JIWA!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Woy! Coba dulu lah. Cocok untuk kita yang menye-menye. :))

      Delete
  12. Aku belom nonton DOTS! Hahaha. Baru beberapa doang drama korea yang aku nonton. Belom sampe 5! Haha. Sekarang lagi sukaaaa banget sama drakor yang judulnya Weightlifting Fairy Kim Bok Joo. Seru, deh. Coba tonton :p Hahah. Itu juga nggak hapal nama-nama pemainnya. Cukup nikmati ceritanya sajalah.
    Pas liburan nanti deh aku coba nonton DOTS ini.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Malah dapet rekomendasi drakor yang lain. :')
      Yang ini aja belum abis, Kak Sabil. Huhuhu.

      Delete
  13. Aku ngak nonton drakor ini tapi aku sempet ketempat lokasi syuting nya di korea hahaha #Pamer

    ReplyDelete
    Replies
    1. Lokasi syuting film apa nih, Mas Cum? Jangan bilang jawabannya, "Pikirkan sendiri." :|

      Delete
    2. Baca komen Mas Cum, masyarakat menengah cuma bisa "meneng"... sekaligus dengki.

      Delete
  14. ih ternyata liat adegan ciuman aja, cwok cpet kerangsangnya yee *emot ngakak*

    ReplyDelete
  15. XIAO MI? Itu merk hape sama action cam bukan sik? Pengen nonjok kamu rasanya, Rob!

    Ahahaha bangke lah. Army blogger. Nulisnya pas kapan tuh? Pas lagi leyeh leyeh di barak? Pas lagi break perang? Atau pas habis ciuman di atas truk? :(

    Bhaaaks. Aku merasa cupu. Aku belum pernah nonton ini drama. Emang kurang suka nonton drama sih. Soalnya harus diikutin mulu. Aku sukanya yang sekali habis. Tapi aku senang sih baca ini. Adik kecilku Robby ternyata gampang engas juga. Sungguh kamu adalah lelaki jantan!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah, saya juga nggak tau kapan tepatnya. Pikirkan sendiri.

      Hahaha, bentuk evolusi dari nonton sinetron sebenernya. Cuma lebih kekoreaan. :))

      Jangan diperjelas gitulah. :(

      Delete
  16. Ya ampun, aku nonton ini hampir setahun lalu :"))

    Sebelumnya emg udah vacum nonton drakor, tapi gara2 DOTS ini jadi kumat lagi nge-drakornya hahahaha. Efeknya emang luar biasa nih drama satu!

    ReplyDelete
  17. ini drama, gue udah tamat nontonnya. subhanallah kan. :')

    btw, yg gue gak ngerti dari drama2an korea, antara cowok dan ceweknya itu kok bisa saling peka yah? pertanyaan bagus.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Allahu akbar! 16 jam digunakan untuk nonton DOTS. Berfaedah sekali. :')

      Kenapa bisa begitu? Pikirkan sendiri.

      Delete
  18. yaampun... saking udah lamanya gue nonton ini drama, jd sedikit lupa sama ceritanya. untung ada postingan ini, jadi inget lagi...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Coba diingat lagi, ada adegan pegang-pegangan tangan di Transjakarta nggak?

      Delete
  19. Gue masih masuk ke dalam golongan orang2 yang tidak suka nonton drama korea. Alasannya hampir sama karena cengeng, menye2. temen2 gue yang cowok juga gitu semua.

    Tapi ada 1 temen gue yg masuk akpol, pas gue tanya apa hiburannya selama pendidikan, dia bilang DoTS ini dan dia suka. :((

    ReplyDelete
    Replies
    1. Pecat dia dari daftar temanmu. Biar jadi temanku saja!

      Delete
  20. Kamprettt gue ngakak rob pas adegan digelayutin lengen ama mb mv bergingsul mirip jkt48 keluar sontrak hahhahah, bikin ftv sendiri di tije itu punchlinenya elahhh

    Hmmm...sesungguhnya gue belum nonton ini, tapi rada tertarik sih yang lu sebutin berkaitan ama profesi yakni tentara
    Klo gue mah suka suatu film asal alurnya logis dah gitu aja, entah itu drama kek, komedi kek, thriler, horor, hahhaha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Tapi beneran manis, Mbak, senyumnya. Aaaaaa~

      Berarti FTV nggak suka dong, Mbak? Kan, banyak yang nggak logi. Ehehehe. Itu mah kata orang-orang, sih. Saya mah suka-suka aja. :))

      Delete
  21. saya sukaan film lepas soalnya kadang ga ada waktu buat ngikutin episodenya hehe
    tapi ini drama emang asyik meski cuma liat cupkikannya aja

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalo nonton seminggu sekali bakal ngangenin kok. Yang marathon malah nggak sehat tuh.

      *kemudian diserang fans drakor garis keras*

      Delete
  22. Hai mas Robby. Baca tulisannya jadi ketawa :p. Aku belum nonton sih. Mau nonton tapi gagal melulu. Hihii

    ReplyDelete
    Replies
    1. Halo, Mbak Alida. Nonton deh coba. Paling nggak jadi merasa lebih muda. Ehehe.

      Delete
  23. Disaat yg lain masih belum move on dari dots, aku sama sekali ga tertarik nonton karena ga setuju sama pemeran utamanya hahaha. Btw salam kenal, kunjungan perdana:)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Oh ya. Denger-denger bukan Song Couple lagi, ya? Eh bener nggak tuh sebutannya? Atau Couple Song? Ya itulah, duet Song Joong-ki dan Song Hye-kyo. Salam kenal juga!

      Delete
  24. Efek soundrack film Korea emang selalu terngiang di Kepala. Kalau udah nonton sampai 3 episode bakal penasaran nonton sampai tamat. hehehehe.

    Btw film Korea terbaru LOTBS itu juga bagus filmnya, lucu bikin baper. hehehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahaha, bener. Lagunya kedengaran terus di kepala. Sampai tiba-tiba nyanyi sendiri. :))

      Apa lagi nih? Boleh juga.

      Delete
  25. Ini film terbaper 2016 deh, dan jalan ceritanya juara!

    ReplyDelete
  26. Terkadang lihat singkatan DOTS ini sering silap.
    Kusangka HOTD... lanjut jadi kepikiran Highschool DXD!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Highschool DXD. Hmmm, pernah denger. *kabur*

      Delete

Terimakasih sudah membaca. Jangan malu-malu buat komen, karena komentarmu adalah semangat untukku.

Kamu mau, kan, jadi penyemangatku? Silakan berkomentar dengan sopan.