01 December 2015

Orang Lain Panik, Gue Malah Piknik

Selamat datang Desember. Gue selalu senang dengan bulan ini karena banyak hal yang bisa dilakukan di penghujung bulan (sekaligus penghujung tahun), tepatnya setelah pembagian rapor. Nggak sabar rasanya buat ngelakuin hal-hal yang cuma dilakukan setahun sekali; niup terompet tepat pukul 00.00, bangun tidur jam 2 siang, dan nggak mikirin persoalan sekolah. Setahun sekali, kok.

Bayangan menyenangkan itu hilang setelah muncul bayangan mengerikan yang datang seminggu ini. Ya, UAS! Gue lagi UAS sampai hari Selasa depan.

Agak kurang sesuai dengan ekspektasi, kini gue satu ruangan dengan kelas 12. Berbeda dengan waktu UTS lalu, gue seruangan dengan anak kelas 10 dan duduk di sebelah cewek. Kini, gue harus duduk di sebelah anak kelas 12. Cowok. Jadi nggak semangat.

Halah, mau UAS apa nonton di bioskop. Ngarep duduk di sebelah cewek. Payah, lu, Rob!

Pelajaran yang diujikan di hari kedua adalah Matematika dan Sejarah. Bagi gue, kedua pelajaran ini adalah pelajaran yang baru-baru ini gue sukai kembali. Ya, akhir-akhir ini gue semangat banget sama Matematika setelah dulu cuma jadi kambing congek kalo dihadapkan dengan soal. Sekarang gue lebih nafsu buat ngerjain soal Matematika. Tiap kali main Duel Otak, gue protes kalo nggak ada soal tentang Matriks.

Lain lagi dengan Sejarah. Dulu zaman SD, gue adalah penggemar pelajaran IPS, apalagi pelajaran Sejarah. Gue ingat kali pertama mengeja kepanjangan VOC; Vereenigde Oost Indische Compaigne. Cara membaca Herman Willems Daendels, dan mengetahui bahwa Indonesia pernah dijajah 3,5 abad. Nyedihin.

Semenjak SMP, gue seperti seorang anak yang tidur setelah didongengkan ibunya. Begitulah gue tiap kali belajar Sejarah. Gue sangat menjauhi yang namanya buku Sejarah.

Barulah di SMA, tepatnya kelas 11, lebih tepatnya lagi empat bulan yang lalu, gue mulai doyan baca buku. Tiap naik angkot dan kebetulan gue bawa buku Sejarah, gue sempatkan baca. Tapi, tiap kali gue baca alur pelajaran sejarah, gue selalu memunculkan ekpresi. Gue rasa ini karena gue terlalu sering baca novel atau buku-buku komedi yang mengharuskan gue refleks berekspresi. Misalnya, ketika gue menemui bacaan:

Tugas utama Daendels adalah mempertahankan Jawa agar tidak dikuasai Inggris.

Setelah membaca itu, gue refleks bicara sendiri,

"Hahahah, mampus lu! Tugas lu pasti berat banget. Mertahanin Jawa. Hah, mertahanin hubungan aja nggak bisa. DAENDELS. LO. CUPU. OUT DARI SKUAD BELANDA!"

Segitunya.

Saking haus informasi, buku paket aja nggak cukup buat gue. Makanya, gue nyalain laptop, browsing tentang materi yang besok sekiranya keluar. Sayangnya, ketika mau nyari tentang Belanda, baru masukin satu huruf, pudar semua rencana mulai itu.

HUH, LEMAH!

Gue milih ke pencarian paling atas, yaitu Blogger. Susah ya, kalo nggak buka blog sehari aja. Kayak ada yang kurang dalam hidup. Minimal ngeliat statistik atau baca blog orang yang gue follow.

Nafsu buka blog udah terpuaskan, kini gue bingung mau ngapain. Gue iseng ngecek Line, siapa tau ada teman yang ngebocorin kunci jawaban buat besok. Kan lumayan.
Sesampainya di sana, gue melihat tulisan penuh kepanikan, baik di chat maupun di timeline.
"Gue ngantuk."
"Gue mau nangis nggak ngerti apa-apa."
"BESOK TUGAS DIKUMPULIN? GILA KALI!"

Gue cuma diam. Kenapa mereka semua panik. Ah, nggak seru, nih, orang-orang di Line. Sekarang gue bingung mau ngapain. Lagi.

"MATI! Tujuan utama gue kan mau searching materi Sejarah. Kenapa meleber ke mana-mana gini??! DASAR LEMAH!!!"

Sip. Gue harus nyari materi demi nilai Sejarah yang baik.

Baru selesai memasukkan kata "Zaman Kolonialisme di Indonesia" di kolom pencarian, gue membuka satu tab baru. "Yang ini buat buka materi yang lain," kata gue.

Gue malah buka Blogger.

Labil.

"Kenapa gue nggak nge-blog aja? Ya udah, nulis poin-poin buat besok dikembangin, deh." Benar-benar kebingungan, mata gue seperti mencari-cari sesuatu. Kiri-kanan-kiri-kanan-stop. Mata gue berhenti pada sebuah plastik hitam (orang-orang menyebutnya kresek) berisi kue. Pas! Nge-blog sambil ngemil, berasa piknik!


Di halaman putih kosong, gue melamun. Membandingkan diri gue dengan orang-orang yang tadi ada di Line. Mereka sedang panik menghadapi UAS, sedangkan gue menghadapi sekresek kue, layaknya orang piknik. "Nah, ini bisa ditulis sekarang juga!" Gue tulis semua sampai post ini hampir selesai.
Nggak terasa gue malah nulis kepanjangan gini. Dan, gue happy.

Bagaimana dengan tab yang lain, yang berisi materi sejarah? Udah gue close.

Kadang seru juga, sesekali piknik di antara orang-orang panik. Menikmati hidup dengan menulis sambil makan kue sekresek. Jadi merasa lupa daratan. Nggak sadar, kalau besok UAS masih menerjang.

Sebelum belajar lagi, gue mau ngebayangin enaknya tahun baru.

9 comments:

  1. Wadoh, sama nih Rob, orang lain panik, gue malah asik~

    ReplyDelete
  2. Hahaha sekresek kue bisa berasa piknik ya. Hmm :D

    ReplyDelete
  3. ini kenapa lo jadi baper sama dandles..
    yak, desember emang bulan paling asik karena statusnya sebagai bulan di penghujung tahun. searching materi sejarah? hari gini masih belajar dari masa lalu? move on men..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, soalnya dia penjajah!

      Tos untuk sesama penikmat akhir tahun~

      Delete
  4. INI PENIPUAAAAN WEEEYYY! GUE DARI TADI NUNGGUIN LU JALAN-JALAN KE MANA?! TAUNYA CUMA BLOGWALKING DAN MAKAN KUE. Emaap. Kepslok kepencet. :(

    Hahaha. Gue juga slow orangnya, bukannya pas UAS baca buku matkul yang besoknya UAS, gue malah seru baca novel atau komik. Pas udah puas baca novel, baru deh belajar matkulnya sungguhan. Intinya santai aja menjalani hidup. Gak usah panik yaa. :))

    ReplyDelete

Terimakasih sudah membaca. Jangan malu-malu buat komen, karena komentarmu adalah semangat untukku.

Kamu mau, kan, jadi penyemangatku? Silakan berkomentar dengan sopan.