Kopdar Pertama

Selama gue ngeblog, gue belum pernah bertemu samasekali dengan blogger di dunia nyata. Wujudnya gimana, orangnya ada atau cuma bot, gue nggak pernah tau. Makanya, waktu ada wacana mau meet up Blogger Jabodetabek, gue pengen ikut. Tapi ada satu yang mengganjal, pasti nggak bakal bisa karena ada latihan drama, pikir gue. Kenyataan berkata lain. Semesta mengizinkan gue buat ikut kopdar karena pada hari yang sama nggak ada latihan drama. Berangkaaat!


Gue sempat bimbang setelah solat Subuh. Mau ikut nggak, ya, batin gue. Tapi kalo nggak ikut pasti cuma nyesel doang. Mumpung acaranya masih di daerah Jakarta, nih, bisikan itu terus terngiang. Gue langsung ingat, dulu Bang Yoga pernah ngajak gue kalo kopdar diadain di Jakarta. Setelah menimbang-nimbang, akhirnya gue tidur. Nggak tau, dodol banget gue waktu itu.

Tidur pun cuma sebentar, belum sampai mimpi. Selagi merem, gue terus terbayang suasana ngumpul. Mengingat-ingat muka mereka yang sering dipajang di blog masing-masing. Tidur gue nggak nyenyak. Walaupun pada akhirnya gue tidur juga 15 menit. Gue liat jam:7.00
Gue langsung siap-siap. Untung jamnya gue cepetin 30 menit.

Maaf, mas. Ini mana cerita kopdarnya, ya?

Sabar. Ini mau berangkat.

Untuk menuju halte Rawa Buaya, gue naik angkot. Jam 7 pagi di dalem angkot belum terlalu rame, cuma gue dan beberapa orang bapak-bapak. Di depan gue ada seorang bapak, umurnya sekitar 30-an, pakai polo shirt sambil menggendong tas, di dalamnya ada tas raket sehingga muncul keluar.

Sampai di halte, gue ngecek isi tas. Astagfirullah, gue lupa bawa e-ticket. Gue mulai panik. Karena syarat utama buat masuk TransJakarta harus bayar, sedangkan pembayaran harus pake e-ticket (yang bentuknya berupa kartu). Tiba-tiba mental minta dikasihani gue berbicara. Gue nyari orang yang keliatannya baik. Sambil masang muka panik, gue liat ada ibu-ibu. Aha! Ibu-ibu, kan, selalu baik. 

"Bu, boleh nggak saya bayar tiket sekalian pake kartu ibu? Saya nggak bawa tiket," kata gue sambil dimelas-melasin. Mata gue harus meyakinkan dalam berperan kali ini. Harus banget dikasihani.
"Saldonya tinggal 3900," ucap ibu-ibu itu. Herannya, ibu-ibu itu nyengir. "Coba ke orang di belakang."
Sedih amat, Bu, batin gue. Gue melihat satu orang di belakang gue. Bapak-bapak berpolo shirt biru belang-belang, berdiri tepat di belakang gue. "Ini, kan, orang yang tadi seangkot sama gue?" batin gue. Gue minta tolong, mengulangi perkataan sewaktu meminta tolong ke orang sebelumnya. Bapak itu diam, seperti berpikir sesuatu. Dengan satu anggukan dan senyuman, dia bilang, "Ya udah."
Gue tersenyum. Kemudian datang pemuda berbaju rapi, mengajak bapak itu ngobrol menjauhi gue, lalu dia dapat uang. Oh, ternyata bapak itu masuk acara Minta Tolong. 

Kita berdua berdiri nunggu bus datang. Selagi menunggu, bapak itu nanya ke gue. Mau ke mana, tanyanya. Gue jawab, Grogol. Bapak itu tersenyum lagi. Bapak itu sangat murah senyum. Jadi pengen bilang, "Adopsi saya, Pak! Adopsi saya!!" Tapi gue inget masih punya bapak di rumah.

Seharusnya sewaktu ditanya, gue menjawab Garuda Taman Mini. Berhubung transit dulu di Grogol, makanya gue bilang turun di Grogol. Sampai di halte Grogol, gue ketinggalan bus. Untungnya bus itu nggak melewati Garuda Taman Mini, gue agak lega. Bus berikutnya datang, tujuannya sama. Gue naik, melihat kursi kosong. Nggak ada. Tapi, gue ngeliat bapak-bapak berpolo shirt itu lagi. Udah sampe Grogol masih ketemu juga? Apa ini kebetulan? Setelahnya gue nggak liat dia lagi.
Singkat cerita, gue tiba di pintu masuk 3 TMII. Yang gue tau, TMII itu luas banget. Yang gue nggak tau, gue harus mulai semua ini dari mana?

Di grup WhatsApp udah muncul beberapa orang.


Sekitar 15 menit gue duduk, makan roti goreng yang mama gue beli tadi pagi. Sambil makan roti, gue ngeliatin tukang gelembung sabun. Gue menyapun pandangan ke area sekitar sini. Gue liat ada dua orang lagi foto tugu itu. Keduanya pake kacamata. Dia berjalan kemudian menghilang. Gue ngecek hape, ada chat masuk yang nomornya nggak gue ketahui. Gue liat nomornya, ada di grup WA. Bang Dika.

(((Tawaf monas monasannya)))
.
Setelah gue ngirim pesan begitu, ada dua orang melambaikan tangan ke gue. Gue datangi tempatnya berasal. Seseorang menyambut gue dan mengulurkan tangan, "Robby ya? Gue Darma."
Darma? Darma Kusumah, nih. Blogger pertama yang gue jabat tangannya. Asyik dah.
Gue salaman ke semua orang. Mereka nyebutin nama, begitu juga gue. Satu orang membuat gue kaget. "Yoga," kata orang berkacamata itu. Gue liat mukanya, "Perasaan ini orang yang gue liat waktu gue makan roti, deh."

Sambil nunggu yang lain, kami saling kenalan. Di sini, gue nggak terlalu banyak ngomong, cuma dengerin mereka doang. Kadang sesekali ikutan nimbrung. Baru mau ngomong kalo udah ditanya. Cowok banget, kan?

Kami semua pindah sambil nyari tempat ngobrol yang lebih enak lagi, namun gerimis turun. Kami semua berteduh di dalam di Museum Penyiaran, sekalian nunggu teman-teman yang lagi di jalan.

Gerimis berhenti. Kami berkumpul di dekat danau di anjungan Sumatra Barat. Selain gue, kopdar diikuti oleh Yoga, Haw, Dicky, Reza, Darma, Salam, Dian, Dibah, Lulu, Aziz, Rizal, Dika, dan 3 teman Lulu. Hmmm... harusnya gue nulisnya pake "kak" atau "bang" gitu. Secara, mereka lebih tua daripada gue. Masih melakukan hal yang sama: ngobrol, perkenalan diri, sharing ilmu, diskusi kecil-kecilan, dan tentu saja.. menggibah.

Makanan ber-MSG dikeluarkan. Oh, makanan yang kadang bikin bego ini membuat obrolan kadang ngawur. Ya, beberapa obrolan seru mungkin karena dipengaruhi makanan ber-MSG ini. Sayang banget, nggak bisa gue tulis di sini karena sifatnya rahasia. Cukup kami aja yang menikmati itu semua. Muehehehe.

Obrolan asin
Setelah solat Zuhur, kami pindah ke Istana Anak-anak buat makan siang. Kami memilih tempat yang mirip panggung sambil nonton mbak-mbak nyanyi lagu Rita Sugiarto yang judulnya Oleh-oleh.

Apa yang kami lihat?

Subhanallah

Di sini, gue ingat percakapan yang agak lumayan.
"Lu masih sekolah, Rob?"tanya Bang Aziz
"Masih. Kelas 2 SMA, bang."
"Loh, gue kira udah kuliah semester 4."
Jleb!

Ya, percakapan yang bakal gue ingat. Selamanya. Huhuhu.

Di Istana Anak-anak, kami nggak naik wahana-wahana, seperti gondala (kereta gantung), atau yang lain. Alasannya mahal. Gue lupa siapa yang ngomong, ada percakapan begini:
Orang 1: Berapa naik gondala?
Orang 2: 30 ribu
Orang 1: Itu kalo naik kereta api bisa sampai Bandung.

Gue ketawa. Sampai sekarang gue masih ingat itu, dan tetap lucu. Ya kali, dibandinginnya sama kereta api

Pokoknya, kopdar kemarin gue kenyang foto. Setiap lewat tempat bagus, ambil gambar. Sempat ada ketegangan ditunjukkan Bang Rizal waktu mau motret pake kameranya. Kamera dia hampir jatuh dan kami semua syok. Yang tegang nggak cuma dia, tapi ikut terasa ke kami.
Semua foto yang di-share di grup WA gue simpen semua. Hasil jepretannya Bang Aziz dan Bang Rizal bagus-bagus. Beda banget sama kamera hape gue.

Ini di deket musola Istana Anak-anak

Ini di kastil peninggalan Prancis :p

Di depan Mueseum Penyiaran

Nyasar ke Padang. KITA DI MANAAA??!

Shooting azan Indosiar
ki-ka: Dika, Salam, Gue, Darma, Haw

Gue pulang dibonceng Bang Aziz sampai perempatan Tamini, kemudian gue lanjutkan naik TransJakarta. Masih dalam kepanikan yang sama, gue minta tolong ke orang lain biar gue bisa naik TransJakarta. Orang baik itu adalah seorang bapak. Hari itu, hampir semua laki-laki berbuat baik kepada gue. Uuuhh, akhirnya gue tau harus mencintai siapa. Ya, PEREMPUAN LAH!

Sampai di depan rumah, gue mampir ke warung langganan beli minum. Saat gue membayar minuman yang gue beli, penjaga warungnya nanya ke gue, "Udah kuliah ya? Kuliah di mana?"
"Masih sekolah, bang."
Cukup deh hari itu gue dianggap sebagai mahasiswa. Yang penting gue suka kopdar.

Spesial gue tulis ini di tanggal 29 Februari. Nggak tau alasan pastinya, lagi kepengen nutup akhir Februari dengan tulisan yang mengenang.

Kalo ada cerita yang kurang, bisa cek blog yang namanya tadi gue sebutin. Daya ingat gue kurang kuat. Buat yang lain, kutunggu tulisannya ;)


30 komentar:

  1. Itu bapaknya baik hati banget ya, By. Asyik dah kopdar pertama. Rame juga ya, By.

    HAHAHAAA ITU SIAPA YG BILANG 30 REBU UDAH SAMPAI BANDUNG.
    NGAKAK, HAHAA
    Bener juga tapi yak :'D

    Lu tinggi sih, By. Wkwkw jadi keliatan kayak anak kuliahan. Ciyeee. Seneng dong.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yoi, dong. Bapak-bapak yang baik hati menolong anak muda yang sedang kopdar :))

      Hahaha, gue juga masih kebayang sampe sekarang. Asem bener dah.

      Hmmmm... tinggi. Udah siap jadi anak kuliahan kayaknya. Huehehe

      Delete
  2. Asik dah mengenang! hahaha
    btw, itu yang chat personal elu bang Darma, bukan gue.. Gue mau nulis tapi entah kenapa gue lebih pengen liat cerita yang dateng aja. Padahal elu jarang ngomong ya Rob, gue kira lu kurang menikmati kopdar uring-uringan itu mana sampe pegel yaa.

    Jangan kapok kalo diajak kopdar lagi! Salam bukanwaverin.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahaha, yoi lah~
      Oh, gue kira lu, bang. Bahasanya kocak banget dah.
      Yah, yowis deh. Nyimak yang lain aja kalo gitu ehehe.
      Hahaha, yang penting bahagia lah. Walau rada nyeleneh.

      Yak, benar! Salam masihwaverin!

      Delete
  3. Mantap dah, gue juga pengen ikut Meet Up hihi

    ReplyDelete
  4. Asik nih, cerita dan tulisannya.
    Sayang banget gue gak bisa ikut. Seumur-umur baru sekali ikut kopdar. Ikut kopdar Kancut Keblenger tahun 2014 yang lalu.

    Eh, itu udah dianggap mahasiswa mungkin karena mukanya visioner :))

    ReplyDelete
    Replies
    1. Lebih asyik lagi kalo waktu itu Bang Renggo ikut, terus gue dibonceng sampe TKP. Wuaaah, gila!
      Pengalaman kopdar kita setara ya. 1-1 :))

      Buset. Muka gue dibilang visioner, kayak pemikiran aja :(

      Delete
    2. Huahaha. Yang ada gue ditilang sama pak polwan.

      Ada lagi kopdar kapan, nih?

      Delete
    3. Belum ada rencana lagi, bang. Next time ikut yuk~ Hehe

      Delete
  5. Wuaahh, trnyata Robby udh nulis ini toh! Sama kyak bang Dika, gue jg pgn nulis, tp nungguin yg laen pda nulis dlu. Makanya gue cek2in blognya atu2 nih. Wkwk trnyata nemu di blog robby :D

    Hahaa, trnyata butuh prjuangan bgt ya, By, buat ikut kopdar ke tmii. Pake sgala e-ticketnya ktinggalan, mnjem e-ticket orang. Ada2 aja dah. Wkwk. Tp syukur deh ada bapak2 baik :D ehiya tp tumben jg bapak2 ya? Biasanya kan ibu2 yg baik?

    Gara2 mecin kuadrat errornya ampe sore yak? Gue jg ngakak klo inget prcakapan2 mrka XD
    Ah iyanih robby diem aja, pdhal gue pen ngajak ngobrol lu dluan tp gue sama aja kyak lu, ga bkal ngmng sblum diajak ngomong dluan. :'D

    Ini jg kopdar prtama gue, kyak mimpi rasanya, biasanya cuma liat poto2nya doang di blog, eh bsa ktmu org aslinya :D Seruu banget! smga nnti bsa ngikut kopdar slanjutnya yah :D

    Ohiya bonus, skali lg gue blg, tampang lu ga tua2 amat kok bi, msh tampang anak SMA. Haha *menghibur crtanya*

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yaaah, kayaknya baru gue doang deh :((

      Nggak tau. Mungkin hari itu Father Day's. Ehehe. Hidup bapak-bapak!

      Hmmm.. iya. Hahaha. Gue juga seneng kopdar. Nagih kayaknya. Apa nagih karena mecin :D

      *komen paragraf terakhir bukan settingan*

      Delete
  6. Hahaha maaf baru baca yang ini. Widih masih inget aja soal dua cowok kacamata foto-foto tugu mirip Monas. :))

    Gue mau negor, tapi kata Haw dikatain sotoy. :(

    Sedih amat, Rob. Udah disangka mahasiswa. Lah, gue disangka masih SMA. SEDIH BANGET BADAN KURUS HUWAAAHHHH!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahaha, inget lah. Di situ yang paling mencolok :))

      Hahaha, tukeran muka aja kali ya. Kalo tukeran badan, kayaknya gak bakal ngaruh, soalnya gue juga kurus.

      Delete
  7. Gue kagak punya poto-potonya, By, gak tau jadinya mau menggambarkan kopdarnya begimana... xD

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yaah, minta bang Yoga aja. Dia juga pasti nyimpen :))

      Delete
  8. Oh ide km encer juga Robb. Nyewa e-tiket serius lu bayar ke orang yg km sewa etiketingnya?

    Jangan kapok Rob. Meski gak ada manfaatnya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Beneran. Tanya aja orangnya. Hehehe

      Sip, bang. Yang penting makasih tebengannya sampe Tamini. Hehehe.

      Delete
  9. wedeh kayak seru banget nih kopdar nya. Jadi pengen ikutan jadinya...

    kayaknya bapak itu jodoh lu deh rob

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ah, bang Dicky ini. Padahal udah ikutan :(

      Jangan! Jangan sampe!

      Delete
  10. Hahaha HIDUP MSG!!
    lo ketinggian kayanya rob, jadi dikira mahasiswa, sini bagi-bagi ke gua aja. :')

    Roby mah, anteg yaa pas meetup sama kaya gua.
    Ahaa ini juga meetup pertama gua. kalo sama mbak Farih Ikmaliyani bisa disebut meetup. 3 taun yang lalu berarti gua meetupnya tiap hari. :3

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hidup MSG! Kayaknya keseringan kopdar bisa bikin panas dalam deh :))

      Huuuh, kayaknya kita masih canggung. Coba next time, mungkin akan jadi rese. Hahaha.

      Delete
  11. Bahahahahaha aku baru baca ini. Ngakak. Di hari itu banyak lelaki yang berbaik hati padamu ya, Rob. Bahkan tangan pertama yang kamu jabat dengan erat itu tangan lelaki. Tangannya Darma. Gimana rasanya? Hangat bukan?

    Seruuuu banget bisa kenyang foto, kenyang ngobrol, sama kenyang MSG gitu. Mudahan aku juga bisa ikut ntaran. Entah kapan. Huhuhuhu :(

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hwalaaah, tangan-tangan jomblo, gimana sih rasanya? Kasar. Hehehehe :D

      Ayok ke Jabodetabek. Atau nanti anak-anak Jabodetabek aja yang ke Samarinda. Hahaha, bikin tour blogger gitu

      Delete
  12. wahahaha,, anjay, ngakak mulu baca ini cerita. sseru gila yawla.. Wih kunjungan perdana nih rob.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wih, makasih, yak! Asyik, dah. Mampir-mampir lagi dong. Hehehe

      Delete
  13. Berarti di sini aku panggilnya DEK ROBBY yak,
    Secara ternyata kamu anak sekolah...dua smaaaaaaa, bukan waktunya untuk begini begituuuu #nyanyi crisye


    Ngakak rob...prolognya

    Iya gue sante kok bacanya, gaburu2

    Wah bapak berkaos polo itu bagaikan malaikat ya, baik bener mau nebengin kartu tijenya...
    Tapi emang gitu dih rob kebanyakan yang royal bapak2, klo ibu ibu kadang banyak yang pelit, ups maksude ngirit

    Hahaaa dasar ya, uda dibayarin mpe grogol, masi belikiran sekalian mpe tmii..

    Harusnya lu beneran minta adopsi aja, muahaa

    Makanya rob, makan rotinya jangan di deket grlembung sabun, si yoga paraaaahh kan jadi ngira yg enggak enggak,
    Wkwk

    Iya dah, cowo banget...belagak cool n ga mau ngomong sebelon ditanya hahaa

    Ngakak pas sebelum kalimat, ya perempuanlah hahaa
    Cie pulsngnya bareng bang ajiz

    ReplyDelete
    Replies
    1. Oke, oke, seterusnya juga begitu aja mangggilnya. Huehehe

      Wah wah, makasih, yak, kakak.

      Soalnya ibu-ibu punya banyak keperluan buat anaknya. Kalo bapak-bapak, paling buat ngopi atau ngerokok.

      Iya tuh, buset dikira tukang gelembung sabung. Padahal kan tukang jas hujan :(

      Delete

Terimakasih sudah membaca. Jangan malu-malu buat komen, karena komentarmu adalah semangat untukku.

Kamu mau, kan, jadi penyemangatku? Silakan berkomentar dengan sopan.