Perpanjang Domain Nggak Gampang, Bos!

Motivasi orang makai domain .com (dot com) berbeda-beda. Tetapi satu yang pasti, orang mau pake domain berbayar karena ingin ngeblognya makin rajin. Yang rajin semakin rajin. Yang jarang nambah rajin. Percaya deh, nggak bakal ada blogger yang kalau ditanyain kenapa pake domain berbayar dengan alasan “lagi iseng, eh nggak sengaja kepencet”.

Emangnya stalking.

Gue memutuskan untuk menggunakan domain berbayar sejak Desember 2014, waktu itu robbyskuit (alamat blog gue sebelumnya) baru umur enam bulan. Alasannya biar gue makin rajin, mengingat bayar domain itu butuh biaya. Lumayan jadi cambukan kalau gue lagi malas nulis. Jadi, gue nggak perlu pacar buat ngingetin ngeblog.

Tahun ini tahun kedua gue perpanjang domain. Awalnya gue bingung harus bayar pake apa karena sepuluh hari menjelang batas akhir pembayaran, uang gue tinggal sepuluh ribu. Itu pun buat nyicil kenang-kenangan kelas 12; buku tahunan dan jaket angkatan.

Bingung, harus bagaimana.

Bersabar dan jangan putus asa.

Bertanyalah pada Mamah Aa’.

Sip. Kalau kalian baca itu dengan nada yang benar, kalian suka bangun pagi nonton Indosiar.

Memang, rezeki datangnya nggak ada yang tahu. Tiba-tiba dapat aja, tuh, uang. Seminggu sebelum deadline, gue siap membayar.



Gue ke bank untuk nabung uang yang gue dapat. Aneh juga. Harusnya gue bisa langsung transfer ke rekening Qwords, jasa penyedia domain gue. Gue malah sempat-sempatnya ngisi rekening sendiri. Maksud gue, biar minimal ada transaksi lah di rekening. Setelah itu barulah gue transfer lewat ATM. Biar transaksinya nggak minus terus.

Ya, mau dibilang gimana pun, tetep aja aneh.

Malamnya, gue pergi ke minimarket buat mentransfer. Dari rumah gue pake kaos putih perpisahan SD, lengkap dengan foto teman-teman sekelas yang mukanya sudah pudar. Celana training hitam dan topi nggak lupa menjadi atribut. Belum lagi gue ke sana menggunakan sepeda. Mbak-mbak kasir bakal ngira gue adalah peserta Tour de France yang mampir ke minimarket.

Gue dengan jumawa memasukkan pin. Kemudian memasukkan nomor rekening yang dituju dan nominalnya. Selesai. Tiba-tiba gue disuruh masukin pin ulang. Gue baru memencet dua tombol, gue ragu. “Pin gue apa ya?!”

Nggak bisa

Gue coba masukin pakai password hape, tetep nggak bisa.

Gue coba lagi,
tetap, nggak bisa. Sampai di layar tertulis “batas salah pin telah habis”. Kira-kira begitu. Duh, kenapa gue jadi kayak maling bodoh yang nyoba nguras ATM korbannya.

Ketika kau punya masalah

Bingung, harus bagaimana.

Bersabar dan jangan putus asa.

Bertanyalah pada Mamah Aa’.

Gue kembali ke rumah untuk menjemput secercah harapan. Mungkin di sana ada jawabnya. Mengapa di tanahku terjadi bencana~

Gue mengambil nasi di rice cooker, menciduk soto dan bihun, dan mengambil sesachet sambal. Ya udah, namanya laper nggak boleh ditahan-tahan. Urusan transfer nanti dulu deh.

Setelah kenyang, gue balik lagi ke minimarket yang sama. Ketika gue memarkirkan sepeda, rantai sepeda gue lepas. “Yah, tanggung lah. Benerin nanti aja. Tanggung,” pikir gue.

Kedatangan gue akan membuat curiga mbak-mbak kasir. “Ah, peserta Tour de France yang mau nguras ATM korbannya, nih.”

Setelah gue coba ternyata tetap nggak bisa. Mungkin ATM di sini yang lagi eror.

Gue harus mencari tempat yang masih ada ATM buka. Mungkin di minimarket sana ada jawabnya. Mengapa ATM-ku terjadi bencana~

Tentunya dengan jari-jari tangan yang kotor, gue berada di depan ATM yang ada di minimarket lain. Gue dengan sepenuh hati menekan tombol untuk memasukkan pin. Berhasil. Nggak ada acara lupa pin lagi. Pelan-pelan gue pencet dengan kelingking nomor rekening tujuan. Dua angka terakhir gue salah ketik. Gue nyari tombol backspace. Nggak ada. Adanya cuma clear, yang artinya harus dari ulang.

Hey, ini ngetiknya penuh perjuangan pake kelingking!

Setelah semua selesai, gue disuruh memasukkan pin kembali. Lho, kayak tadi? Gue tetap mencoba berpikir positif. Kepala gue berusaha berpikir dingin (kebetulan mesin ATM ada di bawah AC). Tetap saja, layar menunjukkan transaksi gagal.




Gue putus asa malam itu. Ada baiknya ditunggu sampai besok aja. Siapa tau baru bisa besok lagi.

Kecewa pasti ada. Kesal apalagi. Tapi di perjalanan menuju pulang, gue menemukan kebahagiaan kecil. Ada suara speaker yang berbunyi “tahu bulat... digorengnya mendadak... lima ratusan.” Malem-malem masih ada aja, dan rame. Nggak tanggung-tanggung, mobil pick up yang membawa dagangannya dikejar sama bocah-bocah SMP.

Mobil itu pelan-pelan jalan.

“Ih, Abang. Jangan jalan dulu,” rengek cewek seumuran SMP. Rengekannya kayak film-film zaman dulu yang punya sebutan “abang-eneng” antara pasangan satu dan yang lainnya.

Si Abang cuma ketawa. Dia masukin beberapa tahu ke plastik. Mobil masih jalan dengan kecepatan tetap.

“Ih, Abang!”

Di sepeda gue ngakak. Kasihan melihat si cewek itu. Kalau mobilnya jalan terus, apa dia mau ngikutin? Kan, bisa aja mobilnya jalan, tau-tau nyampe Sumedang. Terus tahunya udah nggak bulat lagi. Jadi Tahu Sumedang.

Ya, kira-kira begitulah. Kalau sampai blog robbyharyanto.com nggak bisa diakses, ya kembali lagi dengan nama robbyskuit.

Update: Rabu, 14 Desember 2016
Setelah malamnya gue gagal membayar tagihan, gue mencoba kembali setelah pulang sekolah. Gue pergi ke ATM dekat sekolah, hasilnya... tetap nggak bisa.

"Apanya yang nggak bisa, ya?"

Gue stres. Mungkin butuh waktu 24 jam untuk bisa mengakses kembali setelah gagalnya masukin pin semalam.

Sampai di rumah, gue iseng nanya ke grup WhatsApp WIRDY. Bang Yoga dengan cepat menjawab kalau kartu gue sebenarnya terblokir. "Ke bank aja untuk ngurus," jawabnya. Gue sempat browsing tentang kartu ATM terblokir, kemudian pergi ke bank menggunankan sepeda.

"Nggak usah dikunci. Di sini aman," kata bapak tua berbaju biru. Gue nggak meragukan keamanan di sini, tapi gue mengunci sepeda dengan maksud biar nggak bayar parkir. Kan, gue sudah percaya pada kunci ini sebagai pengaman.

Gue mengambil nomor antrean, kemudian duduk bersama para pengantre. Nomor 33, angka yang identik dengan zikir dan nama sekolah gue.
"Nomor 24." Teller memanggil.
"Nomor 25."
"Nggak ada," kata seorang pengantre.
"Ya udah, yang mau ke sini siapa?"
Semuanya diam. Heran, ada apa sebenarnya.
Teller menunjuk seorang ibu, kemudian ibu itu menyebutkan nomor antreannya. Antrean kini dimulai dari nomor 30.
Tiga orang lagi gue maju. Mengingat kembali di blog yang gue baca di rumah, ada beberapa hal yang harus dibawa: KTP, buku tabungan, dan kartu ATM. Gue mengecek ke dalam tas, ada buku tabungan dan kartu ATM.

Ada yang kurang.

Ah, coba di dompet.

Di dompet cuma ada kartu pelajar SMA, kartu bimbel, kartu pelajar SMP, dan foto gue sewaktu SMP.

KTP GUE MANA?!

Mengingat kembali beberapa hari yang lalu, gue memindahkan KTP ke laci. Yang akan gue lakukan selanjutnya mengetahui nggak bawa KTP: kabur. Bisa aja gue menembakkan pistol, tapi gue nggak bawa. Biar nggak kelihatan ada yang terjadi, gue cuma bersikap seperti normal.

Gue menaruh kembali nomor antrean dengan lapang dada. Mengikhlaskan antrean yang sebentar lagi selesai.

Di parkiran, gue ketemu lagi sama tukang parkir. Mukanya udah siap-siap nagih. Gue bilang, "Ada kembalian?" Dia tanya, "Berapa?" Gue jawab, "Lima puluh ribu."
Mukanya setengah nggak ikhlas. "Ya udah, bawa aja."

Gue nggak melanjutkan kembali ke bank. Udah pusing duluan kena air hujan.


Update (lagi): Kamis, 15 Desember 2016
Berhubung kegiatan di sekolah lagi kosong, gue pulang cepat dan menyempatkan ke bank. Gue belajar dari kesalahan. Saking takutnya kejadian terulang lagi, bentar-bentar nengokin tas terus.

Bagaimana akhirnya?

Oh, gue nggak akan membocorkan di sini. Kita tunggu saja setelah tanggal 16 Desember 2016.

Hal yang perlu dibawa untuk mengembalikan pin ATM:
1. Kartu ATM
2. Buku tabungan
3. KTP
4. Uang admin (gue bayar lima ribu rupiah) dan uang parkir (ini bisa nggak berlaku kalau pakai sepeda).

Selamat mengganti pin ATM!


39 komentar:

  1. Gue bilang, "Ada kembalian?" Dia tanya, "Berapa?" Gue jawab, "Lima puluh ribu."
    Mukanya setengah nggak ikhlas. "Ya udah, bawa aja."
    Trus abis itu tukang parkir engga ngasih kembaliannya?
    Rugi kamu, rob

    ReplyDelete
    Replies
    1. HAHAHAHA BANGKE. Kalo dicerna baik-baik, bener sik ini komen bang niki.

      Ya tapi maksud Robby engga begitu juga bhaaangg :'D

      Delete
    2. Jelas2 disitu robby meminta kembalian
      Trya maksud dy apa dong?
      Jgn2 ada maksud yg laen selain minta kembalian?

      Delete
  2. Perjuangan yang panjang demi memperpanjang domain menjadi domaaaaaaaaaiiiiinn.

    Peserta tour de france yawlaaaa. Mau ngakak sekaligus mau ngetok pala Robby yang bulat kayak tahu bulat:(

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nah, itu baru perpanjang domain. :))

      Dikejar cewek-cewek SMP nggak?

      Delete
  3. Hebat! Lo berjuang walaupun absurd abis. Haha

    Btw, berapa sih perpanjang domain. Gue kan pake dotcom dan pake qwords. Jadi berapa??? Ehehehe

    ReplyDelete
  4. Jyaa panjang panjang intinya adalah cara mengatasi atm terblokur wkwkkwk
    Yagitu deh rob knapa sampe sekarang gue blom berinisiatip pake tld, kalo dah masa aktif abis, mau bayar pake apa ahhahaha, takutnya ngga bisa bayar, blog ilang huaaaa #lebe

    Hmm ngomong2 nama robbyskuit lebih berkarakter tuh

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sebenernya nggak nyampe hilang juga, Mbak. Cuma ganti nama ke semula lagi. Hehehe.

      Nggak ah. Makin ke sini jadi nggak suka biskuit. :(

      Delete
  5. Wahaha. Jadi tulisan anjis hal kayak gini. Perjuangan banget, ya. Entah nanti bagaimana proses gue sewaktu perpanjang domain. Semoga lancar-lancar aja.
    Berkat tulisan ini gue jadi belajar untuk produktif, besok-besok kegiatan gue sehari-hari jadi tulisan bisa juga nih. Wqwq. :))

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aamiin. Boleh juga tuh. Dalam rangka mendulang receh. Ehehehe.

      Delete
  6. Oalaaaaah....ini ujung-ujungnya karena lupa bayar tagihan dan ngurusin ganti pin atm toh? Agak capek yah, udah capek-capek ke bank tapi gak jadi ngurus karena ktp ketinggalan... besok-besok siapin receh di tas, kan kasian abangnya... :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Itulah poinnya. Hahaha.
      Receh dan KTP harus ada di dompet ya.

      Delete
  7. jadi, ini ganti domain apa ganti kartu ate'em? bajiguuuuur.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Eh, nggak juga deh. Di sini nggak ada ganti kartu, adanya ganti pin.

      Delete
  8. -_-
    gue baca serius2 ternyata cuma begini.
    ya tuhan.
    sia-sia ku membacanya....

    ReplyDelete
    Replies
    1. Silakan ambil wudu biar nggak nyesel-nyesel amat. :))

      Delete
  9. judulnya penuh emosi wkwk. harusnya tambahin rob, perpanjang domain nggak gampang, bos! + ganti kartu atm.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aha! Harusnya begitu. Tapi ini biar ada plot twist-nya.

      (((plot twist)))

      Delete
  10. INI KENAPA TERAKHIRNYA ADA KALIMAT "SELAMAT MENGGANTI PIN ATM" SIK? Yang susah ternyata bukan perpanjang domainnya, tapi punya sifat pelupanya! Pin ATM sendiri lupa!

    Domain berbayar memang bisa mencambuk kita buat semangat ngeblog. Buat kita nggak lupa ngeblog. Tapi FYI aja nih, pacar bisa mengingatkan kita akan pin ATM. Rob. Yaudah gitu aja. Btw, peserta Tour de France satu ini kapan mau ke Samarinda naik sepeda? MHUAHAHAHA.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nasib tidak punya tanggal pacaran, ya, begini. Nggak bisa dipake buat pin ATM. :')

      Kalau pake sepeda angin mungkin bisa. Bayanginnya yang gak bisa.

      Delete
  11. setelah bersemangat baca judulnya karena gue juga kayaknya bakal kebingungan soal perpanjang domain, ternyata isinya malah ganti pin atm. Ya Allah... gue kena clikc bait. Semoga ini gak pejwan gugel biar gak ada orang-orang lain yang tertipu... :(

    ReplyDelete
    Replies
    1. Inilah model tulisan zaman sekarang: provokatif dan resek! :))

      Delete
  12. Bangke nih Robby, dikira aku bakal apaan, ternyata penyebab nggak mudahnya karena diri sendiri. Pengen nakol dirimu, asli.

    Eh iya btw aku jadi ikut heran, di aku juga ada tukang tahu bulat udah malem masih ngeliling. Dan ada aja yang masih nnyamperin _._

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ke sekian banyak orang yang kesel dengan post ini. :'))

      Itu keajaiban tahu bulat kayaknya. :))

      Delete
  13. Udah ikut ngosngosan bacanya, kesimpulannya malah menyimpang. Kamu pernah kelilipan botol kecap, nggak?

    ReplyDelete
  14. set Kocak nih.. dah serius" baca juga dududududu

    ReplyDelete
  15. Wkwkwkwk, no PIN kok bisa-bisanya lupa. Pasti biasanya nabung di celengan babon nih

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sori ya, gue di bawah bantal nabungnya. :))

      Delete
  16. ahaha sabar aja kak, www.jaketmurahbandung.com

    ReplyDelete
  17. �� Baca ini kok serasa jadi bersenang-senang (baca: ketawaaa) di atas penderitaan orang lain ya? :D Tulisan kamu bagus. Btw, itu kaos kenang-kenangan SD beneran masih cukup sampai kelas 12?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Masih muat, Mbak. Masih bagus, lhoo. :))

      Delete
  18. Nah bener yang ditanyain mbak triani,itu baju lu masih bisa rob?tidak mengalami pemuaian itu badan?
    Ini yang ribet bukan perpanjangnya ya,tapi L nya!!,seharusnya dikasi judul "perpanjangan domain yang sulit karena eh karena aku sendiri";))

    ReplyDelete
    Replies
    1. Baju masih muat kok. Eheheh.

      Eh, jangan kesel dong. :))

      Delete

Terimakasih sudah membaca. Jangan malu-malu buat komen, karena komentarmu adalah semangat untukku.

Kamu mau, kan, jadi penyemangatku? Silakan berkomentar dengan sopan.