12 November 2016

Pendalaman Materi = Pekan Melelahkan

Lagi serius ngetik tugas di laptop, tiba-tiba kepingin nulis blog. Akhirnya buka jendela baru Microsoft Word deh. Hehehe.

Seminggu ini banyak kejadian yang enak buat ditulis di blog. Kayaknya gue udah berulang kali begini: Seminggu nggak ada postingan, sekalinya publish tulisan langsung nyeritain banyak hal. Emang anaknya doyan cerita!

1
Di dunia ini terlalu banyak singkatan. Tujuan sebuah kalimat disingkat adalah agar mudah diucapkan tanpa mengurangi arti sesungguhnya. Lalu, bagaimana dengan singkatan-singkatan yang punya banyak arti?

Ambil contoh, singkatan “PM”. Dalam bahasa Inggris, PM berarti “post meridiem”, yang artinya pukul 12 siang hingga 12 malam. Di Indonesia, kata PM terlalu banyak arti dan kepanjangan. Dalam pemerintahan, PM dikenal sebagai perdana menteri. Di kalangan anak warnet, PM artinya paket malam.

Di kalangan pelajar tingkat akhir, PM merupakan kepanjangan dari pendalaman materi, yang makna sesungguhnya adalah... SELAMAT DIBUAT BONYOK PELAJARAN UN!

Baru-baru ini gue membuat kepanjangan baru dari PM. Yaitu, pekan melelahkan.

Jelas saja. Alasannya, karena minggu ini, di sekolah gue, baru saja diadakan pendalaman materi. Mendengar cerita dari teman-teman dari sekolah lain, mereka sudah lebih dulu melaksanakan pendalaman materi, bahkan sudah ada yang try out. Salut banget sama sekolahnya.

Jadi, gue merasa memulai pendalaman materi di bulan November termasuk terlambat. Apa pun itu, semoga nggak mengurangi semangat belajar.

Dengan adanya pendalaman materi otomatis membuat gue pulang lebih sore. Niat untuk bolos pun semakin besar. Namun, gue sadar diri. Gue nggak jago loncat pagar dan pura-pura jadi anak kelas 10 atau 11.

Sudah pasti rasa lapar nggak tertahankan. Karena bulan depan domain gue akan habis waktunya, gue harus perpanjang domain blog. Gue harus mengumpulkan uang mulai sebulan sebelumnya. Uang 120-an ribu rupiah adalah nominal yang harus gue kumpulkan sebulan. Gue takut, pas jatuh tempo pembayaran gue dalam keadaan nggak ada uang. Kan, nggak enak kalau jadi blogspot lagi. Udah terlanjur nyaman promosi ke teman-teman, “Alamat blog gue: nama lengkap gue dot com.” Enak diucapnya. Daripada dulu. Robbyskuit. Apaan coba?

Usaha gue menghemat uang jajan adalah dengan membawa bekal. Sudah cukup lama gue nggak bawa makanan dari rumah. Tunggu, bekal yang dimaksud adalah nasi. Kalau bawa-bawa sekadar kue itu mah sering. Terakhir kali gue bawa nasi ke sekolah pas kelas 10. Waktu kaget-kagetnya masuk SMA karena nggak biasa pulang lebih dari pukul 12 siang.

Sempat sembunyi-sembunyi waktu makan di kelas. Apa sebabnya?



Biar masyarakat yang menilai.

2
Hari Selasa diadakan pengambilan nilai lompat tinggi. Gue nggak pernah mempelajari olahraga ini. Yang gue tahu tentang olahraga ini adalah, ini olahraga keren. Sampai gue yang merasakan menjadi keren setelah lompat tinggi.

Sebelumnya, gue melihat anak kelas sebelah yang jam Olahraganya lebih dahulu. Lompatan mereka sangat-sangat enak dilihat (karena mereka cewek). Berlari, tolakan dengan satu kaki, lompat, melewati mistar, jatuh di atas matras. Aduhai. Kemudian orang selanjutnya berlari, berlari, berlari tunggang langgang memegangi perut, belok ke kamar mandi.

Ngapain amat gue ngeliatin orang kebelet.

Giliran kelas gue masuk jam Olahraga. Gue dan teman-teman mencoba melompati mistar. Satu per satu lompat. Semuanya gagal. Pertanda buruk semuanya nggak akan bisa melewati mistar.

Barulah setelah diberi tahu teknik-tekniknya kami bisa melompati mistar. Ada tiga gaya di antaranya; 1) Gaya straddle; 2) Gaya flop; dan 3) Gaya scissors. Yang membedakannya hanya posisi saat melayang di atas mistar. Gue menggunakan gaya straddle dengan posisi melayang menghadap ke bawah saat di atas mistar.

Sumber http://dikatama.com/pengertian-dan-macam-macam-gaya-teknik-lompat-tinggi/

Lompatan pertama, ketinggian 110 cm. Sekali coba langsung lewat.
Lompatan selanjutnya, ketinggian dinaikkan menjadi 115 cm. Sekali coba langsung lewat.
Sampai ketinggian 125, gue sukses dengan sekali percobaan.
Barulah pada ketinggian 130, gue mencoba dua kali.

Ketinggian dinaikkan lagi menjadi 135. Inilah ketinggian terakhir setelah gue gagal tiga kali.
Gue kalah jauh dari cowok-cowok yang lain. Mereka kebanyakan sampai di ketinggian 140 cm. Hebatnya lagi, anak kelas sebelah sampai 160 cm.

Bayangkan. Tinggi kamu 160 cm. Dilompatin dia. Ngeri.

Selesainya, badan gue rasanya kayak abis ikut UFC. Kaki, leher, bahu kanan, rasanya sakit semua. Ya iyalah, wong kerjaannya dari tadi lompat-lompat aja. Apalagi begitu salah satu bagian tubuh menjadi yang pertama kali kena matras. Itu yang bikin sakit.

Pulang sekolah rasanya mau selonjoran aja.

3
Semenjak suka pelajaran Kimia, seringkali gue bertanya-tanya, “Bahan apa yang digunakan membuat benda ini?” Benda-benda di sekeliling gue, nggak luput dari pertanyaan-pertanyaan itu. Padahal, Kimia nggak sekadar tahu bahan dasar suatu benda. Lebih dari itu, ada juga perhitungan-perhitungan seperti menghitung konsentrasi larutan, mengetahui derajat keasaman (pH), perubahan panas, dan banyak lagi.

Kayaknya pelan-pelan pertanyaan itu harus dijawab oleh gue sendiri, dengan pertanyaan lain—menjawab pertanyaan dengan pertanyaan: “Apakah kita harus tahu semuanya yang ada di dunia ini?” Pertanyaan itu seperti memberi gue pemakluman, bahwa gue nggak akan sanggup mempelajari segalanya tentang materi kimia. Nggak semua hal harus kita ketahui. Misalnya, aib tetangga.

Itu yang menjadi masalah (bagi gue) dalam presentasi Kimia di kelas.

Saat sesi tanya jawab, ada seorang teman bertanya, “Jumlah nitrogen di atmosfer sekitar 78 persen. Pertanyaannya, mengapa harus nitrogen?”

Mendengar pertanyaan tersebut, ingin gue jabat tangannya seraya berkata, “PERTANYAAN BAGUS!”

Gue nggak ngerti dengan pertanyaan dia. Apa yang dia maksud sebenarnya? Tetapi, begitu gue ulang sekali lagi pertanyaannya demi menghindari salah paham, ternyata memang begitu pertanyaannya.

Sampai di titik stres, gue bingung harus menjawab apa. Karena, ya, menurut gue itu bukan porsi anak SMA. Sebagai anak SMA yang suka ke masjid (untuk tidur), gue menjawab dengan penuh kewibawaan.

“Dunia seisinya telah disusun dan ditata sedemikian rupa oleh Sang Pencipta. Mengapa nitrogen lebih banyak di atmosfer, itu telah menjadi KETENTUAN ALLAH SWT.”

Guru gue menutup muka dengan tangan setelah mendengar jawaban gue. Gue jawab begitu karena gue pernah mendengar hadits atau ayat yang menyebutkan serahkanlah kesulitan kepada Allah. Ya, karena terdesak, gue pasrahkan saja kepada Sang Khalik.

“Tetapi, mungkin saya yang nggak tahu,” lanjut gue, biar dikira nggak nyerah begitu aja. “Mungkin di luar sana para ilmuwan belum mempublikasikan hasil temuannya.”

Pesan moral: Inilah saatnya blogwalking. Siapa tahu para ilmuwan lagi iseng nulis daily blog isinya tentang penelitian mengapa nitrogen banyak di atmosfer.

4
Ini sudah masuk November ya? Bau-bau udara segar mulai tercium, sih. Kalau November telah hadir, ingatan gue kembali muncul kepada dua kata yang familiar: November rain. Atau, dalam tafsiran gue artinya “musim hujan yang hadir di bulan November”.

Udara akan menjadi lebih segar. Kecuali, sejak kedatangan kaos kaki busuk itu.

Beberapa kali sepatu gue kena air hujan. Entah itu saat gue lupa minggirin sepatu di masjid, atau gue yang kelupaan main kobakan di kali sambil pake sepatu. Eh, nggak ding. Udah bukan masanya.

Dampaknya kaos kaki gue juga ikut-ikutan basah. Seperti yang kita ketahui bersama, kaos kaki basah adalah aib. Orang-orang akan mengucilkan kita bila mengetahui kita menggunakan kaos kaki basah. Baunya bukan maen!

Kaos kaki gue lagi bau-baunya. Pulang sekolah pukul 4 sore sangat nggak memungkinkan buat nyuci kaos kaki. Bisa-bisa saja sebenarnya, tapi ngelawan rasa malas itu susah. Paling-paling, gue baru ganti kaos kaki di hari Senin karena tahu sudah ada kaos kaki bersih yang dicuci hari Sabtu atau Mingu. Yang nyuci siapa? Tentunya bukan gue!

Hmmm, belum cocok jadi anak kosan berarti kalau nyuci kaos kaki aja ogah.

Bencana minggu ini diawali di hari Senin. Bagi gue, sulit rasanya mengganti kaos kaki di hari lain. Pokoknya hari Senin. Harus. Nah, di Senin ini, gue nggak sempat ganti kaos kaki. Dan Senin yang lalu, belum ganti juga. Artinya, kaos kaki busuk ini siap menemani gue dua minggu berturut-turut. Kalau orang-orang mulai menjauhi gue, gue tahu harus menyalahkan siapa.

Tanpa gue dekati kaos ke kaki ke hidung, gue bisa merasakan bau apek itu. Atau, mungkin, selama ini kita tak pernah tau bahwa, selain mata, di kaki kita terdapat... hidung kaki. Mata kaki. Hidung kaki

5
Kamu pernah nggak, sih, melakukan sesuatu yang sebenarnya nggak kalian kehendaki? Misalnya, lagi sibuk nyari materi pelajaran di internet, tiba-tiba buka aplikasi yang lain secara tanpa sadar. Kalian buka profil Instagram mantan, lalu ngelike tiga fotonya. Kamu baru menyadari dua menit kemudian. “TADI NIATNYA NGGAK BEGINI!”

Dasar lemah.

Biasanya, gue dalam melakukan sesuatu dibayangin mau kayak gimana kelanjutannya. Makan – baca buku – cabut chargeran – tidur. Tetapi, satu hari di minggu ini gue ngelakuin hal yang agak aneh. Kayaknya sekrup di otak gue mulai lepas.

Ceritanya, gue baru saja selesai salat Subuh. Gue berdiri di depan kaca menyisir rambut, kemudian ke dapur mengambil piring. Begitu sampai di depan TV (ini tempat multifungsi. Bisa buat salat, nyantai, dan makan), gue menaruh piring di atas karpet, lalu menggelar sajadah.

Takbiratul ihram.

Mulai baca Al-Fatihah.

Mulai nggak khusyuk.

Timbul pertanyaan di hati: “Perasaan gue udah salat?”

Akhirnya gue terusin salat yang kedua.

Salat yang nggak ada niatan sebelumnya juga pernah gue lakukan dulu di kampung orang. Waktu itu kakak gue menikah dan perayaan diadakan di Brebes. Kami rombongan keluarga tidur di sebuah rumah sewaan sang tuan rumah, keluarga dari istri kakak gue. Di sana gue tidur di karpet lebar bersama paman dan sepupu-sepupu. Tengah malam, dalam kondisi gelap, gue terbangun. Gue melebarkan jaket hitam, lalu menggelar di lantai. Gue takbiratul ihram tanpa membaca niat.

KAMPRET! SALAT APAAN GITU?!

Ketidak khusyukan mulai menghinggap. “Perasaan tadi gue nggak ngambil wudu deh? Buseh, main salat-salat aja.”

Belum sampai ruku’, gue kembali tergelepar tidur.

Ini kejadian aneh. Kalau ngigau, sulit rasanya menyadari itu. Antara sadar dan nggak sadar.


Eh, kok... tulisan ini jadi panjang banget? Tadi gue abis ngapain ya?
Kebanyakan lompat tinggi, lompat ke kasur pake gaya straddle ah...

37 comments:

  1. Rob nanya dong
    nitrogen lebih banyak di atmosfer, kenapa bisa jadi KETENTUAN ALLAH SWT?
    .
    Belajar tambahan buat un ko bisa disebut pendalaman materi rob, kenapa begitu?
    Kan materinya dipelajarin bukan dipedalaman?

    ReplyDelete
  2. Gw ketawa ngakak ngeliat kotak makan lo, PINK, hahaha

    ReplyDelete
  3. COWOK MACAM APA KAMU? BEKEL MAKANNYA MERAH JAMBU GITU UDAH KAYAK MARMUT!

    Eh, itu mah judul film.

    Gue juga gak ngerti soal Kimia. Iya, nggak semua hal di dunia ini harus lu ketahui. Lu nggak perlu mikir di Merkurius itu ada kehidupan seperti di Bumi apa nggak. Nggak perlu. Mending mikirin domain yang bentar lagi mau habis. Muahaha.

    Soal hidung kaki itu boleh juga. Berarti ada mulut kaki?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Saya cowok penyayang. :)

      Tanpa dipikirin itu udah kepikiran terus. Wahahaha. Butuh uang saku dari placement, nih. :p

      Coba tanya ahlinya. *panggil Niki*

      Delete
  4. BAHAHAHAHAHA BANGKE. NGIGAU MACAM APA ITU. LANGSUNG SHOLAT AJA. SYARIAH BANGET. NGAKAK BAHAHAHAHAHAHA NGEBAYANGINNYA, ROB.

    Lompatan yang sangat sangat indah karena yang lompat itu cewek. Hmmmm. Dasar Robby mesum!

    Yang lompat tinggi, aku dulu juga suka tuh. Dan iya, ngerasa keren kalau bisa. Eh tapi gila tuh bisa sampe 160 cm. Sama aja kayak ngelompatin aku. Padahal aku kan maunya nggak dilompatin, tapi ditindihin. :(

    EH KOK JADI KOMEN GITU SIH?! Nah itu noh contoh melakukan sesuatu yang sebenarnya nggak dikehendaki :(

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ini berkat didikanmu! Apakah auramu menular?

      Yeeeeh, dilompatin langsung nemplok, biar jadi nindih. Kalau ketiban mau nggak?

      Delete
  5. Ya ampun.. Kiyut banget tempat bekel makanannya, Rob.. Huahahah :D Aku kalah! Soalnya punyaku dulu gambarnya robot-robotan. Apa cobak -_-

    Eh jadi kalok yg gembul bisa lompat tinggi jugak? Kan kesian jadinya kalok dibully sama diketawain :'

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nggak apa. Katanya itu menggambarkan kepribadian. Kalau robot-robotan artinya suka disuruh-suruh. Wahahaha.

      Bisa dong. Cuma pas jatuh di matrasnya itu yang nggak tentu selamat. :D

      Delete
  6. Replies
    1. Oiyak, gue blm komen, tau, Bi.. Komen ahh~

      Komen apa yak? Ituu.. Kotak bekelnya kiyut amirr... Mending buat gue sinih! Haha

      PM, pekan melelahkan.. Hmm, udh kls 3 emg krg afdol rasanya jika blm ktmu sm PM. Tp PM stau gue sminggu cuma 3 atau 4 hri deh? Itupun bnyak yg cabut :'D klo pas SMA, gue dpt PM cuman sejam doang, bru jg duduk... Lgsg bel.. Ga asik bgt:(

      Yahelah, pljrn olahraga gue paling ga dmen, apalagi klo udh loncat2, sm rolling2 gtu, mending dsruh bkin makalah dahh.. Ato gak lari mindah2in bola jg gpp, itu paling gmpang (mnrut gue wkwk)

      mtk, kimia, emg sama2 nyusahin dahh.. Dan jawaban luu.. Islami bgt rob.. Jgn2 nilai Agama sm kimia lu ktuker ntr wkwk

      Btw, bsa jelasin gak, knp gue kalo komen gabisa pendek?:(

      Delete
    2. Di sekolah gue cuma 4 hari. Satu hari nggak ada PM. Kalau mau cabut, mikir-mikir dulu. Soalnya diabsen. :(

      Lari mindah-mindahin bola apa serunya? Bikin makalah juga nggak bikin capek. :(

      Nggak tau deh kalo itu mah. Dibilang bawel pasti nanti marah. Wahahaha. :D *peace*

      Delete
  7. SUBHANALLAH, ROB. NGIGAU MU SUNGGUH MULIA. AKU TERTEGUN MELIHAT KEKHUSUAN MU DALAM BERIBADAH. SUBHANALLAH, SUBHANALLAH. FORZA ROBBY.

    Aku biasanya lompat kepala duluan rob, trus pas mndarat kyak roll kedepan gitu. itu namanya lompat apa rob?

    Bdw, tempat bekal kamu gokil rob! itu baru laki!

    ReplyDelete
    Replies
    1. SUBHANALLAH. ALHAMDULILLAH. ALLAHU AKBAR.

      Itu lompat harimau. Bener, kan?

      LAKI BANGET!

      Delete
  8. aaastagaa...
    gua ketawa mulu bacanya..
    yang sabar yaah menghadapi musim hujan beserta dengan kaos kakinya yang bau..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wahaha, nunggu kemarau dulu biar kaos kaki nggak bau sampai 2 minggu dipake. :))

      Delete
  9. KAMU PRIA KENAPA KOTAK BEKALMU WARNANYA GITU DAN GAMBAR PANDA GAGAL GITU? YA TUHAN...

    TERUS ITU NGGIGO MACEM APA? :))))

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sudah kubilang, Kak Ben. Aku anaknya penyayang. Kotak bekalnya aja lucu. ^__^

      Ngigo macam... itu deh.

      Delete
  10. NOMOR 5!! Ha ha poin nomor 5 sering saya alami tuh Rob.

    Eh olahraga di SMA sekarang udah bervariasi ya. Ada lompat tinggi segala macem. Ngomong-ngomong, bulan November udah mulai sibuk pendalaman materi gitu ya. Padahal ujiannya masih lama kan? Sukses cees!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Berarti suka tanpa sadar tidur di atas kulkas yaaa. :))

      Zaman mamaku juga ada, cees. Oh iya, makasih banyak, cees!

      Delete
  11. Kotak bekal makanmu kok unyuuuu begitu sih :( merahmuda gambar panda :( mauk *lah

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kamu pasti cocok pake kotak makan kayak gitu. Biarpun gondrong, kan, tetep unyu. :D

      Delete
  12. Baru kali ini gue nemu orang yang ngigonya solat. Orang2 mah biasanya ngigo gara2 tekanan kerjaan atau apa gitu. Goks. :))

    ReplyDelete
  13. robbyskuit masih mending daripada sesuatubangetsob. Tenang saja, dunia tidak akan mengucilkanmu.

    tiap baca post lo saol kehidupan SMA ini bikin gue flashback mulu ke jaman SMA bangke. Masa2 kelas 3 SMA itu emang kejam banget sih, pendalaman materi ini sama aja kayak bimbel kan ya?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wahahaha, kayak kenal sama nama itu. Hmmmm. :))

      PM nggak terasa apa-apa. Bimbel lebih enak daripada PM, meskipun sama-sama sejam per mata pelajaran.

      Delete
  14. aku tadi mau komen apa ya, bentar. BENTAR. AKU GAGAL FOKUS! kenapa kotak makan kamu lucu banget hey!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ehehehe, bisa aja Kak Uni. Makasih lhooo. :)

      Delete
  15. Dari sejak sekolah sampe udah kerja aku masih suka bawa bekal kok :)
    Ya tapi gak seunyu kotak bekalmu ju sih (=^ω^=)
    Keselnya tuh pas lagi lapar eh banyak temen yang nyomotin! Dan bekal saya raib dalam sekejap

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nah, solusinya kalau begitu: ngumpet. Tapi, ya, gitu. Bakal dikucilkan. :')

      Delete
  16. kotak makannya lucu.....

    Salam kenal
    www.travellingaddict.com

    ReplyDelete

Terimakasih sudah membaca. Jangan malu-malu buat komen, karena komentarmu adalah semangat untukku.

Kamu mau, kan, jadi penyemangatku? Silakan berkomentar dengan sopan.