05 October 2016

Bukan Kamu yang Kucari

Gue sering bilang berkali-kali: “Nggak masalah nonton di bioskop sendirian”, dan banyak orang yang setuju. Kecuali teman-teman gue di sekolah, yang sering mengejek orang-orang yang nonton sendirian.

Pandangan ini semakin diperparah dengan adanya sebuah kejadian yang merusak citra Tim Nonton Sendirian.

Awal tahun ajaran baru, ada seorang teman seangkatan di sekolah gue kakinya patah. Penyebabnya, karena nonton sendirian di bioskop. Kedengarannya cukup aneh. Kata beberapa temannya, dengar-dengar kabar, dia terjatuh, lalu keinjak-injak. Gue nggak tau gimana persisnya, pokoknya kaki dia patah setelah nonton sendiri. Pertanyaannya: dia abis dikeroyok apa gimana sampai kakinya patah keinjak?

Mungkin orang itu butuh ditemani ke bioskop. Nggak kayak gue yang udah kebiasaan nonton sendirian. Hidup Tim Nonton Sendirian!

Nonton sendirian sangat memungkinkan buat gue untuk lirik sana-sini. Itu berarti ada kebebasan ngeliat cewek cantik. Memang, nonton sendirian bisa menjerumuskan seseorang untuk berperilaku bejat.

Seperti Minggu ini, gue kembali nonton sendirian. Itu pun dadakan. Gara-gara buka timeline Twitter, tiba-tiba tangan ngetik website 21, terus ngecek jadwal tayang film. Langsung pergi ke bioskop. Nggak pernah ada rencana. Emang susah ya kalo lagi punya duit. Kapan aja juga jadi. Hehehe.

Singkat cerita, gue berada di dalam studio. Mencari-cari nomor kursi yang sesuai dengan tiket, kemudian duduk di barisan kursi E. Di sebelah kiri gue ada tiga orang sudah duduk melihat layar. Di sebelah gue, persis, ada seorang nenek. Mungkin usianya lebih tua dari mama gue. Sekitar 50-an tahun. Di sebelahnya ada sepasang kekasih umur 20-an tahun, yang gue curigai sebagai anak dan menantunya.

Gue mengeluarkan amunisi perbekalan yang gue bawa dari rumah: sebotol air dan jagung. Bukan, yang gue bawa bukanlah pop corn, melainkan jagung kukus. Entahlah, jagung itu dikukus atau direbus. Yang jelas, jagung itu biasanya ada tambahan gula dan kelapa.

(Kalo ada yang tau namanya boleh kasih tau ya.)

Gue melirik ke kursi si Nenek, ada satu cup pop corn. Gue heran, “Siapa yang anak muda, sih? Kok gue kalah sama nenek-nenek?” Sangat-sangat lintas zaman.

Gue, usia muda selera jadul.
Si Nenek, selera muda usia jadul.

Menjelang film dimainkan, lampu mulai dimatikan. Si Nenek di sebelah gue nyeletuk, “Yah, dimatiin. Jadi gelap. Kayak malam deh.”

Gue mau ketawa, takut dikutuk jadi pop corn.

Gue nggak heran dengan datangnya si Nenek di sini. Adalah karena film yang gue tonton hari itu adalah Warkop DKI Reborn. Dari beberapa bacaan menyatakan, film ini cukup menyita perhatian orang-orang yang ingin bernostalgia. Gue kira, si Nenek ini mau nostalgia waktu zaman-zamannya masih sering nonton layar tancap. Okelah.

Membahas filmnya, gue cukup senang bisa nonton film ini. Cukup senang aja, nggak ada sesuatu yang bisa gue bawa pulang. Maksudnya, ya, cuma buat senang-senang aja. Tapi emang gitu tujuan gue dari awal. Ah, begitulah pokoknya!

Ibarat nonton pertunjukan stand up comedy, nonton film ini kayak lagi nonton perform-nya Awwe. Ketawanya rapet banget. Terus, gue mencium ada beberapa joke yang Awwe banget. Ya, walaupun sang penulis naskah adalah Bene Dion, tapi Awwe memang ikut terlibat dalam naskah.

Si Nenek juga senang-senang aja. Ketawa mulu dia.

Sedangkan mata gue sempat kemasukan kelapa. Gara-gara mau nyendok jagung tapi ada kelapa yang mental masuk ke mata.

Selesai nonton, gue ke Gramed sebentar lihat-lihat buku. Eh, nggak cuma lihat, baca juga buku yang sekiranya menarik. Nggak lama, gue langsung pulang.

Gue celingak-celinguk, angkot belum juga lewat. Datang angkot berwarna ijo telor asin. Langsung gue naiki. Di dalam, ada cewek yang nunjuk-nunjuk gue. Gue duduk, kemudian ada suara memanggil yang nggak jauh berasal dari tempat duduk seberang. Dia duduk di hadapan gue.

“Eh, elo Tong yang tadi di bioskop,” katanya sambil menunjuk gue.

Ternyata, si Nenek yang tadi duduk di sebelah gue.

“Ehehehe. Iya. Ketemu lagi.” Gue cengengesan sambil nyari-nyari hape di tas. Padahal salah tingkah.
“Elo pulangnya kemana, Tong?” tanya si Nenek.
“Ke Tegal Alur.”
“Oh begitu. Kita ke Kayu Besar,” katanya, menunjuk orang di sampingnya dan orang di sebelah gue: anak dan menantunya.
Dalam hati gue, “Nggak nanya, sob.”

Kembali ke niat awal, bisa bebas melihat cewek cantik, telah sukses gue dapatkan. Walaupun cantiknya 30-40 tahun yang lalu. 

10 comments:

  1. Jodoh itu engga bakal kemana rob
    Pasti seneng y dihatinya
    Udahlah ngaku j rob

    ReplyDelete
  2. Itu anak sama menantunya cwek atau cwok Rob? kalau cwek brarti niat awalnya brjalan mulus..hahahh

    Yng jadi pertanyaan saya, itu tmen kamu yg nonton sndirian cara kaki nya patah gmana sih?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Udah punya orang lain, itu nggak termasuk. Ehehehe.

      Nggak tau juga. Sedih sih katanya.

      Delete
  3. Bagian akhirnya nendang bgt sob. Cewek dulu (skrng udah nenek nenek)

    ReplyDelete
  4. Eeek, cantiknya 30-40 tahun yg lalu. Kalo nenek itu baca bisa di kutuk jadi wadah popcorn lu. Tiati.

    ReplyDelete
  5. Huehehehe. Postingan kamu banyak bener, Rob. Rajinnya melewati batas wajar. Salut~ Trus aku iseng komen ini duluan. Ya nggak iseng sih, karena ada kalimat nonton sendiriannya. HIDUP TIM NONTON SENDIRIAN!

    Cekakak cekikik baca yang kamu sebelahan sama nenek-nenek di dalam teater, eh pas pulang ketemu lagi. Dipanggil "Tong," pula. Wkakakakaka. Btw fil. Warkop DKI Reborn memang sukses menjerat siapa aja ya. Padahal filmnya ya kayak kata kamu, buat senang-senang aja. Nggak ada yang bisa dibawa pulang gitu. Hehe. Aku sok sokan ngereview singkat. Padahal belum nonton :"D

    ReplyDelete
    Replies
    1. HIDUP! Jangan takut dibilang nggak punya temen. Temen kita banyak nanti di dalam studio. Walau gak kenal. :'D

      Menurut aku pun begitu. Ya, nggak jelek juga kalo buat film hiburan. Lucu juga. Ya, emang gak ada yang bisa dibawa pulang aja selain kenangan sama si nenek. ^__^

      Delete

Terimakasih sudah membaca. Jangan malu-malu buat komen, karena komentarmu adalah semangat untukku.

Kamu mau, kan, jadi penyemangatku? Silakan berkomentar dengan sopan.