Sosok Misterius Di Kampung Halaman Bapak

Hari Raya Lebaran merupakan momen bersilaturahmi dengan keluarga besar. Biasanya, ada kebiasaan mudik yang jadi topik utama acara berita di televisi. Macet, kecelakaan, korupsi jadi hal yang paling sering dibahas ketika lebaran. (Nggak tau kenapa, gue pengin nulis korupsi. Biar kesannya kasus korupsi di Indonesia nggak pernah selesai.)

Pemudik didominasi oleh perantau. Para pemudik melakukan perjalanan ke kampung halaman masing-masing untuk bertemu sanak saudara mereka di sana. Seperti para perantau lainnya, Bapak juga mudik tahun ini. Bapak adalah orang asli Grobogan, Jawa Tengah. Seperti kebiasaan setiap lebaran, tahun ini gue ikut mudik ke kampung halaman Bapak. Yes, liburan gue nggak cuma di rumah!

Kampung halaman Bapak benar-benar masih berupa pedesaan. Pohon masih banyak. Nggak ada asap pabrik. Nggak ada sinyal (untuk beberapa provider tertentu). Pokoknya desa banget. Dan bisa dibilang, kampung halaman Bapak adalah desa yang tertinggal. Maksudnya, desa yang belum terlalu maju. Gue memperhatikan, pemuda di sana jarang yang main gadget. Ya, mungkin karena sinyalnya juga susah. Gue yakin, pemuda di sini nggak semua punya Facebook. Serius.

Keadaan serba sulit membuat gue bingung mau ngapain. Praktis, kegiatan gue cuma di rumah. Tidur, bangun, makan, duduk di depan pintu, tidur lagi. Begitu seterusnya. Karena terlalu sering tidur siang, membuat gue susah tidur di malam hari.

4 hari setelah lebaran, tepatnya hari Senin, akan ada acara selamatan yang berlangsung di sore hari. Sebelumnya, ada pemotongan kambing pada pagi hari. 

Hari Minggu, gue berniat nggak tidur siang. Niat itu bertujuan biar gue bisa tidur setelah Isya mepet dikit (sekitar jam 20.00) dan bisa bangun pagi nonton kambing disembelih. Namun, niatan gue nggak sesuai kenyataan. Nyatanya, gue gak bisa tidur sampai jam 21.30

"Ah sial, ini pasti gara-gara tadi siang." kata gue dalam hati.

Gue baru ingat, kalau siangnya gue sempat tidur. Ceritanya, gue lagi bosen banget siang itu. Nah, untuk mengisi kekosongan waktu, gue dengerin musik secara acak. Kampretnya adalah, lagu yang gue dengerin saat itu adalah lagu dari Drive yang judulnya Bersama Bintang. Mungkin ada yang nggak tau lagunya, tapi gue kasih di bagian reff-nya,
Tidurlah, selamat malam
Lupakan sajalah aku
Tidurlah dalam mimpimu
Bersama bintang

Gue tertidur.

Udah jelas dari reff -nya. Tujuannya nyuruh gue tidur. "Tidurlah... tiduuur..." Eh, sebentar. Ini suara Anji kok berubah jadi Jarjit Singh, ya?
Kembali ke permasalahan utama: gue nggak bisa tidur.

Sampai sekitar jam 10 malam, gue tetap nggak bisa tidur. Padahal, suasana saat itu sangat mendukung buat tidur. Gue tidur sendirian, nggak bareng siapapun. Nggak bareng saudara, orang tua, atau Jarjit Singh, apalagi Anji Drive. Untuk mengantisipasi hawa dingin yang menyerang di tengah malam, gue memakai jaket yang Mama beli di Tanah Abang. Asli, gue bukan lagi promosi.

Suasana di rumah saat itu sepi. Hanya dihiasi suara-suara lain yang beriringan. Terdengar suara musik jawa sebagai pengiring kethoprak--pertunjukan drama tradisional daerah Jawa Tengah-- yang diperkirakan bersumber dari desa sebelah. Suara detak jam dinding begitu jelas. Bahkan, kambing yang besok akan dipotong juga ikut meramaikan malam itu.

"MBEKKK... MBEKKK... MBEKKKKK...," suaranya keras, seolah berkata, "TOLONG SAYA! LEPASKAN SAYA DARI TAMBANG PENGIKAT INI! SAYA TAK INGIN JADI KUDAPAN KALIAAAN!"

Tiba-tiba, semua suara tadi sekejap menghilang. Timbul suara lain yang membuat gue penasaran setelah mendengarnya.

"Tuuuuuuuuttt..."

Suaranya halus, sedikit fals, dan terdengar familiar. Sepertinya, ini suara kentut Mama dari kamar sebelah. Ya, nggak salah lagi.
Gue merasa semakin nggak betah dengan suasana ini. Guling kanan, guling kiri, kanan lagi, kiri lagi, kiri lagi, kiri lagi, terus..., sampai gak terasa tubuh gue udah sampai di pintu tol Cikampek. Nggak gitu juga, sih.

Gue mencoba menciptakan sebuah kondisi yang nyaman dengan mengganti celana training biru menjadi celana training hitam dengan warna merah di kedua sisi atasnya. Sebelumnya, gue harus mengambil celana training hitam kesukaan gue di dalam kamar yang ditempati Mama.

Gue membuka pintu tol Cikampek  kamar. Terlihat Mama lagi tidur dengan posisi terlentang. "Mana celana training-nya, ya?" kata gue pelan dengan pandangan mencari-cari. Di saat mencari celana training, tiba-tiba Mama terbangun. Kayaknya, sih, dia bangun karena suara pintu yang gue buka. Mama membuka mata, lalu...

 "ASTAGHFIRULLAH.... ASTAGHFIRULLAH..." teriak Mama sambil menyibakkan kain batik yang sedang dia pakai sebagai selimut ke arah badan gue. Mama kaget melihat penampilan gue.

Sosok yang membuat kegaduhan di malam hari. By the way, jaga hewan ternak kalian dari serangan makhluk ini, ya!

"Ini Robby, Ma," kata gue sambil melihat sebuah benda. Gue ambil benda itu, "Ah, ini dia celana trainingnya."

"NGAPAIN SIH MALEM-MALEM PAKE KUPLUK BEGITU??!" terlihat kalau Mama masih panik.

"Ini... nyari celana training." gue menjawab singkat lalu keluar kamar.
Setelah diselepet pakai kain (hampir mirip dengan perang sarung) sebanyak empat kali, gue balik lagi ke tempat tidur, lalu memakai celana yang tadi gue ambil di kamar.
Rasanya campur aduk ketika tau Mama terlihat begitu kaget melihat gue. Antara mau tertawa atau sedih. tertawa karena melihat Mama begitu panik melihat gue berkupluk. Sedihnya, karena Mama ketakutan dan pasti menganggap gue sebagai orang jahat. Walau udah mengganti celana, gue tetap nggak bisa tidur. Sekitar jam 2 dini hari, barulah gue bisa tidur.

Pagi harinya, setelah bangun sholat Subuh, gue langsung tidur lagi (Mungkin ini kebiasaan lumrah di kalangan orang-orang yang nggak punya kerjaan di pagi hari). Gue nggak sempat nonton acara pemotongan kambing. Padahal, gue pengin banget nonton kambing disembelih. Entah, kebiasaan gue sejak kecil masih terbawa sampai gue dewasa; Pergi keliling ke masjid lain setelah sholat Idul Adha nontonin kambing dipotong. Gaul banget.

Sekitar jam 10, gue bangun. Ada Mama yang jaraknya dekat dengan gue yang lagi ada di tempat tidur. Gue penasaran setengah tertawa bertanya ke Mama. "Ma, kenapa semalem kaget gitu? Ha ha ha," tanya gue.

"Serem banget tau. Kirain siapa," jawab Mama.

"Lah orang cuma Robby sih yang masuk,"

"Tapi kaget lah," Mama menjawab setengah emosi. "Mama lagi dierep-erep kok, malah ada orang pake kupluk tiba-tiba masuk. Makanya kaget.". Nggak lama kemudian, Mama pergi ke dapur ngebantuin saudara masak kambing yang dipotong tadi pagi.

Gue diam. Gue nggak ngerti apa itu erep-erep.

Gue pernah dengar istilah itu. Kalau nggak salah di buku SGFD 2. Untuk meyakinkan istilah baru itu, gue nanya ke Bapak gue yang kebetulan dekat dengan gue dan mendengar percakapan dengan Mama tadi. "Pak, tadi Mama bilang apa sih?" kata gue dengan tatapan bocah polos.

"Erep-erep," kata Bapak. "Erep-erep itu...," ada jeda yang cukup lama. Belum sempat menjawab, gue udah memotong kalimat yang belum selesai oleh Bapak, "Apaan, Pak?"

Akhirnya, Bapak menjawab, "Pokoknya kayak ada setan yang nindih kita waktu tidur." Kemudian Bapak kabur pergi ke luar rumah. Mungkin, maksud Bapak kabur adalah karena dia juga nggak begitu paham. Tapi, gue masih berpikir, "Ada setan yang nindih?" .Wow, bagaimana ini bisa terjadi? Dalam bayangan gue, seperti ini kejadiannya
ONE... TWO... THREE. PIN FALL!
WELL..., ITS THE BIG SHOW! *Big show theme song*


Yang tau Smackdown pasti tau siapa dia. Tapi, kok bayangan gue ngaco banget?

Gue nggak puas dengan jawaban Bapak. Akhirnya, gue memutuskan bertanya ke Mister Google jalan-jalan, eh, itu mah Mister Tukul.

"Apakah yang dimaksud erep-erep?" Search.

Nggak muncul apa-apa. Seperti yang gue bilang sebelumnya, di kampung Bapak lagi nggak ada sinyal. Rajungan!

Buat yang penasaran mau tau apa itu erep-erep, tapi bernasib menyedihkan kayak gue, gue jelasin deh dari buku SGFD 2. (Ternyata, selain menghibur, buku SGFD 2 ada penjelasan medisnya juga.)

Erep-erep atau sleep paralysis adalah suatu kondisi di mana tubuh tertidur sedangkan otak masih terjaga atau sadar...

Kira-kira begitulah. Jadi kalau ada yang bilang erep-erep itu berkaitan dengan hal mistis, itu salah besar. Ada penjelasan medisnya. Jadi, kita semua sepakat dong mau nyorakin siapa? YAK, BAPAK!
Tapi, seandainya memang benar ada yang menindih Mama, kita semua pasti punya satu pertanyaan yang sama: Siapa sosok yang menindih Mama? Tapi, gue yakin, pasti ada di antara kalian menduga kalau gue lah orang yang menindih Mama. Sumpah, bukan gue! Apalagi kalau yang menduga Big Show sebagai sosok yang dimaksud. Bukan, dia nggak salah apa-apa. Tolong jangan sakiti Big Show.

Dari cerita ini, bisa diambil sebuah pelajaran: Sebelum tidur, jangan lupa ganti celana dalam. Belakangan gue baru mengetahui kalau celana dalam gue adalah sosok yang membuat gue nggak bisa tidur. Udah 3 hari belum diganti.

Seperti kata Bokap bang Radit di film KambingJantan: gantilah celana dalam secara rutin!

PS: Air di sana lagi susah, makanya gue lupa nyuci celana dalam. Cuma kali kni aja kok, biasanya gue selalu rutin ganti celana dalam


28 komentar:

  1. Saya pernah mengalami rep-repan kayak gitu. Pulang dari Green Canyon Pangandaran. Berasa ajal saya udah deket aja pokoknya

    ReplyDelete
  2. Dulu aku pernah sih ngalami kayak gitu. Untungnya sih habis itu udah nggak lagi hehe

    ReplyDelete
  3. ya ampun, apa bener dengan istilah dari erep-erep itu -_-

    ReplyDelete
  4. iya mitosnya sih ditindihin setan gitu ya. Iseng amat setannya, gak ada kerjaan lain apa. Main XBox kek ya

    Tp gue gak bisa bayangin kalo ketindihan Big show haha tp masih mending dri ketindihan pantatnya Rikishi

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wow, setan main XBox. Dunia persetanan harus tau ini.

      Hmmm... BAU PASTINYA!

      Delete
  5. lah, gue baru tau itu namanya erep-erep...
    menakuti nyokap dengan berpakaian misterius hanya utk mencari celana training itu termasuk hal durhaka bukan yak :))

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kayaknya sih belum termasuk durhaka deh. Nggak tau juga sih :))

      Delete
  6. jadi lo keluar kamar gapake celana gitu Rob? o.O

    gue juga pernah ketindihan, dikamar gue dulu dan setiap malam :(. Sekarang udh ngga~

    ReplyDelete
  7. Wah kok lebaran idul fitri sembelih kambing. di jateng keluarga besar ya, sampek bikin pesta gede2 an?

    Wah mama elo asli jateng ya sampek istilahnya di erep2 juga, berati papa orang jateng ama orang jateng juga?

    KAalo di jawa timur kayak gitu namanya "kelidihen"

    Wah elo ganti training kirain celananya habis kena Fap fap fap haha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Orangtua gue sama-sama orang Jateng. Jadi deh keturunan Jawa Tengah asli :)

      Ya, bukan itu sih alasan gue ganti celana.

      Delete
  8. erep-erep
    bahasa ilmiahnya sleep paralyze
    saya juga pernah kena gitu. beberapa kali. susah buat buka mata, buat bangun padahal lagi sadar. dan ngerasa berat di badan sama kepala.

    sudah sering juga saya baca masalah itu.
    selain sleep paralyze ada istilah lain juga. sleep paralyze cuma awal... kalau bisa ngelewatin itu bisa masuk lucid dream. dimna kita bisa ngendaliin mimpi. jadi bisa bebas ngapain aja.

    dan diatas lucid dream, ada satu lagi istilahnya. kondisi dimana kita bisa ngeluarin roh dari tubuh terus bisa kemana aja namun sayang ini bahaya. coz kalau gk bisa balik ke badan ya pikir sendiri lah

    ReplyDelete
    Replies
    1. WOW, ngendaliin mimpi. Gimana rasanya tuh... *menghayal ketemu Park Shin Hye*

      Delete
  9. lo orang sunda Rob? di gue juga dikenalnya erep-eprep sih.. kalau nggak salah salah satu Ranger Blogger Energy (ranger hijau) pernah posting ginian. namanya lucid dream gitu.

    mungkin lo bisa cek sendiri.
    hehe

    gue juga sering di erep-eprep. rasanya kayak ditindihin Amel Alvi.. enak

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bukan, Gue bukan orang sunda. Penginnya sih jadi orang Maroko *apaini?

      Itu sih ngeri namanya :(

      Delete
  10. temen aku juga pernah ada yang ngalamin erep-erepan, tapi untung nya gaa papa :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Pasti temanmu udah ganti celana dalam :))

      Delete
  11. Buahhahahahha, iya gue juga pernah mengalami erep-erep gitu, ah pokoknya yang nindihan tuh besar banget badannya hahahhaha

    Gue juga baru denger istilah erep-erep, bahasa apa itu?
    Hahhaha ya kali kamu sih pakai ditutupin segala kepalanya kek gitu, jadinya mamanya takut :D

    Wah ternyata kalo udah air susah, jadi masalah ya. Makanya kalo air berlebihan jangan boros air yak, hihihihi :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Tapi nggak Big Show juga yang nindih :))

      Nggak tau deh. Banyak yang ngenalin kalau namanya erep-erep. Yang pasti bukan bahasa Meksiko.

      Yap, lagi musim kemarau nih. #AmanatTerselubung

      Delete
  12. Nyokap gw bilang ereperep itu stengah tdr stngh sdar g blng ditndihin setan atau apalah itu wkwk😄

    ReplyDelete
  13. erep-erep itusih biasanya yang berhubungan sama mahluk halu. kalau kata orang dulu ya... kalau akusih bilangnya ketimpahan bukannya erep-erep.
    itu posisi yg menurutku serem. setengah sadar setengah lagi nggak

    ReplyDelete
    Replies
    1. Pendapatnya beda-beda, ya. Tapi, nggak ketindihan Big Show, kan?

      Delete
  14. Kebiasan dri kecil demen nntonin kambing di potong, gue jg dlu pas kecil hobi banget nntonin kambing di potong. Tp smkin ksni gue malah gabrani liat kmbing dipotong._. seremm..

    Itu gmn gak takut nyokap lu, tampang lu nyeremin gtu tgh malem pakek kupluk. Kalo gue sih udh ngibrit kali tuh.. wkwk

    gue tdnya gatau erep-erep apaan. gue kira itu bhsa sunda?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wahaha, toss dulu :))

      Ternyata nggak cuma Mama doang yang takut, kak Lulu pun takut. Sepertinya sebentar lagi gue bakal dikucilkan :(

      Delete

Terimakasih sudah membaca. Jangan malu-malu buat komen, karena komentarmu adalah semangat untukku.

Kamu mau, kan, jadi penyemangatku? Silakan berkomentar dengan sopan.