Patah Hati Kedua

Untuk urusan patah hati, gue cukup sering mengalaminya. Dalam setahun minimal ada satu cewek yang sukses membuat gue patah hati. Bahkan dimulai pada umur yang terlalu muda: kelas 8 SMP. Itu menjadi patah hati gue yang kedua. Ya, saking membekasnya, gue selalu mencatat setiap orang yang berhasil membuat hati gue patah karena cinta.

Memang, umur segitu seharusnya kehidupan gue dipenuhi dengan hal yang menyenangkan. Kegiatan yang sewajarnya dilakukan oleh anak-anak SMP pada umumnya: berkeringat karena taruhan main bola, bukan air mata karena bertaruh pada permainan cinta.

Namanya Sari, cewek kelas sebelah. Dia tidak terlalu cantik, tetapi suaranya lembut menggemaskan. Kalau memanggil nama gue, senyumnya nggak pernah ketinggalan. Dia selalu berjilbab ke sekolah. Tingginya sedikit melebihi gue. Kadang gue suka minder kalau berdiri di sebelah dia.

Awal kedekatan kami cukup sederhana. Dia mengajak gue berkenalan sewaktu kelas 7. "Hei, nama kamu siapa?" tanya dia dengan ramah.
"Robby."
"Aku Sari." Dia mengulurkan tangan kemudian gue sambut dengan raih tangannya. Halus, kayak tepung terigu. Gue udah menduga dari awal dia adalah anak yang menyenangkan dan ramah.

Kedekatan mulai terjadi saat kelas 8. Awalnya karena curhat-curhatan lewat SMS, lalu jadi cukup sering sms-an. Bahkan kalau tiga hari nggak sms-an, salah satu di antara kita saling menyindir. "Sekarang sombong, nih, nggak pernah sms-an lagi," sindir Sari di suatu siang setelah pulang sekolah.
"Hehehe iya, lagi nggak ada pulsa soalnya." Alasan yang terlalu jujur. Kemudian muncul pemikiran, "Aduh, gimana kalo nanti dia malah beliin gue pulsa karena ngomong begitu? Ah, mati deh gue dicap matre."

Sms-an rutin dimulai seminggu kemudian. Sari nggak beliin gue pulsa. Untung dia nggak kepikiran buat beliin gue pulsa. Padahal kalo dibeliin gue terima-terima aja.

Satu hal yang gue senangi dari Sari adalah dia usil. Contohnya, sewaktu gue fokus menonton futsal di lapangan, dari belakang mata gue ditutup kemudian dibius. Begitu gue menoleh ke belakang, ternyata itu tangannya Sari. Ingin rasanya gue balas menutup matanya, tapi takut salah nutup, yang ada malah dia tutup usia.

Sampai pada posisi ketika Sari benar-benar dekat dengan gue. Dulu, gue nggak betah bila berada dekat cewek. Namun, rasanya beda ketika Sari ada di dekat gue. Dia pernah menemani gue latihan drama. Anehnya, gue nggak merasa risih. Gue senang-senang aja, bahkan semangat saat Sari melihat gue latihan.

Kedekatan dengan Sari memang cukup membuat kebiasaan gue berubah. Di kalangan keluarga dan teman-teman, gue terkenal sebagai anak yang nggak pernah berani ngomong di telepon. Jangankan orang asing, telepon dari orang tua aja sering gue cuekin. Di rumah, setiap kali bapak gue nelepon, gue cuma mencet tombol hijau, memberikannya ke Mama, lalu lari. Selama proses mendekati Sari gue jadi berani ngomong di telepon. Ini sebuah keajaiban dari pedekate.

Dan ternyata, gue jadi norak setelah teleponan. Seperti kebanyakan anak baru puber, mereka teleponan sama orang yang dia suka dengan menutupi kepalanya dengan bantal agar suaranya nggak terdengar dari luar. Selain itu, seringkali timbul sebuah percakapan yang dibuat-buat:

Sari: Robby, kamu lagi apa?
Gue: (mikir) Mmmm... lagi... kita, kan, lagi teleponan.
Sari: Ih, aku tau kalo itu. Maksudnya, lagi ngapain selain teleponan.
Gue: (sadar kalo lagi nggak ngapa-ngapain) Mmmm... (mengambil satu buku LKS) oh, iya. Aku lagi ngerjain soal TIK, nih. Iseng-iseng aja.

Semakin lama semakin dekat, hasrat untuk memilikinya semakin meningkat. Yang ada di pikiran gue: harus segera ungkapin semuanya. Bagi gue, yang nggak ngerti soal cinta saat itu, modal menjadi penunjang kemajuan pedekate. Tapi, apa yang cocok diberikan saat pedekate? Gue berusaha mencari jawaban sendiri.
Kalau gue beliin bensin, nggak ada romantis-romantisnya. Kasih hadiah boneka, gue nyadar jajan sehari-hari aja nggak pernah cukup. Hmmm, pulsa. Aha! Nggak terlalu mahal. Siapa pun nggak ada yang menolak benda tak berwujud itu. Gue belikan Sari pulsa lima ribu tanpa menyebut gue sebagai pemberi.

Kedekatan gue dan Sari cukup diketahui Beno. Gue sering cerita secara sukarela tentang kedekatan gue dengan Sari. Bisa dibilang Beno adalah konsultan cinta gue. Alasan gue memilih Beno sebagai teman cerita karena gue yakin dia nggak akan nikung.

Selain Beno, ada teman lain yang lebih pengalaman soal pacaran. Namanya Herman. Demi kelancaran bisa berpacaran dengan Sari, gue sering berkonsultasi dengannya.
"Lu harus tembak dia," ucapnya mantap. "Biar gak direbut orang."
"Oke. Nanti malam gue coba."

Malam hari, gue grogi. Rencana yang udah gue susun buyar. Padahal apa susahnya ngetik "aku suka kamu". Besoknya, gue ketemu dengan Beno.
"Lu suka sama Sari? Beneran nggak?" tanya Beno penasaran.
"Iya," gue mengangguk penuh keyakinan.
"Tapi lu kelihatan nggak serius, sih."
Gue diam. Mencerna kalimat yang diucap Beno.
"Nih, begini," lalu dia menjelaskan, "lu cemburu nggak liat gue bareng Sari deketan?" tanya Beno. Gue nggak ngerti apa yang ditanyakan Beno. Setau gue cemburu adalah sesuatu yang buruk. Agar tetap dianggap anak baik, gue menggeleng. "Emang kenapa begitu?"
"Nah, berarti lu gak serius."
"Gue serius kok!" kata gue ngotot
"Makanya lu harus tembak dia."

Beberapa hari kemudian, gue memberi kode untuk mengungkapkan semuanya. Pada zamannya, metode sms "Jika hari ini Hari Permen..." sangat berfungsi dan cukup memberi kemudahan. Jadi, di dalam pesan itu, setiap orang yang menerima akan diberi pilihan mau memilih permen apa. Setiap nama permen memiliki arti tersendiri. Misalnya:


Sebagai anak muda yang nggak ingin ketinggalan zaman, gue mengirim sms itu ke Sari.

Sent.


Bila Sari memilih sebuah permen, minimal gue tau apa yang dirasakan dan diharapkan Sari sekarang.

Sms balasan masuk. Pas gue buka, isi pesan tersebut adalah pesan yang gue kirim sebelumnya. "Robby dulu dong yang kasih aku permen," kata Sari di pesan kedua.

Daripada nunggu dia yang ngaku, lebih baik gue yang memulai. "Robby pilih Kiss."
"Hah? Serius? Robby nembak aku?"
"Hehehe iya."
"Tapi, aku maunya Yuppii."
Gue melihat daftar permen yang tadi. Kenyataannya, dia milih untuk TTM-an. Begitu ditanya apa alasannya, lebih nyaman temenan aja. Teman Tapi Mesra. Apa bedanya sama temenan biasa? Hanya ada tambahan mesra jadi keliatan keren.

Dua hari kemudian gue cerita ke Herman. "Gagal. Dia cuma mau TTM-an."
"Lu nembaknya gimana emang?" tanya Herman.
"Gue ngirim sms itu." Gue menyebutkan SMS "Jika hari ini Hari Permen...".
"Jangan! Lu langsung bilang aja. Jangan ada maksud lain, dan intinya jujur."

Saran Herman ibarat jurus pamungkas. Berbekal jurus itu, gue berhasil mengumpulkan keberanian sebanyak-banyaknya. Dua hari kemudian, di sore hari, gue sms Sari.
"Hi."
"Ini siapa ya?"
"Masak nggak kenal. Ini Robby."
"Oh."

Nggak biasanya Sari membalas pesan seperti ini.

"Ini Sari, kan?" tanya gue memastikan.
"Bukan, ini Pandi."

Pandi? Siapa dia? Ah, jangan-jangan dia kakaknya. Gue nggak boleh kalah sama ketakutan ini.

"Siapa lu?" tanya gue lagi. Andai Pandi adalah kakaknya, gue pasti benar-benar habis karena dianggap nggak sopan.
"Pacarnya Sari. Kemarin gue nembak dia."
"Ah, serius? Beneran nggak lu?"
"Beneran. Tanya aja Sari."

Gue menghentikan sms-an ini. Gue berbaring sambil meletakkan handphone di sebelah kiri kepala. Mata menatap kosong langit-langit rumah. Pelan-pelan, air mata menetes di pipi. Sial, air mata patah hati.

Besoknya, Enda, teman gue yang lain bilang, Sari memang sudah punya pacar. "Tau nggak, Rob, sebenernya Sari nolak lu karena dia cuma mau nerima orang yang punya motor. Biar bisa pergi ke mana-mana."
Gue menyadari, saat itu, bahkan sampai sekarang gue belum bisa mengendarai motor. Gue ke sekolah hanya bermodalkan sepeda. Kalau memang begitu alasannya, pantas gue nggak diterima. Atau, mungkin sejak awal gue telah ditolak dengan alasan TTM-an lebih baik.

Hari Sabtu, gue seperti biasanya ada kegiatan ekskul. Gue melihat Sari bersama lelaki berada di atas motor. Gue kenal cowok itu, dia bukan pacarnya. Dia melihat gue cukup lama, gue membuang pandangan.

---

Tulisan ini diikutsertakan dalam Romeo Gadungan Giveaway. #KuisRomeo



55 komentar:

  1. Suprise banget nih, walaupun bahas cinta2an udah mainstream tapi kayaknya dari sudut pandang lu Rob, cukup seger.

    Jatuh cinta memang adalah awal dari patah hati. - Rahul Syarif *numpang quote*

    ReplyDelete
    Replies
    1. Masuk kulkas juga seger! Wuhuuuw.

      Hati patah dari awal adalah memang cinta jatuh - Ngebalikin quote.

      Delete
  2. ITU JAMAN KAPAN YA ALLAH MAIN KIRIM2AN SMS BEGITU.

    Selain pilih permen biasanya ada kategori pilih yg lain juga rob, tapi gue lupa yg gue ingat, relaxa, itu punya kepanjangan yg cihuy, (relaxa: rela di......)

    itu cewe matre mah, tinggalin, bakar, seduh abunya, kemudian minum, dan keluarkan lewat pipis.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Zaman Snapchat belum ada pastinya.

      Nggak gitu juga woy! Nanti stok cewek makin berkurang! :D
      Relaxa: Rela diperko... xalalalala.

      Delete
  3. SMSNYA BIKIN NGAKAK ANJIR. KIRAIN PAS AKU SMP AJA ADA SMS KAYAK GITU. HAHAHAHAHA.

    Itu Sari tinggi juga ya? Kamu aja kayaknya udah tinggi, lah dia sedikit lebih tinggi lagi. Bisa jadi model Victoria Secret tuh kayaknya.

    Sedih sih baca ini :( Ceweknya ternyata kayak cewek-cewek jaman aku SMP dulu. Liat cowok dari tunggangannya. Padahal kekuatan si cowok dalam menunggangi si cewek itu yang paling penting.

    Eh itu apaan dah. :(

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sampai aku SMP masih ada. Hehehe.

      Nggak. Ukurannya mungkin sekarang udah sama. Dulu aku pendek. :((

      IYE DAH! Tunggang-tunggangan itu kunci sebuah hubungan.

      Delete
  4. Ya ampun Sari...jahat sekali kamu :'(

    semangat yak, siapa tahu nanti suatu saat ada cewek yang bakal kasih kamu permen Kiss tanpa harus bawa-bawa motor dulu kemana-mana.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Buat apa permen kiss kalo nanti nggak mau nge-kiss.

      Eh, maap.

      Delete
  5. Tutup mata trus di bius, ngakak jir

    ReplyDelete
    Replies
    1. Tapi nggak ada "wkwkwk"-nya, nih. Nggak ngangkat.

      Delete
  6. Ceritain yang semasa SMA dong :) #AkuCowokKuat

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nanti aja, kita cerita bareng. Asal traktir gue es krim. :))

      Delete
  7. Setau gue pas smp ga ada yg namanya sari dah.... Itu juga si beno sapa dah������

    ReplyDelete
  8. Hanjir ._. miris sih ._. nolak karena sebenernya si Sari cuma mau sama cowok yang bermotor :' kuat, Rob. Kuaat :'

    ReplyDelete
    Replies
    1. Udah kuat banget ini. oba cek punggungku, udah ada stempel "tahan banting". :'D

      Delete
  9. Rob.. gw mo tanya, jawab jujur ya,

    "kalau hari ini hari permen, loe mau kasih gw permen apa?"

    Apapun jawabannya.. permennya kirim pake JNE ke rumah gw ya.. 1 dus

    ReplyDelete
  10. BAKAR AJA SI SARI. BAKAAAAAR...

    Ya Allah, masih smp udah matre aja :"
    Tapi emang sih, jaman smp gue dulu yang bawa motor peluang dapet pacarnya lebih gede. Bangke bener.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalo dibakar jadi enak. Sariroti. Waduuuy!

      Apalagi kalo gue bawa mobil. Hmmmm, kepala sekolah nempel tuh.

      Delete
  11. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  12. Ahaha.
    Dulu pernah juga kayak begini. Pertamakali ngerasa cinta, tapi sayangnya jadi pertama kali juga ngerasa susah banget dapet cinta.

    Kata temen sih begini.
    "Mungkin tujuan Allah datengin dia ke kisah cinta lu biar lu tau mana cewe yang tulus mana yang ga tulus. Ibaratnya dia udah terkontaminasi sama keadaan yang bikin dia banyak nuntut nantinya.."

    Bolehlah kunjungan balik ke inikritikgue.my.id/kisahkasihaldo/

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aseeeek, mantap mantap mantap! Temenmu itu Mario Teguh ya? Ehehehe.

      Delete
  13. Hihihi aku sbg emak2 baca cerita ini jd inget jaman sekolah.. inget kalo aku pernah muda juga.. tenang rob.. cewek memang begitu...tp stok cewek baek masi byk kok

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehehe, alhmadulillah kalo masih ada. Tapi, beneran, kan?

      Delete
  14. wah semoga menang yaaa,,,, btw cewe masi banyak rob, ga nemu di indo, merantau aja ke negeri orang

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aamiin. Cari di Perancis ya. Hehehe, tapi nanti kalah tinggi. :(

      Delete
  15. wuiihh romantis juga masa kecilmu Rob. jaman SMP ada gituan? sama sekali gak reti.
    teman tapi mesra, ya Allah. sama juga temen.
    aku jaman SMP boro" tau gituan yang ada main layangan di sawah.

    semoga gak patah hati lagi.
    haha dicatet ya.. keren keren.. ada rencana mau nambah catetan lagi gak kah? whahaay.

    semoga menang, keren ini kisahnya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Romantis apanya? Begitu mah semua orang pake. :'D

      Seh iya, masa mau ngirim sms pake layangan. Gak mungkin hehehe.

      Hmmm, nanti-nanti aja itu mah. Sekarang nyatet rangkuman aja dulu. #PejuangSBMPTN

      Delete
  16. SMP? Sungguh terlalu cepat :D

    Aku juga pernah dikirimkan gitu itu.. hahahaha

    Yah, alasannya gak ngenakin. Cuman pengen kemana mana.. mana.. hedeehh.. sedih deh..

    ReplyDelete
  17. Di tempatku Sari cewenya kumel, imajinasiku jadi gagal bermain pas baca postmu :(
    .
    atau jangan-jangan Sari yang kamu maksud emang Sari yg kumel itu ya Rob?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Coba deh cari di Google: Sariwangi. Niscaya bayangannya jadi beda.

      Delete
  18. Oh my God kenapa gue baca ini, jadi galau kan.. hiks. Ikut berbela sungkawa ya Rob atas patah hati lo ini.

    Baca tulisan ini bikin memori gue terbang ke masa waktu SMP juga. Waktu dimana liat si dia dari jauh aja rasanya seneng banget, sms malu-malu, dan hahaha itu sms permen...gue juga melewati masa itu. Ahh, jadi galau kan..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ya ampun, ada juga yang galau baca cerita recehku ini~

      Ahahaha, banyak juga yang ngalamin. Kami rindu cara-cara itu.

      Delete
  19. Buseh, itu zaman pas lu SMP masih berlaku? Gue SMP juga ngalamin nembak pake permen gitu anjirrr. Waduyyy. Anak SMP memang cemen. :))

    Btw, gudlak, Rob! Gue mau ikutan, tapi udah beli bukunya nih. Etapi hadiahnya buku itu, kan? Apa ada hadiah lain?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Berlaku dong. Kalo gitu kita mesti tos-an. TOSAN: Permen yang PHP, karena gak ada N-nya.

      Yaaah, sayangnya gue nggak menang. Tetep pengin beli, sih, bukunya. Sering stalk akunnya Tirta, jadi kepengin beli bukunya.

      Delete
  20. Sedih.. teleponan malah sama pacarnya. Gue kok ngga tahu ya ada metode begituan. Muahahaha. Gue malah dulu pernahnya sok2 ngasih permen yang di belakangnya ada tulisan itu. Itu pun sambil malu-malu. Hahahaha.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Itu bukannya udah kekinian banget ya, dibanding sms permen?

      Delete
  21. Pukpuk Robby. :'

    Btw, aku dulu pernah dikasih permen yg ada tulisan i love you nya sama cowok. Tapi aku bilang, kamu jelek ah, tapi makasih loh permennya. Huahahah.

    ReplyDelete
  22. Hahaha gue pernah dapet SMS kaya begitu, tapi SMS nyasar. Jadi gue gak bisa tau siapa yang kirim dan gak bisa kasih jawaban, njir nyesek :(

    ReplyDelete
    Replies
    1. Seeeeh, ini lagi lebih keren. Aneh juga sih kalo ada orang iseng sms gituan. Hahaha

      Delete
  23. wih, romeo gadungn toh.. gue punya bukunya tirta yang pertama yang newbie gadungan. hahaha, kasihan ya nasib anak kelas 8 kala itu. nembak, tapi maunya ttm-an. cewek memang gitu, sukanya sama yuppi..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Padahal yuppi mah apa, bikin sakit gigi. :(

      Delete
  24. WAKAKAKAKKAA. BAJILAK!!!
    itu sms kayak gitu msih berlakku banget? :)))

    pukpuk robby.
    kalo gue sih suka permen mentos, jadi gue bakalan jwab mentos dan lolipop :))
    tapi perlu diketahui nih...
    3 permen lolipop milkita sama dengan 1 gelas susu, lho...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Masih dulu mah. Banyak yang sukses. :))

      Oke, pakar Food Blogger sudah mengeluarkan fatwa~

      Delete
  25. Pandi itu bukan gw rob
    Sumpah
    Gw cuma manusia biasa rob
    Yg g bisa nyamar
    .
    Ah lu sih kasih permen
    Coba kasih cincin emas
    Ajak nikah

    ReplyDelete
  26. Setelah gue simpulkan, ternyata kisah cinta lo ini kalah sama motor ya, Rob. Apa mungkin motor saat itu lebih ganteng dan keren dari lo? Mungkin... huahahahahaha. :D

    Njir!!! Itu SMS gue pernah dapet juga. Harus diteruskan biar kamu tau sebenarnya dia nganggep kamu apa.. Hahahaha.

    Tapi, kisah cinta SMP gue lebih parah, sih, dari ini. Sabar aja ROb, mungkin di kemudian hari lo akan lihat sari di Pelaminan. Bareng motor. Sekian terimakasih.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Muka gue kurang dipakein kanlpot bobokan. :'D

      Ahahaha, iya pasti ujungnya begitu. Semoga nggak begitu ah. Pangeran jahat beud dah doainnya. :')

      Delete
  27. Bentar, bentar... Kelas 8 SMP dan dia mau pacaran sama orang yang punya motor doang? Itu pacarnya kelas berapa? *lah
    Yaarabb sms permen.......... X)) jaman 6 tahun yang lalu itu mah x)) tapi aku nggak pernah pake ke doi sih, mentok-mentok sahabat cewe doang -.-
    Awal mula sebelum "patah hati kedua"-nya lucu gemes tapi nyesek juga ya, Rob. Pedekate, nembak pake trik sms permen, kamu pengen kiss, dia maunya yuppi. :')
    Btw itu nama Sari-nya nama samaran atau beneran asli?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Zaman dulu udah kalah sama kakak kelas. :')
      Pediih, ya. Kayak makan permen tamarind. Asem. Nama Sari adalah nama samaran. Hehehe.

      Delete

Terimakasih sudah membaca. Jangan malu-malu buat komen, karena komentarmu adalah semangat untukku.

Kamu mau, kan, jadi penyemangatku? Silakan berkomentar dengan sopan.