Kangen Kangen Band

Seorang komika Indonesia, Pandji Pragiwaksono, pernah nge-tweet (seingat gue) begini: Hal yang paling sia-sia adalah memperdebatkan selera. Gue sepakat dengan tweet tersebut. Sudah banyak buktinya. Perdebatan selera telah menjadikan calon menantu gagal meminang anaknya.

“Ayahku sukanya Beng-beng langsung.”
“Tapi aku sukanya Beng-beng dingin.”
“Gue sukanya Beng-beng gratis. BAGI SINI DAH. RIBET LU PADA!”

Untuk berani jujur, kita perlu tahan terhadap cibiran. Gue, secara terang-terangan, suka Kangen Band. Kalau setelah ini gue dicibir, nggak peduli. Selera adalah hak individu, Jenderal. Kalau orang-orang mencibir, nanti lo gue rujak karena gue bukan buah-buahan, tapi jadi buah bibir.

Hmmm, kayak tahu lirik lagu siapa. O aja ya kan.

Formasi Kangen Band terdahulu

Gue suka Kangen Band dari musik dan lagu-lagunya. Kalau ditelaah, lagu-lagu Kangen Band mudah dicerna baik lirik maupun musiknya. Meskipun liriknya sering dicap lebay, kita jujur-jujuran aja, kalau lagi sedih karena cinta pasti kamu pernah dengar lagu Kangen Band, terus bilang, “Anjrit. Ini gue banget!” Ngaku aja deh. Yang bisa gue simpulkan: lagu-lagu Kangen Band adalah wujud sesungguhnya dari diri kita ketika norak.

Mencap band alay tapi dengar lagu-lagunya langsung melow. Dasar lemah!

Sampai di tingkat kefanatikan tertinggi, gue sering mantau posisi Kangen Band di chart Inbox, sebuah acara musik pagi. “Wah, lagu Yolanda ada di posisi keenam.” Gue ngomong begitu langsung ditinggal teman-teman di pergaulan. Selera gue nggak diakui.

Oke, kita kesampingkan dulu segala hal tentang musik Kangen Band (yang dibilang norak dan kampungan).

Seniman hebat banyak yang memiliki latar belakang ekonomi kurang mampu. Personel Kangen Band, seperti yang diceritakan di film mereka—Aku Memang Kampungan—, disebut-sebut datang dari ekonomi rendah. Andhika seorang penjual es cendol. Dodhy tukang tambal ban.

Young Lex karyawan bioskop. Juga office boy.

Tetapi mereka hebat. Datang dari kaum melarat, berkarya tanpa rasa penat, kemudian kesuksesan mereka dapat.

Keunikan dari lagu Kangen Band adalah liriknya yang gampang banget masuk otak. Liriknya dekat dengan kita. Namun, pernah nggak, sih, ketemu lagu yang bagus tapi nggak tahu liriknya? Ini agak rese sebenarnya. Ibarat suka sama orang, tapi nggak tahu namanya. Contoh aja satu lagu.

“Coba kau pikirkan, coba kau renungkan. Apa yang kau inginkan telah aku lakukan.”

Kalau orang awam, apakah tahu judulnya? Ooh, tentu tidak mungkin! Pastilah menebak-nebak judul dari lirik lagu yang ada.

“Mikir, merenung. Apa, ya? Kamu ingin, aku telah lakukan. Aaaah, mungkin judulnya... Majikan.”

Gue orangnya gampang penasaran. Maka dari itu gue cari aja judulnya dengan memasukkan lirik di kolom pencarian Google. Tuh, ini baru ngefans level nyari-lagu-bajakan yang mandiri. Kalau nggak ngeluarin duit buat beli albumnya, minimal jangan nanya link download ke penyanyinya.

Dari sekian banyak lagu Kangen Band (yang dibilang norak dan kampungan), ada lima lagu yang gue jadikan favorit.

5. Penantian yang Tertunda
Masalah yang diangkat dalam lagu ini sangatlah berat, tetapi gue suka lagunya. Masalah restu orang tua, sepertinya.

Kumohon kau mengerti. Cobalah kau tabahkan hati.
Tabahkanlah hatimu, oleh siksa orang tuamu. Kuyakin kita mampu bila kita saling menunggu.

Lagu yang tentunya bukan porsi gue. Jelas, kalau berhubungan tapi tersiksa orang tua, bukanlah masalahnya anak SMA. Masalah anak SMA yang terkendala orang tua adalah nggak dibolehin kerja kelompok.

Namun, nggak tahu kenapa lagu ini cukup sering gue dengar dulu, di mana pun. Maknanya nggak ada yang secara khusus “benar-benar gue”.

Terus, si lelaki dalam lagu termasuk tipe cowok yang, kalau kata cewek, uwuwuw banget. Mau nunggu walau sebagai simpanan. Mau menanti walau takkan pernah dimiliki. Tetap menunggu walau hanya sebagai kekasih gelap. Beberapa cewek mungkin akan terhasut dengan ucapan manis tersebut.

Kembali lagi, secara khusus nggak ada keistimewaan lagu ini buat gue. Hanya saja semakin sering lagu ini didengar jadi kedengar enak. Lumayan buat ngerileksin badan.


4. Kembali Pulang
Dalam lagu ini, Dodhy, sang penulis lirik, banyak menggunakan majas personifikasi. Di setiap liriknya pula Dodhy memberi rima, sehingga bunyi akhir dari lirik sama. Liriknya nggak ada hubungannya dengan kisah gue. Makna lagu ini adalah tentang pasangan yang senang setelah balikan.

Kekasih yang dulu hilang, kini dia telah kembali pulang. Akan kubawa dia terbang, damai bersama bintang.

Gue belum pernah begitu. Pernah, sih, dulu putus, lalu tiga hari kemudian balikan. Nggak terasa apa-apa. Belum sampai pada tahap susah-susahnya usaha buat move on, kayak yang dikeluhin orang yang abis putus.

Sama kayak Penantian yang Tertunda, lagu ini juga nggak terlalu punya makna khusus. Cuma karena lagunya menye-menye dan enak, jadilah gue suka lagu ini.


3. Pujaan Hati
Lagu ini cukup membekas bagi gue saat kelas 10. Ceritanya, dulu gue baru saja putus (ya, gue pernah punya pacar). Lalu, beberapa hari kemudian ada pengambilan nilai menyanyi lagu pop di kelas. Gue stres banget nyari lagu apa yang gampang. Nyanyi lagu Slank takut ada yang ngibarin bendera. Nyanyi lagu Depapepe nggak tahu liriknya. Nyanyi lagu Abang Tukang Bakso, nanti ada yang main tenis meja.

Lho, kok gitu?

Iya, bakso bulat seperti bola pingpong.

Sekelebat memori gue memunculkan lagu yang sangat membekas zaman SMP. Pujaan Hati. Ya, ini lagu yang muncul, kemudian menjadi pilihan gue. Alasannya: lagu ini benar-benar nyambung dengan kondisi gue saat itu.

Mengapa kau tak membalas cintaku. Mengapa engkau abaikan rasaku.

Alasan lainnya adalah lagu ini benar-benar gampang.

GAMPANG DIHINA.

Benar saja, gue dicemooh karena pakai lagu ini buat penilaian. Bukan karena selera musik gue yang cemen (sekali lagi, nggak ada selera yang cemen). Gue dibilang aneh sama seorang teman. “Nyari lagu yang bagusan dikit, kenapa. Parah lu mah.”

Padahal, gue nyari jalan aman. Gue nggak punya suara yang bagus. Nah, salah satu yang gue miliki adalah semangat. Bila gue memilih lagu yang semangat, maka suara gue akan terlalu semangat dan jadinya ngawur banget. Kalau nantinya tetap dikatain, “Suara lu jelek, Rob!”, gue tinggal jawab, “Gue hanya mengikuti suara aslinya.”

Ehehehe, maaf. Andhika suaranya bagus kok. Dibanding boyband dan girlband yang nyanyinya bagus kalau rekaman doang. Kalau manggung cuma gerak mulut doang.


2. Tentang Aku, Kau, dan Dia
Hal yang gue suka dari lagu ini adalah kedekatan makna lagu dengan kehidupan gue. Tentang seorang cewek yang pernah membuat gue berpaling hanya kepadanya. Karena dia, pernah membuat gue nggak sedih lagi. Pokoknya pengin terus bareng dia.

Selayaknya engkau tahu, betapa ku mencintaimu. Kau terangkanku dari mimpi burukku.

Kalau sudah cinta, ngelihat dia sama yang lain agak sakit rasanya, apalagi kalau sampai cerita-cerita soal percintaannya dengan orang lain. Herannya, dia juga ngungkapin kesedihan ”orang lain” itu yang nggak peka kepadanya, ke kita. Ungkapan tersebut menggambarkan lirik berikut, yang juga gue alami.

Jangan kau menangis lagi, tak sanggup aku melihatnya. Namun, kumencoba tegar menghadapinya.

Sekarang kau pilih diriku atau dirinya.

Akhirnya, jadi nggak ingin berharap lagi. Gue mundur dan pelan-pelan menjauh.

Sudah usai sudah, cerita engkau dan aku. Kuanggap sebagai bingkisan kalbu.


1. Bintang 14 Hari
Lagu ini menurut gue yang terbagus dari banyaknya lagu Kangen Band. Kekuatan dari lagu ini adalah lirik dan penyanyinya. Dalam lagu Bintang 14 Hari, ada bagian lirik yang dinyanyikan backing vocal Kangen Band, Eren. Dalam liriknya, Eren, sebagai wanita, menggambarkan perjuangannya mencari kekasihnya. Wah, gue kalau sudah dengar cerita-cerita tentang perjuangan wanita begitu langsung luluh.

14 hari ku mencari dirimu. Untuk menanyakan di manakah dirimu.

14 hari kudatangi rumahmu. Agar engkau tahu tertatihku menunggumu.

Cowoknya juga. Dia minta maaf setelah lama menghilang dari kekasihnya.

Maafkanlah aku lari dari kenyataann. Bukan karena aku tak punyai rasa sayang.

Selain lagunya, video klip dari Bintang 14 Hari merupakan kelanjutan dari video klip lagu Kembali Pulang (kalau nggak salah). Ini juga yang menjadi kekuatan Kangen Band dalam memproduksi video klip. Mereka mengonsep video klip lanjutan. Suatu lagu punya video klip, lalu di lagu berikutnya melanjutkan video klip dari lagu sebelumnya.

Masih banyak lagu Kangen Band yang bagus. Mulai dari Doy, Yolanda, dan... aduh, lupa judulnya. Ingat-ingat lirik dulu deh, baru nyari di kolom pencarian.

Sebenarnya ada satu lagu Kangen Band yang memotivasi anak bangsa untuk kuliah di Washington. Tapi tetap saja lagu Juminten nggak masuk ke dalam lima lagu Kangen Band terbaik versi gue.

Gue cuma mau bilang, Kangen Band nggak selamanya cemen, musik rendahan, musik kampung, hina, dan musik kasta rendah. Nggak begitu. Jujur saja, gue merindukan musisi-musisi Tanah Air yang menggunakan majas di lagunya. Yang terdengar jujur dan benar-benar resah.

Terlepas dari noraknya, kalau saja gue belum kenal musisi selain Kangen Band, mungkin saat ini juga gue bisa menggambarkan Kangen Band dengan lirik lagunya yang berjudul “Penantian yang Tertunda”: Kaulah yang terbaik bagiku dan nomor satu.

--

Selain gue, teman-teman WIRDY juga pada kangen Kangen Band. Baca kekangenan mereka di sini:
Wulan: Kangen Band yang Bikin Kangen
Icha: Kangen(in) Band
Darma: Kita yang kangen dia. Dia nggak kangen Kangen Band. :(
Yoga: Duh, Kangen!


36 komentar:

  1. Anjis dia malah bahas banyak lagu. Ntap banget!

    Gue mah kalo 14 hari itu lagi nunggu invoice job review cair. :(

    Ciye ternyata Robby pernah pacaran.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mesakke tenan, Mas. Nunggu invoice 14 hari. :')

      Yeh, dikira kau doang yang pleboi. :D

      Delete
  2. Ada satu nih Rob, faktor yang bisa mematahkan (atau mungkin mendukung) Teori Selera itu. Tak lain tak bukan adalah........suasana hati.

    Lagi bahagia, dia dengerin lagu dangdut. Lagi sedih, dia dengerin lagu Glen Fredly. Lagi mabok, dia dengerin lagu Slipknot. Haha.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Lho, aku justru kebalik. Hehehe. Sedih dengerin lagu-lagu keras biar semangatnya naik. :))

      Delete
  3. Whoooaaaa lagu kangen band diborong Robby nih hahahahahaa

    Aku kok malah bayangin seorang Robby yang nyanyi pujaan hati di depan kelas ya? HAHAHAHAHAHAA YAWLAAAA
    Btw, bintang 14 hari juga bagus banget menurut aku, By. Tapi karena dulu lagu itu pernah jadi ost film horror apaa gitu ya, aku jadi serem kalo denger lagu itu hahahahahaa

    Akhirnya Robby normal karena punya mantan. Oke.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Karena lagu mereka bagus-bagus. Jadi kuborong sajalah. Wahaha, serius? Tapi kok, iya juga ya. Intronya lumayan nyeremin.

      Delete
  4. Cinta yg sempurna g dimasukkin rob
    Seperti bintang dilangit begitulah cinta kita
    Takkan pernah binasa meski terhapus masa
    Bener g liriknya?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Beneerr. Itu juga bagus, Bang Nik. Lupa. Hehehe.

      Delete
  5. Anjir. Robby nulis ini dari hati banget kayaknya. Bahasannya bener-bener nyampe. Aku sampe ngebayangin gimana raut muka kamu pas 'direndahin' temen-temen kamu gara-gara lagu Pujaan Hati! HUAHAHAHAAHA.

    Aku ngakak btw pas kamu ngulas Pujaan Hati. Tapi sedih pas ngulas Tentang Aku, Kau, dan Dia. Puk puk puk. Sabar ya, adik kecilku. Oh iya, aku juga setuju kalau Bintang 14 Hari itu bagus. Ya karena ada suara manisnya Eren. Trus judulnya juga bikin orang penasaran pengen tau lagunya tentang apa.

    Kalau Juminten itu favoritnya Bang Haris! HUAHAAHAHAHAHA.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kangen Band juga awalnya (hingga sekarang juga) direndahin. Siapa tau bisa seperti mereka. :)

      Eren suaranya manis kayak gula aren. Yuhuuuu.

      Juminten kuliah di Washington. Kalau malam main ke Las Vegas. Main poker.

      Delete
  6. Kanjen band? Dih, jijik banget gw. Dangdut pantura dong, hahaha

    ReplyDelete
  7. Masa iya judulnya majikan, kayaknya bukan deh huahahhaha

    Owalah emang klo ortu ngga ngebolehin kerja kelompok alesannya apa ?
    Bener banget tu yg tweetnya panji, capek ngrusuhin selera orang, misal gue suka film asing trus ada yg komen klo saya sih suka film indo..,trus ada yg salah sama selera gue hahahaha, bgitu juga lagu
    Si dody itu mirip banget tetangga gue tau ga sih hahha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nggak tau, tuh. Takut anaknya kena panas matahari kali. Hehehe. Iya, kaaan. Namanya selera nggak bisa diatur-atur.

      Oh iya? Asik dah tetanggaan sama (mirip) artis. :D

      Delete
  8. Wah. Disini banyak lagu yang dibahas. Dari beberapa lagu diatas, yang aku tau cuma Kembali pulang, yang satu lagi engga ada di list wkwk

    Selalu ada lagu yang relate sama kisah seseorang yak. Itu yang nyanyi Pujaan Hati depan kelas, harusnya bisa dapet nilai yang tinggi karna pasti lagunya dihayati banget sama kamu yang baru aja putus, eh tapi malah dibilang aneh hahaha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya harusnya. Tapi karena nyanyi lagu Kangen Band dicap nyanyi lagu gampangan. :(

      Delete
  9. Musik itu selera, dan aku dulu waktu SMP suka sama kangen band.. tapi paling suka sama album yang pertama. terutama yang penantian tertunda, karma terus sama jika. ah satu album tuh aku suka.
    kalo sekarang malah aku gak tau soalnya udah ganti vokalis, padahal keren andhika suaranya bagus, sama dodi juga.

    Lagu yang disuka tapi gak tau maksudnya itu kek aku banget, kampreett aku suka A7X tapi banyak yang gak ngerti makananya.

    Entah kenapa pada ngejek sama kangen band dulu, aku dulu bisa seharian ku puter satu album sampe 6 kali. Sekarang pun masih ada album yang pertama, yang bentuk kaset tinggal sisanya sekarang.

    coba kau pikirkan, coba kau renungkan.... itu Doy kan??
    bagus juga itu lagu doy, lirik dalam lagunya enak juga.
    tapi dulu aku belum tau soal cinta-cintaan, suka aja sama lagu-lagunya. bahkan sekarang ternyata masih nyimpen album pertama kangen band, gegara kemari baca postingan Icha jadi buka daftar lagu di laptop. hahahaa

    ReplyDelete
    Replies
    1. nulis maknanya, jadi makananya.. duuhh

      Delete
    2. Semangat banget, Mas, komennya. Mantap! Hehehe.

      Nah, Andhika sama Dodhy itu motornya. Mereka yang jadi center. Keren banget pokoknya. Kayaknya Mas Adi ini Doy Kangen, ya. Nggak papa, Mas. Saya juga suka lagunya kok. :))

      Delete
  10. Kangen band versi andika emang keren lah, suaranya. Haha
    Enak didenger aja emang. Gue suka 14 hari sama pujaan hati. eh satu lagi YOLANDA juga keren. haha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nah, yang itu juga setuju. Jadi lagu kesukaanmu adalah: Yolanda sang pujaan hati 14 hari.

      Delete
  11. Katanya kangen band mau reuni yah.. aku cuma pengen nangis..

    ReplyDelete
  12. Eh, aku malah kepentok sama kalimat yang ini: Tetapi mereka hebat. Datang dari kaum melarat, berkarya tanpa rasa penat, kemudian kesuksesan mereka dapat. Ceritanya lagi buat syair ya? Hehehe.
    Btw, masalah selera, aku ngga terlalu suka kangen band, sih. Iya, bisa jadi gara2 temen2 yang suka jelek2in kangen band, atau bisa jadi karena genre mereka memang bukan aku banget.
    Eh, kangen band mau comeback katanyaa~

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nggak apa nggak suka. Kebebasan tiap orang kok. :)
      Iya, nih. Tapi nggak jamin juga bakal suka sama lagunya.

      Delete
  13. eh, salfok pas baca (kok nomor lima duluan ya?) ternyata diurut ke terterter (alias pertama) favorit.
    selera emang beda, dan yak! setuju... gak bisa dipaksain. aku ga gitu suka juga sama kangen band, tapi lagu favorit nomor 1 itu.. bintang 14 hari, dulu waktu awal2 keluar, aku suka denger sama temen2 sih, hehee

    ReplyDelete
  14. dulu pas tau kangen band ini karena... banyak yang benci, gue waktu itu gak pernah denger lagunya kangen band, pas denger sih ya... biasa aja, melayu melayu gitu soalnya emang trendnya lagi gitu, tapi entah kenapa banyak yang benci. Bahkan sampe dijadiin punchline misalnya di kelas debatin band punk mana yang paling jago.

    Gue: Sum 41 lah!
    Temen: Green day lah!
    temen lainnya: Udah, kangen band aja.

    bertiga: *nyanyi yolanda*

    :))

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahaha. Kangen Band selalu dijadiin punchline rule of three kayaknya. Kalo gak Kangen Band, ya Andhika. :))

      Delete
  15. Gue mau komen tapi takut kena UU ITE. :')

    Gila sih ini tadi si Icha ngaku Doy Kangen. Ternyata RObby ini yang menurut gue Doy sejati. Doy sejati takkan mengaku Doy! Horas! (Sampe sekarang kok gue gatau Doy itu apaan ya?). Nama orang bukan sih?

    ReplyDelete
    Replies
    1. UU ITE? Seperti konten podcastmu, bang. Ehehehe.

      Anjir. Dibilang Doy Kangen. Tapi, kok, iya juga. Masuk akal deh dibilang Doy Kangen. Doy itu mungkin doi. Apa gimana?

      Delete
  16. Kok gue jadi tersentuh gitu ngeliat kenyataan pahit yang dirimu alami, Rob...

    Gue jadi mikir ini, semua lagu-lagunya kangen band jadi motivasi hidupmu, semua lagunya jadi pengalamanmu, rob... waktu lahir, kamu sebenernya diazanin apa dikangenin sih?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aku juga mau nangis, bang Haw. :(

      (((dikangenin)))

      Delete
  17. 5 lagu itu juga saya hafal duluuu lirik dan nadanya...
    hmmm memang enak2 kok lagunya

    salam kenal ya kak robby

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yuhuuu, Doy Kangen juga nih pasti. :p

      Salam kenal. Kak Ocha.

      Delete

Terimakasih sudah membaca. Jangan malu-malu buat komen, karena komentarmu adalah semangat untukku.

Kamu mau, kan, jadi penyemangatku? Silakan berkomentar dengan sopan.