13 June 2016

Trio Khusyuk Sujud

Mungkin sudah jadi kepercayaan jemaah di musola deket rumah gue, bahwa semakin muda imam solat Tarawih maka semakin cepet selesainya. Paling cepet pukul 8 selesai. Karena itu, musola deket rumah gue jadi pilihan pertama orang-orang. Lain halnya bila gue pulang solat pukul 8.30, orang di rumah langsung bilang, "Imamnya pasti bukan yang biasanya."

Kayak misalnya beberapa hari yang lalu. Gue pulang solat Tarawih pukul 8.30. Padahal yang menjadi imam itu masih muda. Kenapa bisa begitu?

Setelah solat Tarawih selesai, dan ingin melanjutkan ke solat Witir, seorang lelaki berumur sekitar 60-an, akrab disebut Pak Haji, berdiri di sebelah imam menggenggam mic. Dia ngomong panjang lebar kayak ceramah. "Bagaimana kalo kita solat Tasbih dulu 4 rakaat? Mau nggak?"
Jemaah nggak ada yang jawab. Bisa jadi, mereka tau kemungkinan terburuknya: pulang lebih lama. Karena pulang lebih lama akan menunda waktu makan yang udah direncanakan sebelumnya.

"MAU!" jawab gue penuh semangat di barisan paling depan.
"Ya udah," kata Pak Haji. Lalu dia menyebutkan petunjuk tentang solat Tasbih. Dia memberitahu gimana urutan dan bacaan yang harus dibaca nanti, persis seperti pramugari yang menjelaskan tentang perangkat keamanan di pesawat. Cuma jangan dibayangin aja gimana bentuknya. Pak Haji dengan postur tinggi, bedak yang tebel, dan rok yang aduhai.

Setelah itu, kami semua solat Tasbih. Kali ini imamnya berganti menjadi Pak Haji. Di bulan penuh berkah ini, gue sangat antusias berbuat kebaikan. Ini kali pertama gue solat Tasbih. Yuhuuu!

Solat Tasbih berjalan tanpa masalah. Salam pertama selesai. Kemudian disambung ke salam kedua. Di rakaat terakhir menjelang tahiyat, Pak Haji sangat lama dalam melakukan sujud. Samar-samar gue mendengar suara bising di belakang. Dalam batin gue, "Mungkin karena ini rakaat terakhir jadi diperlama sujudnya." Guru gue di sekolah juga pernah bilang begitu.
Gue berada di shaf paling depan, masih dalam posisi sujud, melirik ke kanan. Ternyata orang di sebelah kanan masih sujud. Di sebelah kiri pun begitu. Gue berada di antara dua orang yang masih sujud. Sampai keduanya bangun dari sujud, gue ikut bangun. Baru saja gue bangun, tiba-tiba,

"Assalamualaikum wa rahmatullah.."

Gue baru aja bangun.

KENAPA UDAH SELESAI?!

Sesuai perhitungan, jelas meleset perbedaan waktu antara gue bangun dari sujud dan imam mengucap salam.

Keluar dari musola, seorang anak SD sekaligus tetangga gue menegur, "Mas, kok tadi sujudnya lama banget? Yang lain udah bangun, kok Mas Robby masih sujud? Hahaha."

Ternyata gue keasyikan sujud. Nggak denger suara speaker dari imam.

Nggak cuma gue, dua orang di sebelah gue juga.

Jadilah kita, Trio Khusyuk Sujud.

(Kalo aja ada yang namanya buku agenda Ramadhan online, gue bakal rajin nulis kegiatan gue di blog. Percayalah!)

19 comments:

  1. Atuhlaaaaah masa gak kedengeran. Kamu sujudnya tidur kali itu hahaha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hampir kayaknya. Untung orang sebelah bangun. Hehehe.

      Delete
  2. Waw suatu Trio yang terbentuk atas dasar keanehan. Rob, Semenjak peristiwa itu, Gimana nih kelanjutan hubungan kalian bertiga? Langsung foto studio gak? atau langsung nobar Euro 2016?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah, sepertinya kami akan mengadakan workshop bagaimana cara mengompakkan diri dalam bersujud. Tunggu kotamu ya!

      Delete
  3. DI komplek aku malah imamnya udah tuasemua, gak ada yang masih muda. :')
    tapi cepet semua kok Alhamdulillah, cenderung ngebut malah, padahal gak bawa sim sama gak pake helm. :')

    Ih aku juga pernah tau sholat tasbih terus fail, sholat tasbih pertama yang fail, pas rukuk ketiduran sampe jatoh nyenggol temen sebelah, terus pas sujud terakhir keenakan bangun-bangun udah tinggal separo jamaahnya. :') lagian sholat tasbihnya jam 2 malem pas acara kemah, mana jadi panitia kan kurang tidur. :')

    Lah akumah malah curhat gini Rob. ;')

    ReplyDelete
    Replies
    1. Patut dipertanyakan generasi mudanya. Hmmm... itu karena gak ada anak kecil sama ibu-ibu ngasih sein, jadinya cepet.

      Huhuhu, mantap jadi panitia, terus tidur karena solat. Nikmat mana lagi yang engkau dustakan? Ehehe

      Delete
  4. Hahahaha melamun itu mah kamu salaynya masa gaknkedengeran. Etapi aku sempet mikir imamnya ketiduran pas sujud hahaha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yang hampir tidur mah kita-kita yang masih muda. Hahaha. :))

      Delete
  5. Hufh. Gue malah mikir endingnya akan kenapa kenapa dengan Pak Haji-nya. Sujudnya lama gitu. Ampun deh.

    Btw gimana rasanya salat tasbih? Mantap nih Roby.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Jangan mikir yang serem-serem, bang. Misalnya, beliau lanjut roll depan.

      Ya, begitu deh. Subhanllah.

      Delete
  6. Rob, kok gue hampir sama, sih. Tapi... Bedanya gue sebelum sujud. Pas tangan masih di antara dada dan perut. Iya, gue antara ngantuk dan ketiduran. Orang udah mau sujud, gue baru mau rukuk. Kelar salat itu, gue langsung pulang. *Nangis di pojokan. "KENAPA?????? KEnapa gak tidur sekalian?????

    Tamat.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahaha, tidak konsen itu, Pangeran. Kalo tidur juga bahaya, lho~

      Delete
  7. sangking menghayatinya ya
    kadang gue kalo uda gagal fokus juga suka gituh sih hhahaha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahaha, makanya jangan masak terus, mbak. Nanti kekenyangan. :))

      Delete
  8. Rob, itu sholatnya enak bener bisa selesai pukul 8 atau 8.30. Di daerahku sholatnya selesai pukul 9 atau 9.30. Huhuhu.

    ((KEASYIKAN SUJUD))

    Bahahahaha. Tapi kamu tetap keren ah. Udah pernah sholat tasbih. Lah aku belum pernah :(

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yang keren mah yang udah pernah disholatin. kita semua belom pernah kan?

      Delete
    2. Kalo gue tinggal di sana, udah mngeluh mulu kali, ya.. Sampe pukul 9. Udah harusnya tidur. Hahaha.

      Dibah: NAH. BENER BANGET INI. Sudah selayaknya #AdibahSholehah2016 menjadi world trending topic. :))

      Delete
  9. ha, ha, ha, benar2 khsuk ya sampai gak kedengeran salamnya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Antara khusyuk dan ngantyuk sebenernya..

      Delete

Terimakasih sudah membaca. Jangan malu-malu buat komen, karena komentarmu adalah semangat untukku.

Kamu mau, kan, jadi penyemangatku? Silakan berkomentar dengan sopan.