15 September 2016

Melukis di Kala Mendung

Tidak seperti Kamis biasanya, saat ini saya masih berada di sekolah pada sore hari. Karena ada tugas membuat video Biologi--bukan, ini bukan membuat tutorial reproduksi, saya masih berada di sekolah, sekaligus menunggu waktunya bimbel pukul 17.00 nanti.

Seusai solat Asar langit mulai gelap. Aneh, saya malah terkagum-kagum dengan pemandangan di sekolah saat ini. Pemandangan yang sudah lama tidak saya lihat sejak pindah ke kontrakan. Di kontrakan, ketika hujan, saya belum sempat memandangi mendung secara langsung dari depan rumah.

Dengan kamera seadanya
SMA Negeri 33 Jakarta - sore hari.
Di lapangan sudah ramai orang-orang bermain bola voli dan basket. Saya berdiri di belakang, membelah kedua lapangan. Di kiri saya sedang bermain anak lelaki berbaju batik. Mereka bermain setengah lapangan basket, setengah lapangan yang lain digunakan untuk pemanasan anggota ekstrakurikuler basket. Shooting, passing, blocking saya lihat semua saat ini. Tanpa ada rasa lelah tampak pada wajah mereka. Tiupan angin sore membuat mereka semangat bermain. 

Di setengah lapangan lainnya, ada beberapa anak yang cukup menyegarkan pemandangan. Wanita yang mengikuti kegiatan basket punya daya tarik tersendiri: mereka tinggi. Yang berkulit putih, pasti mereka akan terlihat sebagai wanita keturunan Eropa atau Asia Timur. Entah mereka hebat dalam bermain atau tidak, itu urusan belakangan. Mereka wanita-wanita yang hebat karena berolahraga.

Saya kagum dengan mereka yang berada di lapangan.

Sedangkan, di lapangan sebelah, persaingan sengit sedang terjadi. Walaupun bukan pertandingan resmi bola voli, jual-beli pukulan smash sering terjadi. Angin yang berhembus kencang tidak mampu mengalahkan rasa hangat yang--entah kenapa--muncul di bawah kulit. Ada kobaran semangat baru setelah menonton permainan bola voli.

Saya kembali ke kelompok Biologi. Alat peraga telah selesai dibuat. Tak lama kemudian, hujan turun. Kami sekelompok masuk ke dalam ruang kelas. Beberapa orang masih sibuk berdiskusi untuk melanjutkan pekerjaan atau menundanya. Di sudut lain, saya asyik sendiri duduk di atas meja mengetik tulisan ini di handphone, diiringi rintik hujan di luar.

Sampai saya mengetik paragraf di atas, saya bingung ingin melanjutkan menulis apa. Saya melirik ke kiri dan kanan, semua orang sibuk. Tepat di depan saya, seorang wanita sedang ceria memakan kue berwarna hijau. Seorang lelaki menghampiri wanita itu untuk memintanya. Bila saya tidak sedang mengetik atau sedang melamun, mungkin saya akan mengeluarkan dugaan-dugaan negatif.

Tanpa sadar, di depan saya ada seorang wanita sedang menghias karton. Dia teman sekelompok saya dan sedang mengerjakan bagian-bagian alat peraga yang belum selesai. Saya merasa tidak enak dengannya karena masih asyik-asyikan mengetik tulisan ini, tanpa menawarkan bantuan. Dari belakangnya, saya sibuk memperhatikannya. Kemudian pandangan pindah ke sisi kiri wajahnya, dia masih sibuk menorehkan spidol di atas karton. Wanita memang selalu tampak anggun ketika mengerjakan sesuatu, bahkan ketika mereka mencuci pakaian. Beda ketika mereka menempelkan kepala di meja, ditutupi jaket, sambil di telinganya menggantung headset.

Maaf, kemampuan saya dalam melukis sangatlah buruk. Mungkin, ini cara saya menggambarkan keadaan sekitar. Duduk, mengetik, melihat sekeliling, mengetik lagi, memperhatikan seseorang, mengetik lagi... hingga tulisan ini berakhir, ada debar yang tidak biasa.

8 comments:

  1. wahahaha melukis dengan kata kata, sungguh keren.

    ReplyDelete
  2. Oh ini lagi melukis
    Trus gambarnya mana?
    Itu ada gambar poto
    Yang laen tulisan

    ReplyDelete
  3. Kue berwarna hijau, coba gue tebak ..jangan jangan putu ayu lagi, syettt jadi laper
    Tapi emang iya sih rob, kadang nih ya, dimanapun kita berada...nah mahluk2 di sekitar kita atau bahkan benda matipun bisa jadi cerita, klo kitanya emang peka buat nulis dan ngembangin jadi ide

    ReplyDelete
    Replies
    1. hehehe, bukaan. Kue cubit yang bener. Itu cuma buat ngisi waktu doang, kok. Hehehe.

      Delete
  4. Itu cewek yang lagi menghias karton, namanya siapa yah :D Kayaknya cewek yang menarik..

    ReplyDelete

Terimakasih sudah membaca. Jangan malu-malu buat komen, karena komentarmu adalah semangat untukku.

Kamu mau, kan, jadi penyemangatku? Silakan berkomentar dengan sopan.