Bukan Blog Mesum

Gue yakin, nggak ada satu pun orang yang mengaku dirinya sebagai orang mesum. Kalau pun ada orang lain yang mencap sebagai orang mesum, pasti sekuat tenaga membela dengan mengatakan "nggak, gue nggak mesum".

Gue mau bilang: GUE. NGGAK. MESUM.

Walau kadang pendiam, gue orangnya suka bercanda. Sayangnya, di pergaulan, banyak bercandaan yang nyerempet ke hal-hal kotor. Mending kalo bercandanya beda-beda, lha ini? Gitu-gitu aja. Udah sering gue denger. Kayak waktu itu, gue lagi chatting sama temen gue. Sebut saja namanya Mbledos.

Gue meminta Mbledos untuk membawa buku yang akan gue pinjam. Karena di sekolah nggak ada kegiatan apa-apa, Mbledos berniat nggak mau bawa tas ke sekolah. Lalu, gimana cara dia membawa buku yang mau gue pinjam?

"Nanti ingetin gue lagi, ya. Gue lagi nggak mau bawa tas," kata Mbledos di chat.
"Ck, sekarang aja masukin bukunya ke tas," jawab gue cepat.
"Lagi nonton TV ini. Tanggung. Bentar lagi pemeran utamanya ituan."

Gue tau, ini orang lagi mancing-mancing bercandaan jorok dengan kata "ituan".

"Ituan ngapain?"
"Naik mobil. Ye, mikirnya jorok lu. Hahahaha."

See? Itu nggak lucu sama sekali. Saat gue serius, dia malah bercanda. Nggak lucu pula.

"Buruan lah, masukin. Lama lu. Nanti gue lupa ngingetin lagi."
"Dih, ambigu."
"Ambigu apanya, sial?!"

Sampai sini, gue geram. Kalo emang mau mancing bercanda dengan kalimat "masukin", harusnya pada saat nggak ada konteks yang jelas. Sedangkan, dari tadi gue lagi ngomongin buku.
Singkat cerita sesampainya di sekolah, si Mbledos nggak bawa buku yang minta. Rasanya mau gue pasung di kamar mandi. Ngomong doang banyak, tapi nggak dijalanin.

Kenapa gue jadi antagonis gini? Ya Allah, udah mau tahun baru masih nggak bisa ngontrol emosi. Ampuni aku, Ya Allah.

Tapi, itu semua di pergaulan yang sesungguhnya. Bagaimana dengan blog, yang gue jadikan pergaulan kedua setelah kehidupan nyata?

Nyatanya, statistik menunjukkan, blog gue adalah blog yang mesum.

Berawal dari keisengan gue mantau statistik blog, gue terkejut oleh kenyataan pahit yang harus gue terima.


Sampai sini, statistik masih aman-aman aja.

Begitu gue scroll down, rasanya mau ngeludah ke layar laptop...


Dari 10 kata kunci yang ada, 4 di antaranya merujuk kepada konten berbau dewasa. (Liat nomor untuk panduan selanjutnya).

Gue nggak bisa berkata apa-apa setelah ngeliat itu semua. "Dosa apa aku, Ya Allah, telah menghasilkan artikel yang membuat kata kunci itu merujuk pada blogku?"

Dulu, gue pernah baca artikel di blog lain, katanya, agar blog ramai dikunjungi, maka buatlah keyword yang nggak biasa, tapu sering dicari orang lain. Nah, gue pernah memasukkan keyword "chat sex" pada post ini. Sekarang gue bisa membuktikan, kalau perkataan dari blog itu memang benar.

Tapi, kenapa orang-orang nyari chat sex? Gue curiga nantinya akan jadi tren sex dan prostitusi baru. Semoga nggak. Eh, tapi kalo makin banyak yang penasaran sama chat sex, artinya... BLOG GUE MAKIN SERING DIKUNJUNGI! Entah gue harus bersyukur atau merasa berdosa atas artikel itu.

Masalahnya, di post itu gue cuma nyeritain tentang gue ngerjain strangers (lawan chat di Omegle, sifatnya anonim) --yang mengaku sebagai cowok--, ngajak gue chat sex, lalu gue pura-pura jadi cewek. Sumpah, teman-teman gue yang baca post itu ngakak dan menganggap gue cerdas (wuidih). Tapi, semua berubah setelah keyword itu dicari banyak orang. Gue takut orang-orang jadi bertambah pengetahuannya tentang chat sex dan melakukan tindakan yang nggak diinginkan. Ya, tapi ada untungnya juga buat orang yang iseng kayak gue: bisa ikutan ngerjain strangers

Sekarang, biar gue klarifikasi poin-poin yang ada di statistik (lihat gambar kedua).

Poin pertama. baca chat sex.

Seperti yang gue bilang sebelumnya, gue pernah menulis postingan dengan keyword tersebut. Mungkin dia mau nyari contoh chat sex yang benar, tapi malah nyasar ke blog gue, yang memberi contoh yang salah. Untung gue kasih contoh yang salah, kalo bener? Nggak ngerti mau ngomong apa lagi, yang jelas blog gue makin dicap sebagai blog mesum.

Poin kedua: bapak akan kawin apakah nanti akan a....

Gue nggak ngerti sama orang yang nyari keyword dengan kata sepanjang itu. Sebenarnya itu masih ada sambungannya, tapi di statistik yang terbaca cuma segitu. Mungkin sambungannya:

"bapak akan kawin apakah nanti akan ada gempa bumi?"

Pada poin ini, gue nggak tau maksudnya apa, tapi feeling gue mengatakan kalo keyword ini berbau konten dewasa.

Ah, sudahlah. Biarkan bapak kawin. Eh,.... ah... lupakan.

Poin ketiga: cerita sex dengan guru saat remedial

Buat orang yang pernah masukin keyword ini di kolom pencarian, satu kata buat lu: BAJINGAN!

Gimana nggak bajingan, gue nggak pernah bikin cerita sex, apalagi ditambah dengan guru saat remedial. Kan, pencemaran nama baik jadinya. Gue udah belasan kali ikut remedial, nggak pernah kepikiran buat bikin post begitu, eh si kampret malah enak-enaknya nulis keyword itu di kolom pencarian. Google juga parah nih, MASA KEYWORD ITU MERUJUK KE BLOG GUE SIH??!  Nggak ngerti lagi.

Gue sebagai orang yang berpengalaman dalam remedial, merasa malu atas keyword sesat ini.

Poin keempat: cerita yang bisa buat orang sange

Gue mau jujur-jujuran aja sama kalian. Kalo bisa kasih tanggapan di komentar. Menurut kalian, postingan gue bikin sange nggak, sih? Gue selaku penulis, nggak pernah ada niatan bikin orang sange. Serius. Demi Allah.

tapi... kenapa mesin pencari merujuk keyword ini ke BLOG GUE?!! Parah.

Gue coba ngetes nyari Google dengan keyword itu. Hasil memunculkan kalau blog gue nggak ada sampe page 3.  Bahkan blog gue kalah dengan postingan milik @shitlicious yang ini. Beneran. Coba aja cari sendiri.

Setelah gue ngetes pada poin keempat, gue yakin semua keyword itu nggak mutlak langsung merujuk ke blog gue. Makanya, jangan anggap blog gue sebagai blog mesum. Sekali lagi, jangan berpikiran begitu.

Udah cukup ya, buka-bukaan soal isi statistik blog. Masih emosi nih sama statistik blog. Kalo ada yang pernah dapat kesan buruk sama statistik blog, coba tulis pengalamannya di kolom komentar. Siapa tau lucu. Atau... ngenes kayak gue.

*maaf ya atas segala ketidaksopanan gue di post kali ini. Daripada ditutup-tutupin, toh, pembaca juga tau maksudnya gue ngomong apa.

Peace. Hehehe. Gue nggak mesum. Blog gue juga.


28 komentar:

  1. gue ngakak dalem hati. itu yang pgn lo pinjem bukunya siapa?WKWKWK

    ReplyDelete
  2. Hahaha, nyebelin bangey yah rob. Mau buat yang beda malah di cap mesum. Googlenya payah nih~

    ReplyDelete
  3. Hahahaha. gue juga risih kalo ada orang yang sering bercanda menjurus ke hal yang kotor.

    Tapi serius deh ngakak. Orang mau baca beneran tentang poin 1 2 3 malah masuk ke blog salah ini. Lo juga sih ngasih keywordnya begitu :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Apalagi situ, kan cewek. Pasti ilfil banget.

      Ini murni bukan kesalahan gue. Ini salah mesin pencari :(

      Delete
  4. Huahahahah. Ngakak! Keywordnya mesuum. Apalagi yang saat remedial. Cari enak kali ya. Biar remedialnya gampang jadi harus anuan gitu. Huhu. Astagfirullah :(

    Lalu apa kabar keyword yang merujuk ke blogku? Huuu jadi takut :(

    Iya, Rob. Aku percaya kamu nggak mesum. Aku percayanya kamu belum mesum. Itu aja. Hati-hati ya. *ini apa dah*

    ReplyDelete
    Replies
    1. Keyword blog Icha lebih parah. Yakin.

      Delete
    2. Gila kali ya, kalo beneran ada orang yang nyari pake keyword itu. Sedih dunia per-remedial-an.

      NAH! Gue rasa blog Kak Icha lebih parah. Penasaran deh sama statistiknya. Huahahaha

      Delete
  5. Blog gue juga pernah dapet keyword mesum gitu. Gara-gara komentar Yoga pake kata "cerdasdotcom".

    Btw, itu situs mesum.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bahaha, berarti itu gara-gara komentar gue? Bukannya justru menambah viewers ya? :p

      Delete
    2. Udah tau lama kalo situs itu mah :p

      Nah, harusnya bersyukur tuh gara-gara komentar itu. Lumayan kan ada berkahnya :D

      Delete
  6. Hm... masih mending blog lu kata kuncinya begitu. Kapan-kapan gue harus buat tulisan kayak gini juga deh. Lebih parah, Rob. Blog gue disangka blog mesum, dan pembaca juga kayak kampret, kalo nggak ada mesumnya pada protes. Gue bingung. :(

    ReplyDelete
    Replies
    1. Harus. Harus banget buka-bukaan soal stastik blog lu, bang (yang terkenal dengan jurus mautnya itu).

      Pembaca yang protes itu salah satunya gue :D

      Delete
  7. Anjir. Mungkin lu sering buka begituan kali di browser lu. Hahaaa...

    ReplyDelete
  8. Aduh x)) nggak kuat bacanya. Google-nya salah paham deh kayaknya. Makanya bisa kayak gitu.
    Seneng tapi miris, ya? Banyak pengunjung tapi di postingan yang keyword-nya ke arah situ? Yaaa... Sabar ajahh :')

    Bener kata teh Icha. Bukan nggak, tapi BELUM. :))

    ReplyDelete
    Replies
    1. Serba salah ya. Untuk saat ini, gue cuma bisa ngikutin semboyan Dagelan: "Asikin aja lagii".

      Jangan bilang gitu dong. Takut jadi kenyataan :(

      Delete
  9. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  10. hahaha ngakak XD emang nih blog ada unsur bokepnya kalia yak hahaha d

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sesuai lagu Wali: "Jangan kau tuduh aku"

      Mungkin itu menjawab :D

      Delete
  11. Hahahaaaaa yaoloh tolooongg. Itu kampred bener yg nulis keyword 'cerita sex dgn guru saat remedial'

    Minta ditoyor palanya. Pantes aja itu bocah remedial, pikirannya cerita sex mulu. HAHAHAA KENAPA GUE EMOSI YA BY. HOHOO

    Iya, gue percaya blog lu nggak mesum. Gue kalo mampir ke sini aja kadang sambil megang tasbih, zikir-zikir gitu.
    Subhanallah blog Robby.



    *traktir cimol ye.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahaha, bangke banget, kan. Mencoreng nama baik pelanggan remedial.

      Hahahaha, kesel kan sama orang-orang model begitu. Apa lagi gue :(

      Wuidih, jadi blog dakwah ini mah. Kalo masalah cimol mah gampang, copot aja biji tasbihnya. Kasih saos deh~

      Delete
  12. ambil hikmahnya aja kaaak...

    dulu ada teman saya, yang sengaja ngasih keyword berbau mesum gitu. Tujuannya, buat orang-orang ngeklik post nya. Nah, post-nya itu isinya tobat-tobatan gituuu... hehee

    ReplyDelete

Terimakasih sudah membaca. Jangan malu-malu buat komen, karena komentarmu adalah semangat untukku.

Kamu mau, kan, jadi penyemangatku? Silakan berkomentar dengan sopan.