08 September 2015

Mabok Soda

Setiap waktunya istirahat, baik les atau sekolah, pasti gue selalu bingung mau jajan apa. Seringnya, sih, gue punya rencana jajan, tapi ujung-ujungnya nggak jadi beli karena malu. Aneh, kan, sampe sekarang gue malu jajan ke warung.

Beruntung sekarang ada yang namanya minimarket. Jadi, gue nggak perlu teriak "BELI!" di depan kasir yang lagi ditinggal pegawainya. Dan lebih beruntungnya lagi, tempat les gue deket minimarket.

Sore hari, tepatnya hari Rabu, gue ada les jam 5. Setelah satu jam belajar, jam istirahat berbunyi. Gue langsung sholat magrib. Setelah sholat magrib, gue berencana beli minuman, karena gue lupa bawa minum dan gue udah bawa roti dari rumah. Kan nggak enak kalo makan tapi nggak minum. Rasanya sama aja kayak minum tapi nggak makan. Sama-sama nggak enak.

Tapi duit gue cuma goceng, minuman apa yang harganya di bawah goceng dan bisa ditemui di Alfamidi? Sampai di sana, gue menemukan sebuah minuman berwarna hijau, dan tertulis harga 3 ribu. Itu adalah, BIG MELON! Wow, warnanya mencolok, bikin gue penasaran.

Apa itu Big Melon? Big Melon sebenernya Big Cola rasa melon. Karena gue tertantang buat nyobain, atau istilah halusnya nggak punya duit, gue beli satu botol big cola rasa melon. Satu big melon dengan roti yang gue bawa dari rumah menemani jam istirahat gue magrib itu.
 
"Kok warnanya mirip sirup marjan ya?" kata gue sambil duduk di kursi belajar, bersiap menyantap hidangan yang gue siapkan di meja.

Dari warnanya, gue bener-bener penasaran dengan rasanya. Langsung gue buka tutup botolnya, psssstttt.... muncul suara khas dari minuman bersoda. Asik, berarti ini minuman bersoda. Gue sempat su'uzan kalo ternyata ini adalah Sunlight (warnanya sama-sama ijo).

Tegukan pertama, gue langsung berkomentar, "Kok rasanya mirip sirup marjan?" Karena gue takut dengan lidah gue bermasalah, gue langsung nyuruh Oky nyicipin.

"Ah, iya. Rasanya mirip sirup marjan kebanyakan air, terus dikasih soda," kata Oky dengan nada sarkas, setelah minum Big Melon punya gue.
Gue cuma geleng-geleng. Kalo emang rasanya mirip marjan, kenapa harus ada sodanya? Padahal lebih enak tanpa soda. Oh iya, ini big cola, bukan sirup marjan.

Oky duduk di sebelah gue sambil minum produk eksperimen dari big cola lainnya, yaitu Big Lime. Kenapa gue bilang produk eksperimen? Karena rasanya mirip lime ditambah soda. Jadi lebih mirip Sprite.
Dari dua produk yang gue sebutkan di atas, gue menyimpulkan kalo big cola mengadaptasi produk minuman yang lain, lalu ditambah soda. Nggak heran kalo nantinya ada susu soda, tapi bermerk big cola. Susu soda yang dihasilkan adalah pencampuran dari Ultramilk campur soda. Atau, lebih kreatif lagi, Pocari Soda, Soda Kotak, Sodacino, Soda Kue, (soda jenis apa ini?)

Setelah setengah botol Big Melon gue minum, tiba-tiba Oky meraih botol gue. Lalu dia menuangkan ke botolnya yang berisi big cola rasa lime.

"Gue mau ngoplos ha ha ha..."
Gue tercengang dengan tingkah Oky. Lalu, dia minum hasil oplosannya. Gue makin tercengang. Hasilnya, dia nggak selera lagi buat minum. "Anjir, rasanya jadi aneh," kata Oky, sambil memicingkan mata.

Mendengar "rasanya jadi aneh", tiba-tiba adrenalin gue terpacu. Gue juga pengin nyampur Big Lime punya Oky dengan Big Melon punya gue.

"Ky, gue bagi dong. Gue juga mau ngoplos nih," kata gue.
Ketika gue ambil botol punya Oky dan belum sempat menuang, Oky langsung bilang, "Udah lah. Ambil aja semua."
Big Lime kepunyaan Oky yang tersisa setengah resmi jadi milik gue. Gue pesta pora.

Langsung gue tuang semua Big Lime ke dalam botol Big Melon punya gue. Tadinya, Big Melon gue udah mau abis, tapi karena ditambah Big Lime Oky yang masih setengah jadi banyak lagi isi botol gue.

"Rob, sebelum lu minum, lu udah nyiapin kata-kata terakhir belum buat orang di rumah?" ledek Giyats yang duduk di belakang gue, seolah dia menganggap kalo gue ngoplos hidup gue akan berakhir.
Gue jawab dengan ngawur, "Tenang, sepeda gue nanti yang bilang ke orangtua gue."

Teman-teman yang mendengar celetukan gue langsung tertawa. Belum minum aja udah mabok duluan, ngomongnya ngawur.

Gue minum campuran tadi. Gue sih yakin aman karena masih sama-sama produk dari perusahaan yang sama. Lain lagi kalo misalnya gue ngoplos pake So Klin. Yang ada nanti ginjal gue bersih, sebersih pakaian baru. Halaaah.

Cairan oplosan tadi gue minum perlahan. Tegukan pertama rasanya mantap. Setelahnya, gue mulai nge-fly. Tegukan demi tegukan, gue bahagia dan ngomong gue ngawur. Entah, apa karena gue yang ngawur dari dulu atau efek soda yang berlebihan pada diri gue. By the way, apakah soda bikin kesadaran diri hilang?

"Liat neh, gue ngoplossssszzz" kata gue, kayak orang beler.
"Mabok lu, Rob." kata Oky, yang makin prihatin dengan nasib temannya.

Nggak terasa, botol yang gue pegang sejak ngoplos tadi sudah kosong, tak tersisa sedikit pun. Gue berhasil ngabisin minuman ini dengan waktu kurang dari 10 menit. Bayangkan, minum soda terus-terusan tanpa jeda.

Efeknya terasa. Ketika masuk kembali lalu belajar Biologi. Menjelang 10 menit pelajaran berakhir, badan gue panas. Gue sendawa, tapi nggak jadi. Tau, kan gimana rasanya sendawa nggak jadi? Mau kentut, tapi ini publik. Iya kalo nggak bunyi, kalo ternyata bunyi kan repot. Kalau memang ini saatnya, aku harap sepedaku bisa jalan sendiri ngasih kabar ke orangtua di rumah. Berharap jangan nyasar dan nanya mas-mas warkop. Asli, gue nggak enak banget dengan keadaan setelah ngoplos tadi.

Akhirnya, bel pulang les berbunyi. Tanda-tanda kehidupan masih ada, gue pulang menaiki sepeda. Sepanjang mengayuh sepeda, timbul penyesalan. Kenapa harus ngoplos? Gue mau muntah nih gara-gara nggak bisa nahan sendawa, kesal gue.
Backsound lagu dari GIGI terdengar dari kejauhan.

Oh Tuhan, mohon ampun. 
Atas dosa dan dosa, ngoplos soda

Untungnya, sepanjang perjalanan gue sendawa terus-terusan. Tapi badan mulai nggak enak, mau muntah. Kebayang deh gimana dengan orang yang mabok alkohol, gue aja yang kebanyakan minum soda jadi nggak enak gini badannya. Makanya, gue nggak cocok jadi alcoholic (orang yang doyan minum alkohol). Untuk jadi sodaholic pun gagal. Gue lebih cocok jadi mabokholic; orang yang selalu pengen muntah.

Pesan moral dari cerita gue ini adalah walaupun sama-sama rasa buah, jika sebuah minuman mengandung soda, tetaplah nggak bagus buat kesehatan. Sekalipun yang minum adalah Undertaker, dia pasti bakal mabok.  

Emang ada gitu, Undertaker mabok minum soda? Kalo ada, cemen abis.

8 comments:

  1. haha :D efek terlalu banyak mengkonsumsi soda :D hihi

    ReplyDelete
  2. Hahaha dioplos sama Big Cola juga. :))
    Gue baru tahu lho kalo Big Cla ada yang rasa meloon. Hadeeuuh ke mana aja ya guee.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sekali-kali main ke Indomaret, bang~ Hehehe

      Delete
  3. Wah parah ngoplos minuman di kelas hahaha :D

    ReplyDelete
  4. wahahah... lumayan lah, itung2 percobaan biologi. gue sih lebih suka coca cola daripada big cola. entah kenapa, pencernaan selalu bermasalah kalau minum big cola yang berwarna. dan... terimakasih, karena udah ngasih tau kalau big melon rasanya kayak marjan.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ya, gue juga lebih suka coca cola dibanding big cola. Lebih berasa cola~

      Wahaha, sekali-kali dong nyobain marjan bersoda

      Delete

Terimakasih sudah membaca. Jangan malu-malu buat komen, karena komentarmu adalah semangat untukku.

Kamu mau, kan, jadi penyemangatku? Silakan berkomentar dengan sopan.