Anak Marawis dan Jeritan Remaja Putri

"Lu ikut ekskul apa?"

Kadang pertanyaan itu bisa jadi tolok ukur kepopuleran seorang siswa. Bisa dipastikan orang yang mendengar jawaban bakal dibuat kagum, atau malah dibuat ketawa. Biasanya ekskul olahraga jadi jawaban yang bikin terkagum-kagum. "Anjrit, lu pasti keren". Jawaban yang bakal diketawain: "Gue cuma satpam di sini. Gak ikut ekskul" (Ya iyalah, satpam!)

Di sekolah, gue ikut ekskul Kelompok Ilmiah Remaja (KIR). Di pikiran gue, mungkin sebagian orang juga, anak KIR selalu main-main di laboratorium, bikin uji coba nuklir, atau bikin kloning antara monyet dengan ayam. Kenyataannya nggak begitu, setelah ada bank sampah.

Sekolah gue ditunjuk sebagai sekolah bank sampah. Nah, sebagai penggeraknya, ditunjuklah ekskul KIR. Seharusnya, anggota KIR cuma bertugas memilah sampah yang udah dikumpulin oleh seluruh warga sekolah. Jadi, anak KIR tinggal ngangkut, milah-milah sampah, selesai.

Kenyataannya pahit banget. Anggota KIR malah harus mulung-mulung ke tempat sampah. Iya, ngubek-ngubek. Kegiatan itu kadang diliatin orang-orang. Sampai pernah ada cerita dari temen ekskul bilang, ada yang ngelempar botol ke arah temen gue. Katanya biar dipulungin. Jahat banget ya.

Semua bayangan gue tentang ekskul KIR berubah. Begitu juga dengan temen ekskul gue. Dia bilang, "Ini ekskul KIR atau ekskul mulung sih?"

Yah, gitulah. Gue mah seneng-seneng aja.

Sekarang mulai bicara soal ekskul yang lain...

Beberapa hari ini, gue melakuan pengamatan, tepatnya saat acara Maulid Nabi Muhammad SAW di sekolah gue. Ketika itu, di panggung ada tim marawis sekolah. Seperti biasa, mereka tampil dengan seragam warna biru. Ditambah ikat kepala yang berwarna sama. Kecuali seragam yang dipake pada orang bagian depan, mereka warna putih.

Yang baju kuning itu guru | Sumber


Penampilan marawis di sekolah gue selalu ditunggu. Ibarat grup musik, marawis di sekolah gue itu kayak Slank: jarang tampil tapi dinanti penampilannya. Bagian yang paling ditunggu adalah saat masuk koreografi.
Sumber

Begitu masuk koreografi, semua penonton cewek teriak histeris. Nggak mau kalah, gue juga teriak, karena jempol kaki gue kedudukan... pantat sendiri. Nggak deng.

Cewek-cewek menjerit setelah anak marawis ngeluarin koreo andalannya. Gue curiga, cewek-cewek ini adalah K-Popers, yang biasanya kalo ngeliat personil boyband joget-joget, mereka ngejerit sambil jambakin temennya. Bedanya, anak marawis ini lebih unggul. Selain ada koreonya, anak marawis bisa sambi mukul-mukul alat. Keren, kan? Morgan bisa nggak? Eh iya, Morgan bukan personil boyband lagi.

Dari situ gue membuat hipotesis sederhana, yang berbunyi, "Ekskul yang paling keren adalah marawis."

Kayaknya di tiap sekolah, marawis selalu rame (Ya iyalah rame. Masa sendiri!). Maksud gue, setiap kali marawis tampil, penonton selalu heboh; cewek-cewek teriak histeris; cowok-cowok tepuk tangan sendiri, seakan-akan lagi main marawis; anak punk moshing sambil nenggak bir. Pokoknya heboh lah.

Gue bicara berdasarkan pengalaman asli. Dulu, sewaktu SMP, gue adalah anak marawis. Setiap kali demo ekskul atau maulid, penampilan marawis selalu ditunggu. Alasannya karena ada satu orang di tim marawis sekolah gue yang mukanya ganteng. Bukan, bukan gue orangnya. Gue mah apa atuh, cuma simbal di atas markis.

Selain jadi anak marawis, gue dulu anak hadroh, sejenis rebana dan cara mainnya dipukul. Pengalaman gue jadi bagian tim hadroh lumayan lama, sekitar lebih kurang setahun. Dalam waktu segitu, gue pernah main di acara kawinan (lho, kok kayak ambigu ya?). Maksudnya perform. Tiga kali.

Biasanya, cewek-cewek nggak cuma nunjukin kehebohan di bawah panggung, kadang berlanjut di media sosial. Contohnya begini,

"Anak hadroh yang itu kereeeen bingitzzz."

"Yang pake peci main markis hidungnya mancung. Future husband banget"

"Coba aja kalo pacar gue anak marawis, nanti gue sewa buat acara nikahan gue sama selingkuhan. #KetawaJahat"

Minimal satu dari sekian banyak anak marawis, pasti punya fans tersendiri. Gue nggak tau ini berlaku di Indonesia doang atau nggak, pokoknya anak marawis pasti punya fans. Sayangnya dulu gue nggak punya fans pas masih jaman-jamannya main hadroh dan marawis. Orang-orang ngira gue cuma orang yang bawa alat.

Pokoknya, kalo mau punya fans atau jeritan dari remaja putri, masuk ekskul marawis. Inget, jangan cuma bawa-bawa alatnya doang.

Lah, gue malah promosi ekskul lain. Ekskul gue sendiri gimana?

"Mulung aja dulu," kata seorang teman, setelah menepuk pundak gue.


10 komentar:

  1. Malah gue ngga tau ini ekskul apaan, Rob. Mungkin guenya aja yang kudet.

    Seumur-umur, gue belum pernah nemu ekskul ginian~

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah, pulang sekolahmu kurang sore, Hul. Hahahaha

      Delete
  2. Hahahaha marawis ini emang punya daya pikat tersendiri juga sih rob.
    Dulu di pesantren gua, sama halnya kayak di sekolah lo. Begitu mereka aksi koreografi. Heboh pada tepuk tangan dan jerit jerit histeris. Gak cuma cewek, cowok juga ikutan. Maklumlah ini event gabungan cewek cowok gitu deh. Marawis juga lagunya enak kok kalo penyanyinya suaranya enak haha.

    ReplyDelete
    Replies
    1. (((penyanyinya juga enak)))

      Apanya, nih, bang, yang enak? Baunya apa pemandangannya? Hahaha.

      Delete
    2. Iya, kalau penyanyinya enak didenger suaranya.

      Aduh, itu mah dua duanya ga nahan, Rob.

      Delete
    3. Hahaha, kalo udah bawa-bawa pemandangan, biasanya yang meneduhkan itu enak dipandang. Ehehe

      Delete
  3. Gue pernah ikutan yang bagian nyanyi gitu. Apa namanya deh? Vokalis? Tapi kayaknya bukan itu. Gue lupa.

    Gue nggak bisa main marawis, abisnya nyakitin diri sendiri. Tangan mukul-mukul sampe bengkak. Gue jadi takut sama anak marawis, takut kena tamparan anak marawis yang bisa bikin hilang ingatan. Kenceng banget gitu.


    Duh, komennya jadi panjang, kan. Udah, ah. Mulung aja dulu. :(

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalo nggak salah namanya solis. Tau deh bener apa nggak.

      Makanya jangan main-main sama anak marawis. Bahaya, bang~

      Huuaaaa.. sediii, mulung-mulung segala :(

      Delete
  4. rob, itu eskul sendiri keliatannya greget deh sumpah -_- gw tutup mata loh baca bagian eskul sendiri -_- gak nyangka di masukin di sini -_-

    ReplyDelete

Terimakasih sudah membaca. Jangan malu-malu buat komen, karena komentarmu adalah semangat untukku.

Kamu mau, kan, jadi penyemangatku? Silakan berkomentar dengan sopan.