Podcast Satu Arah - Episode 2

thumbnail-cadangan
Di podcast episode 2 ini gue akan membahas sesuatu yang membuat gue takut. Daripada mengganggu pikiran, maka gue harus ngomongin hal ini.

Apa yang gue bahas di podcast ini:

1. Tentang bunuh diri.
2. Tentang tinggal kelas.

Ya, kedua hal itu emang gue takuti.

Durasi podcast gue kali ini adalah 28 menit. Sesuai dengan perkataan gue di podcast sebelumnya, gue akan membuat podcast lebih dari 10 menit (ini bertolak belakang dengan podcast gue di Soundcloud). Mumpung Mixcloud ngasih kebebasan upload, jadilah gue bikin dengan durasi segitu lamanya. Hahaha, semoga nggak bosen deh




Kalo nggak bisa di-play, klik di sini.


11 komentar:

  1. Kok ngak ada podcastnya rob? ._.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Lupa dimasukin. :((

      Sekarang udah ada, bang.

      Delete
  2. Rob, podcast itu apah
    #kukudet nich

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aku juga blm tau apa itu podcast, sama kayak mbak Gembul. :D

      Delete
    2. Mbak Gembul: Kusedih. :(

      Bang Renggo; Kusedih (tetep). :(

      Delete
  3. sarana baru untuk menuangkan keluh kesah via suara ya, podcast. keren sih jadi seenggaknya bisa jadi multi curhat. nggak cuma di blog via tulisan, tapi via suara pun juga.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yoi, Jev. Karena nggak bisa nge-vlog aja sebenernya. Hahaha. :))

      Delete
  4. Bangke. Bawa-bawa AADC. Hahaha. Iya sih. Kalau pacarnya bunuh diri, mau nonton sama siapa? Masa nonton sendirian kayak aku? :(

    Trus yang tinggal kelas, aku jadi pengen nulis soal itu deh, Rob. Soalnya dulu bareng temen-temen pernah punya ketakutan nggak naik kelas. Huahaha. Ini podcast berfaedah. Bisa kasih inspirasi.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aduh, kayaknya rugi banget nonton AADC sendiri. Film itu harus ditonton berdua. Hukumnya wajib kifayah. :))

      Hahaha, gila. Padahal omongan ngaco bisa jadi inspirasi. Saya tunggu tulisannya~

      Delete

Terimakasih sudah membaca. Jangan malu-malu buat komen, karena komentarmu adalah semangat untukku.

Kamu mau, kan, jadi penyemangatku? Silakan berkomentar dengan sopan.