05 June 2015

UAS (Ujian Anak Selau) - 5 Juni 2015

Ujian hari ketiga gak seseru hari kemarin. Bayangkan, hari ini gue bisa ngerjain soal dengan santai. Iya lah, ini gak seru karena gak ada tantangannya. KASIH SAYA SOAL OLIMPIADE!! Minimal soal olimpiade cabang lempar lembing.

Hari ini pelajaran yang diujikan ada 3. Fisika, Seni Musik, dan Prakarya. Pelajaran yang masing-masing gurunya sangat baik bagi gue. Apalagi guru Prakarya yang jarang masuk kelas. Bapak sangat mengerti kemauan kami.

Malam sebelumnya gue udah belajar semua pelajaran itu, walaupun cuma 18 menit (masing-masing pelajaran 6 menit). Gue belajar dengan sungguh-sungguh sebagai bekal masa depan bangsa, kayak janji siswa yang biasa digemakan saat upacara hari Senin. Tapi apa daya, janji cuma  janji tanpa bisa ditepati.

Balik lagi ke belajar. Setelah belajar Fisika, gue masih punya pertanyaan yang belum sempat terjawab sampai sore ini. Di Fisika, ada yang namanya Emisivitas. Emisivitas adalah suatu ukuran seberapa besar pancaran radiasi kalor sebuah benda dibandingkan benda hitam sempurna. Di mana benda berwarna hitam adalah benda yang memiliki kemampuan menyerap kalor yang sempurna. Contoh penerapannya adalah baju warna hitam lebih cepat kering ketika dijemur dibanding baju warna putih.

(Kenapa gue bisa nulis secara ilmiah? Kan ada buku paket Fisika. Gue gak sepinter itu.)

Jadi, pertanyaannya adalah: Bulu ketek juga warnanya hitam. Apakah dia (bulu ketek) termasuk benda yang mampu menyerap kalor dengan baik? Patut gue coba kebenarannya.

Sebelum gue menjadi ilmuwan pertama yang menguji bulu keteknya sendiri, marilah simak laporan kegiatan gue selama seharian di masa UAS (Ujian Anak Selau).

Diselimuti rasa sejuk dan harum air yang baru saja turun ke bumi, tibalah bel pertama ujian. 

Pelajaran pertama, Fisika.
Fisika, fikiran terusik karena banyak problema. Iya, masih pagi aja gue udah punya masalah yang sebenernya sepele. Jadi, ceritanya saat pagi hari, gue mandi dalam keadaan masih setengah ngantuk. Saat mau masuk ke kamar mandi, terdenagar bunyi yang langsung membangunkan gue seutuhnya.

DUAAAAARRRRRR....!!!

Kepala gue nabrak kusen pintu kamar mandi yang tingginya lebih rendah daripada tinggi badan gue. Sakit rasanya kecelakaan di daerah yang sebenernya udah jadi bagian keseharian. Sudahlah lupakan, gue jadi mau nangis kalau inget kejadian itu. *usap-usap kepala*

Ulangan Fisikanya gimana? Aman kok. Cuma ada sedikit soal yang gue gak bisa. Dari total 30 soal, ya.... paling cuma 15 soal. Sedikit kok, biasanya 17 soal. Ada beberapa soal yang bikin emosi, ada yang bikin ketawa sendiri, dan ada juga yang bikin kue lapis legit (lho, siapa yang tahlilan?). Pokoknya, soal Fisika kali ini tingkat kesulitannya 4/5.

Pelajaran selanjutnya, Seni Musik.
Sebagai anak dari musisi tanah air, Hartono bin Sosro Suyoto (nama bapak gue), gue cukup menguasai di bidang seni musik. Gue cukup ahli dalam memainkan beberapa alat musik. Bukannya sombong, gue bisa memainkan alat musik tradisional dan modern. Alat musik tradisional contohnya panci, galon, dan mangkok. Alat musik modern contohnya mangkok listrik, galon listrik, dam panci listrik. Gimana tuh alatnya, gue juga gak tau.

Gue lemah dengan soal pencipta lagu. Agak kesel juga dengan soal tentang pencipta lagu. Karena menurut sebuah sumber (yang gak dipercaya), seorang seniman yang membuat karya tidaklah harus dikenang, tapi dinikmati karyanya dengan tidak membeli karya bajakannya. Serius gue pernah baca ini. Masih gak percaya atau ragu? Nggak. Bagus. Ya iya lah, namanya juga sumber gak dipercaya, ya berarti jangan dipercaya.

Contoh soal yang tadi gue temui adalah "Siapa pencipta lagu Halo-Halo Bandung?". Ya udah jelas ketauan lah siapa penciptanya.... GUE GAK TAU.

Selanjutnya, penutup sebelum Sholat Jumat, Prakarya.
Yang gue suka dari ujian Prakarya adalah soalnya berbentuk essay. Karena kalau misalnya ketemu guru yang baik banget, minimal gue bisa dapet poin hasil dari upah nulis, walaupun jawabannya ngaco. Lebih beruntung lagi, kalau ketemu guru tipe males ngoreksi. Jadi apa yang dia lihat, begitulah adanya. Kalau banyak tulisan, dikasih nilai bagus. Kalau tulisannya sedikit, ya cuma seadanya. Tanpa memperhatikan benar atau salah.
V
Ujian prakarya tadi contohnya. Gue sama sekali gak belajar pelajaran ini. Gue aja baru tau ada ujian Prakarya pas selesai ujian Seni Musik. Yoi, greget.

Soalnya cuma tentang saablon mug, yang sebelumnya udah pernah jadi tugas harian. Jadinya cuma ngulang apa yang pernah dikerjakan sebelumnya. Tapi kadang ada beberapa bagian yang pernah kita jalani, lalu ketemu lagi dengan momen yang pernah dijalani pada waktu sebelumnya. Istilahnya apa deh, de javu kayaknya. Kayak tadi waktu ujian Prakarya yang sebagian besar soalnya udah pernah ditanyakan. Gue lupa dengan langkah-langkah bagaimana cara membuat mug. Kayaknya kalau gue jadi tukang mug gue bakal kehilangan pelanggan karena dituduh sebagai lelaki pikun.

Pokoknya, hari ini adalah ujian yang gak terlalu ekstrim.

***
Pulang sekolah gue naik angkot sendiri. Sedih sih gara-gara gak jadi remedial Ekonomi. (Buat yang belum tau kalau gue pernah ulangan remedial, baca ini). Iya, nilai remedial gue ancur. Pokoknya, nilai gue kalau misalnya jadi sebuat starting line-up sepakbola, cuma bisa jadi 5. Jangan tanya nilai gue berapa, gue serius.

Nah bagian ini yang keren. Saat gue naik angkot lalu menatap depan ke arah supir, gue melihat ada yang membuat de javu. 

"Kok pitaknya sama kayak yang gue lihat tadi pagi?"

Iya! Ternyata supir-yang-kepalanya-pitak ini adalah supir angkot yang tadi pagi gue naiki ketika turun hujan. Ternyata bener kata pepatah, kalau gak kemana emang jodoh.
Turun angkot, lalu gue bayar ke supir-yang-kepalanya-pitak-yang-katanya-jodoh-gue. Di situ tangan kita bersentuhan..., lalu gue kabur setelah dia bilang, "WOI, KURANG SERIBUUU."

***

Sekian dan gracias sudah membaca kegiatan gue selam 3 hari ini. Tenang, masih ada 3 hari lagi waktu yang tersi(k)sa buat gue menghadapi UAS. Dan, masih ada lagi kegiatan yang bikin ujian terasa menyenangkan.

Masih 3 hari lagi... 3 hari lagi... 3 hari lagi.

4 comments:

  1. Belajar 18 menit 3 pelajaran wkwk greget coy *gue juga gitu* :v
    Ngomongin soal angkot gue jadi kangen karena akhir-akhir ini udah jarang naik angkot.
    Btw, tulisannya keren, ditunggu post UAS selanjutnya!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kita mah gitu orangnya~

      Wih, ada juga ya orang yang kangen naik angkot. Keren nih, bersahaja :D

      Makasih. Masih ada 3 hari lagi kok UAS-nya.

      Delete
  2. wah... kalo gue pelajaran seni musk sama prakarya digabung jadi satu.
    gue juga lagi uas..... lagi stress juga. belajar pun sukar.
    hahaha, sampe diitungin belajar 18 menit. adil yak, masing2 dibagi 6 menit..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalo di Ekonomi, ini yang dinamakan Manajemen. Manajemen waktu dan manajemen emosi.

      Delete

Terimakasih sudah membaca. Jangan malu-malu buat komen, karena komentarmu adalah semangat untukku.

Kamu mau, kan, jadi penyemangatku? Silakan berkomentar dengan sopan.